
Banyak pasang mata memandang ke arah mereka malam ini, alur ceritanya sudah berubah.
Seingat Yoana tidak terlalu banyak pasang mata memandang kearah Alexander dan Lili, dan saat itu Lili tidak begitu betah berlama-lama berada disamping Alexander.
Lili meninggalkan Alexander sendirian menghadapi beberapa rekan bisnisnya untuk mengobrol, karena pada dasarnya Lili memang begitu risih untuk berdiri disamping Alexander karena cacatnya.
Dan, di kesempatan itu beberapa wanita ada yang mencoba berkenalan dengan Alexander, dan Alexander menghindari wanita-wanita itu, karena dia sudah menyukai Lili.
Yoana melihat dua orang wanita cantik senyum-senyum memandang ke arah mereka, apakah mereka salah satu wanita yang menyatakan suka pada Alexander di cerita aslinya? pikir Yoana memandang kedua wanita cantik itu.
"Kau memandang siapa?" tanya Alexander merasa tidak suka, ada semacam perasaan waspada di hati Alexander, bahwa kalau ada seseorang yang disukai Yoana di dalam pesta itu.
"Tidak Tuan, saya merasa pestanya cukup meriah, apakah anda ingin saya ambilkan minuman?" tanya Yoana.
"Tidak, tetaplah bersamaku!"
"Baik Tuan!" jawab Yoana patuh.
Yoana melirik wanita yang dari tadi selalu mencuri pandang ke arah mereka, tampaknya mereka saling berbisik dan perlahan untuk mendekat.
Yoana melihat ke kiri dan kanan, kira-kira dia harus cari alasan apa pada Alexander agar menjauh sebentar untuk memberi peluang pada kedua gadis tersebut.
Akhirnya Yoana dapat ide, dia akan cari alasan untuk ke toilet sebentar.
"Tuan, saya ingin ke toilet sebentar!" bisik Yoana disamping Alexander.
Alexander menoleh memandang Yoana, ada rasa tidak ingin berjauhan dengan Yoana ditempat keramaian seperti ini.
Alexander merasa tidak nyaman walau banyak rekan bisnisnya yang dia kenal di pesta tersebut.
"Ayo, aku temani!" kata Alexander berbalik untuk pergi menuju arah toilet.
__ADS_1
"Tidak Tuan, biar saya sendiri, saya bisa sendiri, Tuan disini saja meneruskan pembicaraan dengan teman rekan bisnis anda!" kata Yoana menahan Alexander agar tidak ikut dengannya.
Alexander merasa tidak terima apa yang dikatakan Yoana tersebut, pria itu memandang Yoana yang berjalan pergi dengan tatapan waspada.
Waspada pada lelaki yang mencoba untuk dekat pada Yoana.
Yoana dengan langkah cepat, menjauh untuk memberi ruang pada wanita yang melirik Alexander untuk berkenalan pada kesayangannya itu, yang akan berbahagia dengan wanita yang mencintainya apa adanya.
Tiba-tiba Yoana melihat sekelebat seseorang di keramaian pesta, wanita yang sangat mirip dengan Lili.
Dan, sontak membuat langkah Yoana berhenti.
Dia merasa tidak percaya Lili bisa datang ke pesta ini, bagaimana caranya wanita jahat itu datang ke pesta ini? pikir Yoana merasa tidak percaya melihat sosok yang sangat mirip dengan Lili tadi.
Yoana bergegas mencari sosok wanita yang tadi dia lihat mirip dengan Lili.
Menerobos diantara para undangan pesta, dengan mata yang tajam Yoana mencari sosok Lili.
Lama Yoana berputar-putar diantara undangan, tapi sosok Lili tidak terlihat di antara undangan pesta.
Tapi Yoana tidak melihat Alexander lagi di sana, Yoana jadi panik dan mengedarkan pandangannya mencari Alexander.
Yoana melihat ke dua wanita yang tadi diam-diam melirik Alexander, dan tanpa berpikir dua kali, dengan langkah cepat Yoana menghampiri kedua wanita itu.
"Hai, permisi Nona..apakah tadi anda berdua mengobrol dengan Tuan Alexander?" tanya Yoana dengan hati-hati.
"Tidak!" mereka menggelengkan kepala.
Hah! jadi mereka tidak jadi mengobrol dengan Alexander? pikir Yoana bingung.
"Oh, maaf kalau saya sudah lancang menanyakannya, tapi apakah anda melihat kemana perginya Tuan Alexander?" tanya Yoana lagi.
__ADS_1
"Tadi setelah minum satu gelas anggur, dia terlihat pergi ke arah sana!" kata salah satu wanita itu menunjuk ke arah tangga.
Dengan cepat Yoana menoleh ke arah yang di tunjuk wanita itu, mata Yoana dengan tatapan yang tajam melihat ke arah tangga.
Yoana tidak sempat untuk mengucapkan terimakasih lagi, langsung pergi dengan langkah tergesa-gesa menuju tangga.
Saking terburu-buru nya, Yoana hampir tersandung dan jatuh ke lantai, untung ia bisa memegang tangan seorang wanita yang tidak jauh berdiri darinya.
"Maaf!" ucap Yoana meminta maaf pada wanita itu, lalu dengan cepat kembali berjalan menuju tangga.
Jantung Yoana berdegup kencang melihat Alexander sudah berjalan di tangga paling atas.
Dan Alexander terlihat sempoyongan, tangannya memegang penyangga tangga untuk berpegangan agar tidak terjatuh.
"Tuan!" panggil Yoana, dengan cepat setengah berlari Yoana menaiki tangga.
Ternyata memang Lili tadi yang dilihat Yoana, dan dia yakin anggur yang diminum Alexander tadi, telah dimasukkan sesuatu kedalam minuman tersebut.
Nafas Yoana tersengal-sengal menaiki tangga, dengan cepat Yoana menangkap tubuh Alexander yang hampir terjatuh sempoyongan.
Dan mata Yoana terbelalak melihat Lili berdiri di depan pintu sebuh kamar Hotel di lantai yang dituju Alexander tersebut.
"Kenapa kau disini!" sahut Yoana dengan mata terbelalak tidak percaya.
"Nick mengatakan Tuan Alexander tidak enak badan, jadi dia menelepon saya untuk datang membantu Tuan Alexander, tadi anda pergi, jadi Nick menyuruh saya agar cepat datang kesini!" kata Lili dengan tenang, raut wajahnya terlihat tenang juga.
Dasar pembohong! pikir Yoana, secepat itu kau bisa tiba ke pesta ini?
"Saya sudah di sini, pulanglah!" sahut Yoana menyuruh Lili agar pergi dari sana.
"Yoana, anda sungguh keterlaluan! saya dengan tergesa-gesa datang ke mari untuk menolong Tuan Alexander, tapi anda menyuruh saya untuk pergi begitu saja!" sahut Lili merasa tidak senang.
__ADS_1
Dia sudah merencanakan dengan sempurna, tetapi Yoana menghancurkannya begitu saja, jadi dia tidak boleh menuruti perkataan Yoana.
Bersambung.....