
Alexander memandang dua orang tersebut, Ayah dan putrinya, yang terkejut melihat wajah Alexander, mereka dengan cepat memalingkan wajah mereka.
Wajah kedua orang itu terlihat jijik dan takut menatap Alexander.
"Apakah setelah melihat wajahku masih ada keinginan anda untuk menjodohkan putri anda padaku?" tanya Alexander dengan tenang dengan nada yang datar.
"Alexander! tutup kembali wajahmu!" teriak Ibu Alexander.
Alexander tersenyum kecut memandang Ibunya, dia tidak menyangka Ibunya bisa berubah seperti itu.
Peristiwa kecelakaan itu mereka alami bersama, dan dia yang mengalami luka parah dari pada kedua orang tuanya.
Tapi, tidak tahu entah kenapa Ibunya jadi tidak menyukainya semenjak dia siuman dari koma.
Ibunya lebih memperhatikan Ayahnya ketimbang dirinya yang mengalami luka yang lebih parah, dan cenderung mengabaikan Alexander dan tidak menunjukkan rasa peduli lagi.
"Mama kira wanita itu mau menerimaku setelah melihat luka di wajahku ini, setiap orang akan jijik dengan cacatku, bukankah Mama juga tidak menyukainya?" sahut Alexander dengan senyuman kecut dan nada yang datar.
"Dasar monster, siapa yang mau denganmu, kau ternyata menipu semua orang dengan menutup wajah mu dengan topeng itu!" jerit wanita cantik itu histeris.
"Dasar penipu, aku seperti wanita kurang kerjaan mencoba merayu mu, ternyata wajahmu mengerikan, siapa sudi menikah denganmu!" jerit wanita cantik itu lagi berteriak.
Semua tamu yang tidak jauh berdiri dari mereka, menoleh memandang pada Alexander.
Dan tanpa diduga, dengan cepat wanita itu menyiram anggur yang ada didalam gelasnya ke arah Alexander.
Sontak membuat Yoana terkejut melihat wanita itu ingin menyiram Alexander, Yoana tidak menyangka wanita itu memandang rendah Alexander, hanya karena luka cacat di wajah Alexander.
Sungguh lancang ingin menyiram Alexander dengan anggur, kesayanganku tidak boleh sedikitpun di perlakuan tidak sopan! bisik hati Yoana marah.
__ADS_1
Sebelum anggur itu melayang ke wajah Alexander, dengan reflek Yoana menyiramkan lebih dahulu minumannya ke wajah wanita cantik itu.
Dan, tepat mengenai wajah wanita itu.
"Aaaa...!" sontak wanita cantik itu terkejut dan menjerit dengan melengking, wajah dan gaun mahalnya basah.
"Brengsek! kau sungguh lancang! kalau sampai setetes anggur itu mengenai wajah Alexander tadi, aku tidak akan melepaskan mu, dasar rubah betina!" teriak Yoana melotot pada wanita itu.
Suasana pesta jadi gaduh dan riuh.
"Ka..kau!" wanita itu berteriak pada Yoana, dia begitu shock disiram oleh Yoana.
Setelah berteriak pada wanita itu, Yoana langsung berbalik menghadap pada Ibunya Alexander.
"Ini yang anda inginkan Nyonya, ingin mempermalukan putramu sendiri, ingin membuat putra anda lebih terluka lebih dalam lagi, begitu ya!" teriak Yoana di depan hidung Ibu Alexander.
Ibu Alexander tertegun menatap Yoana berteriak padanya, matanya tidak berkedip menatap Yoana yang marah menatapnya dengan tatapan berapi-api.
Dia sudah tidak tahan lagi, Yoana tidak bisa menahan amarahnya karena ketidak pedulian Ibu Alexander yang menurut Yoana sudah keterlaluan.
Ibu Alexander mematung mendengarkan semua perkataan Yoana, tanpa sadar wanita paruh baya itu menelan ludahnya.
Para tamu mulai berbisik-bisik membicarakan Ibu Alexander, dan wanita yang disiram Yoana tadi.
"Ka..kau siapa berani berbuat kurang ajar menyiram putriku!" sahut pria paruh baya Ayah wanita cantik yang basah disiram Yoana tadi.
Yoana menoleh memandang kepada pria tua itu, dan Yoana dengan langkah pelan berjalan menghampiri pria itu.
"Anda tidak perlu tahu siapa saya, putri anda tidak layak menjadi pendamping Alexander, jangan karena Alexander memiliki luka cacat diwajahnya, anda berdua memandang rendah dan jijik padanya, aku tidak akan membiarkan siapapun menghinanya!" sahut Yoana marah.
__ADS_1
Suasana pesta jadi semakin riuh.
Sebagian memandang Alexander dengan ngeri, dan sebagian merasa simpati.
Kembali Yoana memandang Ibu Alexander, dan mereka berdua saling memandang sesaat.
"Sekarang apa lagi yang ingin anda perbuat pada putra anda Nyonya, jangan katakan hanya anda dan suami anda saja yang mengalami trauma dengan peristiwa kecelakaan beberapa tahun yang lalu, putra anda juga mengalaminya juga, anda harus renungkan itu!" sahut Yoana tajam.
Setelah menuntaskan amarahnya, Yoana kemudian menghampiri Alexander.
Meraih topeng yang dipegang Alexander, lalu memasang kembali topeng tersebut ke wajah Alexander.
Alexander tidak bisa berkata-kata melihat amarah Yoana yang meledak, pria itu begitu terpesona dan tertegun melihat betapa kerennya Yoana kalau marah.
Mata Alexander tidak bisa berpaling menatap Yoana, gadis itu membuat Alexander semakin mencintainya.
Alexander begitu takjub betapa hebatnya Yoana bagaikan super woman, dapat membungkam mulut Ibunya dan juga wanita yang menghina dirinya.
"Nick, bawa Nyonya pulang, kami naik taksi saja!" sahut Yoana pada Nick, yang dari tadi menyaksikan kemarahan Yoana, dan juga sama tertegun seperti Alexander.
"Baik Nona!" jawab Nick.
Yoana meraih tangan Alexander untuk pergi dari pesta itu.
"Ayo, tidak ada gunanya kita berlama-lama lagi disini, semuanya memandang rendah padamu!" kata Yoana menarik tangan Alexander.
Ibu Alexander masih terpaku ditempatnya berdiri, perkataan Yoana tadi masih terngiang-ngiang di pikirannya.
Matanya memandang Yoana yang menarik Alexander pergi dari pesta tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....