Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
68. Mansion yang sama.


__ADS_3

Yoana menuntun Alexander keluar dari pesta, mereka sudah harus secepatnya pergi dari sana.


Gadis itu memastikan kalau mereka jangan sampai terlihat oleh Ibu Alexander.


"Yoana, sepertinya seseorang sudah menaruh obat ke dalam minuman ku, badanku rasanya panas sekali!" gumam Alexander.


"Iya, kejadian ini terulang kembali, kita harus cepat pergi, seseorang ingin menjebak mu!" ujar Yoana membawa Alexander keluar dari pesta yang masih berlangsung itu.


Di luar pintu lobby utama hotel, mobil sudah menunggu kedatangan Yoana dan Alexander.


Nick keluar dari mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk Yoana dan Alexander.


"Ayo, jalan Nick! bawa Alexander pulang!" sahut Yoana setelah mereka masuk ke dalam mobil.


Mobil pun perlahan meninggalkan lobby pintu utama hotel.


Nick membawa Alexander dan Yoana ke Mansion Alexander.


Sepanjang jalan Alexander sudah bertingkah aneh, memeluk Yoana dan membawa tangan Yoana masuk ke dalam balik kemejanya.


"Panas sekali, tubuhku kenapa tidak enak, tanganmu enak sekali Yoana, terasa dingin!" kata Alexander menggesekkan tangan Yoana ke kulit tubuhnya di balik kemejanya.


Nick terus saja melirik lewat kaca spion, ingin mengatakan sesuatu pada Yoana, tapi asisten sekaligus pengawal Alexander itu tidak berani bicara.


"Jangan takut Nick, aku akan mengurus Alexander!" sahut Yoana melirik Nick yang sepertinya ingin bicara padanya.


Tidak berapa lama mereka sampai di Mansion Alexander.


Yoana terpaku melihat Mansion itu. Mansion yang sama saat dia berada di dunia novel.


Begitu Yoana masuk ke dalam Mansion, semua nya sama seperti saat dia berada dalam dunia novel.


Tanpa Nick beritahukan letak kamar Alexander, Yoana sudah melangkah menuju kamar Alexander.


Dan tindakan Yoana itu membuat Nick heran memandang Yoana, sepertinya sudah pernah datang ke Mansion tersebut.


Dan model pintu Alexander juga sama seperti di dunia novel, pakai kata sandi.

__ADS_1


Tanpa perlu bantuan Nick, Yoana tentu saja sudah tahu password pintu kamar Alexander.


Yoana kemudian mengetik kode password pintu kamar Alexander, dan membawa Alexander masuk ke dalam kamar Alexander.


Nick di luar kamar hanya bisa termangu saja, merasa heran pada asisten baru Alexander yang terlihat sudah begitu hapal dengan lingkungan Mansion.


Di dalam kamar Alexander sudah semakin merasakan tubuhnya panas, dan sesuatu di bawahnya terasa sakit sekali.


"Yoana, tubuhku tidak enak, ahh....!" Alexander menarik Yoana merapat padanya, dan karena tinggi tubuh mereka tidak seimbang, Yoana tidak bisa menahan berat tubuh Alexander.


Mereka terjerembab jatuh ketempat tidur, dan tubuh Alexander menindih tubuh mungil Yoana.


"Alex...tahan! Ayo ke kamar mandi berendam air dingin!" sahut Yoana di bawah tubuh Alexander.


Alexander semakin tidak bisa mengontrol tubuhnya yang terasa nyaman bersentuhan dengan tubuh Yoana.


Alexander mengecup leher Yoana, dan Alexander merasa begitu nyaman dengan apa yang dilakukannya.


Alexander merasakan tubuhnya menginginkan Yoana, pikirannya sudah tidak bisa mengingat apa pun.


Sekarang Alexander hanya ingin menuntaskan apa yang ada dalam dirinya, ingin merengkuh tubuh yang di sentuhnya sampai dia merasa puas.


Tangan Alexander meremas benda lunak di dada Yoana, dan sontak membuat Yoana terkejut.


Saat di dunia novel, Yoana bisa mengatasi Alexander.


Tapi di dunia nyata ini, sepertinya pengaruh obat yang di berikan dalam minuman Alexander dosisnya sangat tinggi.


Dengan cepat tangan Alexander menyingkirkan pakaian Yoana, dan kemudian mencium bibir Yoana dengan rakus.


"Alex...!" panggil Yoana mencoba untuk menahan Alexander, dia akan mencoba membawa Alexander kedalam kamar mandi.


"Hemm, sayang...!" ucap Alexander mendesah merasakan ereksinya sudah sangat keras.


Alexander dengan cepat menanggalkan pakaiannya, dan melemparkan nya ke sembarang arah ke lantai kamar.


Saat Alexander menanggalkan pakaiannya, Yoana buru-buru bangkit untuk menyingkir dari Alexander.

__ADS_1


Tapi Alexander dengan sigap menarik kaki Yoana yang sudah hampir turun dari tempat tidur.


"Aaa...!" Yoana terkejut merasakan tubuhnya di sentak Alexander kembali ke tempat tidur.


"Sayang..." sahut Alexander dengan suara serak, kembali mencium bibir Yoana.


Kali ini ciumannya sangat mendominasi, sembari tangan Alexander menanggalkan pakaian Yoana.


Kini Yoana hanya memakai kain tipis membalut daerah sensitif nya.


Yoana tidak bisa lagi untuk membawa Alexander ke kamar mandi, tenaganya sadah tidak sanggup untuk menyingkirkan tubuh Alexander.


Gadis itu tidak tega untuk memukul Alexander agar kekasihnya itu pingsan, dan membawanya ke kamar mandi.


Yoana akhirnya membiarkan Alexander menuntaskan pengaruh obat yang membuat dia hilang kendali.


Bibir Alexander mengulum bibir Yoana dengan rakus, menyelusup kan lidahnya ke dalam mencari lidah Yoana.


Yoana jadi terbuai dengan apa yang dilakukan Alexander, gadis itu membalas ciuman Alexander, dan itu membuat reaksi di tubuh Alexander sangat menyukai balasan yang diberikan Yoana.


Mereka saling mengulum sambil memejamkan mata, menikmati ciuman mereka.


Alexander kembali meremas benda lunak di dada Yoana, membuat ritme tangannya meremas dengan lembut, dan membuat Yoana jadi melayang.


Tanpa sadar Yoana mengeluarkan suara mendesahnya, dan membiarkan tangan Alexander melakukan hal lainnya.


Alexander mengulum bibir Yoana dengan rakus, menjilat setiap inci bibir Yoana, dan mengulum lidah Yoana dengan kuat.


Kembali terdengar suara mendesah dari bibir Yoana, tanpa sadar Yoana menyukai apa yang di lakukan Alexander pada dirinya.


Setelah itu, Alexander menurunkan wajahnya mengecup leher Yoana, lalu turun ke dada Yoana.


Mengecup benda lembut di dada Yoana, lalu menjulurkan lidahnya menyentuh ujung benda lembut itu.


Dan tindakan Alexander itu, membuat Yoana kembali mendesah dengan kencang, tubuhnya meremang merasakan apa yang di lakukan Alexander.


Tangan Alexander melepaskan pakaian terakhir yang menutupi tubuh Yoana.

__ADS_1


Dan, sekarang Yoana tidak memakai apapun pada tubuhnya.


Bersambung.....


__ADS_2