
Yoana merasakan tangan Alexander membelai bagian dalam pahanya, membuat tubuh gadis itu meremang gemetar.
"Sayang, Alex...tolong hentikan, Ayo kita ke kamar mandi!" sahut Yoana mencengkram bahu Alexander dengan erat.
Yoana menahan tubuh Alexander yang berusaha melebarkan kakinya, sembari menahan kakinya agar tidak bisa di tarik Alexander.
"Alex! Alex! sayang...!" satu tangan Yoana menampar pipi Alexander agar pria itu sadar.
Alexander sudah tidak bisa berpikir jernih lagi, sudah tidak bisa mengontrol dirinya karena obat perangsang yang di berikan seseorang itu sepertinya dosisnya melebihi yang seharusnya.
Yoana ingat sewaktu dia mengatasi Alexander di dunia novel, dia bisa membuat Alexander tetap sadar dan mengontrol dirinya.
Tapi, kali ini sepertinya akal sehat Alexander tidak bisa mengontrol tubuhnya.
Yoana semakin penasaran siapa kira-kira yang begitu kejam melakukan ini pada Alexander.
Mereka harus menemukan dalang di balik ini secepatnya, dan teka-teki yang mereka alami.
Dimana dirinya bisa masuk ke dalam dunia novel yang selalu di bacanya, dan novel itu menghilang tanpa jejak saat dia kembali ke dunia nyata.
Yoana merasakan kakinya di tarik paksa oleh Alexander, dan merasakan milik Alexander yang sudah ereksi menyentuh kakinya begitu mengeras.
"Oh, sayang...bagaimana aku untuk menghentikan mu!" sahut Yoana mencoba menahan tubuh Alexander yang sudah mulai memasuki tubuhnya.
Tenaga Alexander begitu kuat mencengkram pinggul Yoana.
Yoana merasa bahwa seseorang di pesta tadi, telah menempatkan seorang wanita di salah satu kamar hotel untuk tidur dengan Alexander.
Seandainya Alexander berhasil masuk ke dalam kamar itu, hal inilah yang akan di lakukan Alexander pada wanita itu.
Hati Yoana sakit sekali membayangkan itu, untung saja dia berhasil menemukan Alexander, dan membawanya pergi dari sana.
Bisa di bayangkan bagaimana terpukulnya Alexander kalau sadar esok harinya, dan menemukan dirinya telah meniduri seorang wanita yang tidak di cintainya.
Yoana mengepalkan tangannya dengan erat, dia akan membantu Alexander untuk menangkap seseorang itu dengan ingatan yang mereka alami di dunia novel, dan alur cerita novel yang sudah di bacanya.
Alexander dengan mata sayu dan bibir yang terbuka sedikit, dan wajah yang begitu memerah menatap Yoana dengan lekat.
__ADS_1
Mata Alexander terlihat begitu mendamba Yoana, ingin merasakan Yoana di dalam sana.
Perlahan wajah Alexander menunduk, dan kembali mengulum bibir Yoana dengan kuat dan dalam.
Sementara tangan Alexander kembali melebarkan kaki Yoana yang kembali di rapatkan Yoana.
Perlahan Yoana merasakan ereksi Alexander yang mengeras mulai membuka daerah sensitifnya, dan sontak membuat Yoana tersentak merasakan sakit.
"Sayang, tahan! jangan terlalu kasar, pelan sedikit!" ujar Yoana di antara ciuman Alexander.
Kembali Yoana merasakan tekanan ereksi Alexander menekan daerah miliknya, terasa begitu sakit.
"Alex..Alex, jangan terlalu kuat, sakit sekali!" sahut Yoana menahan rasa sakit di bawah sana.
Yoana merasakan tekanan ereksi Alexander yang menerobos miliknya mulai terbuka, dan itu sungguh sakit sekali, terasa ngilu merobek selaput darahnya.
"Sayang...Yoana, sayangku..." terdengar gumaman Alexander menyebut namanya, sembari pinggul Alexander semakin menekan miliknya ke dalam milik Yoana.
"Aaa...!" Yoana merasakan ereksi Alexander berhasil masuk ke dalam, dan membuat Yoana menjerit kesakitan, dan reflek memeluk leher Alexander dengan erat.
Dan, sungguh ajaib! begitu Alexander menerobos milik Yoana, pria itu sedikit tersadar setelah mendapat gigitan yang begitu kuat di bahunya.
"Yoana" gumam Alexander mengedipkan matanya.
Alexander masih merasakan tubuhnya panas dan bergairah akibat pengaruh obat itu, dan ingin menuntaskan apa yang di rasakannya di bawah sana.
Tapi otaknya sudah mulai sadar, menghentikan gerakannya, dan merasakan Yoana memeluk dengan erat lehernya.
"Sayang..." panggil Alexander memeluk tubuh Yoana yang berada di bawahnya itu.
"Ya" jawab Yoana pelan.
"Apa yang telah kulakukan?" tanya Alexander bingung.
Bukankah tadi dia akan ke kamar mandi untuk berendam air dingin, agar menghilangkan pengaruh obat yang sudah bereaksi di tubuhnya.
Dan sekarang dia telah menerobos milik Yoana, yang terasa sekali panas di bawah sana.
__ADS_1
"Kau lupa ingatan sayang, obat itu menghilangkan akal sehatmu, dan sekarang masih belum hilang, kau harus menuntaskannya agar pengaruh obat itu hilang!" ujar Yoana sembari menahan sakit di bawah sana.
Perlahan Alexander menarik kepala Yoana dengan lembut, pria itu ingin menatap wajah Yoana.
"Apakah sakit?" tanya Alexander dengan lembut.
"Ya, sakit sekali, seperti silet merobek kulit!" ujar Yoana menatap mata Alexander yang masih membara ingin merasakan dirinya lebih dalam lagi.
Wajah Alexander terlihat begitu memerah.
"Ini seharusnya kita lakukan di malam pertama kita sayang" gumam Alexander merasa menyesal, tapi karena pengaruh obat itu, wajah Alexander tampak masih seperti orang yang mabuk.
"Lakukan lah sayang, kita harus menemukan siapa yang melakukan ini padamu!" sahut Yoana yang menahan sakit di bawah sana.
"Baiklah, aku akan pelan-pelan" gumam Alexander.
Alexander melakukannya seperti apa yang di dikatakannya, ini yang pertama bagi mereka berdua merasakan di bawah sana.
Mereka belum berpengalaman dalam hal yang satu ini, jadi Alexander begitu cepat menuntaskannya dengan mendesah panjang.
Tubuh Alexander ambruk di atas tubuh Yoana, pria itu merasakan tubuhnya begitu lemas.
Dan Yoana juga masih merasakan sakit yang menggigit di bawah sana.
Perlahan Alexander menyingkir dari atas tubuh Yoana, dan dalam hitungan detik pria itu terlelap.
Yoana menghela nafas, akhirnya Alexander terbebas dari pengaruh obat itu.
Gadis itu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang polos.
Dengan lembut Yoana mengecup pipi Alexander yang sudah tertidur, memperdengarkan suara dengkurannya yang lembut.
Untunglah aku menemukan mu, kalau tidak! kita berdua akan menderita karena di pisahkan oleh entah siapa itu! bisik Yoana mengelus lengan Alexander perlahan.
Kemudian Yoana pun memejamkan matanya, ikut terlelap seperti Alexander.
Bersambung....
__ADS_1