
Alexander telah selesai makan setelah Yoana keluar dari kamar mandi.
Gadis itu mengenakan langsung pakaiannya di dalam kamar mandi.
"Sudah selesai?" tanya Yoana menghampiri Alexander yang masih duduk di tempat tadi Yoana tinggalkan.
"Cepatlah makan, makanannya sudah mau dingin lagi!" kata Alexander menarik kursi satu lagi di sampingnya untuk Yoana.
"Oke!" jawab Yoana meletakkan bokongnya ke atas kursi.
Lalu mulai menyantap makan malamnya.
"Malam ini aku tidur di sofa, dan kau tidurlah di tempat tidur, supaya tubuhmu cepat pulih!" kata Yoana sembari memakan makan malamnya.
"Kenapa kita tidak tidur sama saja di tempat tidur?" tanya Alexander menatap Yoana yang sedang makan.
"Tidak, aku tidur di sofa saja" kata Yoana tidak terpengaruh dengan apa yang di usulkan Alexander.
"Baiklah!" jawab Alexander mengalah, dia sebenarnya ingin malam ini tidur memeluk Yoana, sama seperti yang pernah mereka lakukan dalam mimpinya.
Dia merindukan saat-saat mereka bersama di dunia mimpinya.
"Kau tahu, kita hampir saja akan menikah di dalam dunia mimpi ku, itu momen yang membuat aku bahagia sekali!" kata Alexander meremas kedua tangannya yang dia letakkan di atas meja.
Yoana menghentikan tangannya yang akan menyendok nasi ke dalam mulutnya.
Dia ingat itu, kenangan itu sangat jelas sekali di rasakan Yoana.
"Alex.." gumam Yoana, dia harus menceritakan juga apa yang di alaminya.
__ADS_1
Alexander menoleh menatap Yoana yang menunduk.
" Aku ingin mengatakan sesuatu juga padamu, aku juga mengalami sesuatu!" kata Yoana mencoba untuk tenang menceritakan kalau sebenarnya mereka mengalami suatu masa, melintasi waktu ke dunia halusinasi dalam waktu tenggang yang berbeda, tetapi mereka bisa bersama.
Yoana meletakkan sendoknya perlahan ke atas piringnya, sisa makan malamnya tinggal sedikit lagi di dalam piringnya.
"Aku suka membaca sebuah novel yang romantis, aku begitu menyukai pemeran utama lelaki dalam novel itu, hingga tanpa ku sadari tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba aku masuk ke dalam novel tersebut!" ucap Yoana mulai perlahan menceritakan apa yang di alaminya.
Alexander menatap Yoana dengan lekat, tentu saja dia tidak mempercayai apa yang di katakan Yoana.
"Aku tahu, kau pasti tidak percaya!" ukar Yoana tersenyum.
Alexander berkedip menatap Yoana, dan Yoana tersenyum melihat tatapan Alexander yang bengong.
"Kau tahu, pemeran utama pria itu adalah dirimu!" kata Yoana melanjutkan ceritanya.
"Dan ini" Yoana menyentuh luka yang ada di wajah Alexander, mengelus luka itu perlahan.
"Aku tahu apa yang terjadi padamu, karena kau mengalami kejadian yang sangat mengerikan saat berusia dua puluh tahun!"
Tubuh Alexander tersentak mendengar apa yang di katakan Yoana itu.
"Dari mana kau tahu, ini terjadi saat aku berusia dua puluh tahun?" tanya Alexander terkejut.
"Karena kau yang menceritakannya padaku!" kata Yoana.
Alexander menatap ke dua mata Yoana bergantian, mencari sesuatu di sana.
Sesuatu yang mungkin bisa membuat dia meyakini perkataan Yoana, yang begitu mengejutkan itu.
__ADS_1
Mereka sama-sama mengalami apa yang terjadi di dalam dunia halusinasi, tapi kenapa dalam situasi di waktu yang berbeda?
"Mungkin karena aku sangat membenci pemeran utama wanita yang punya niat jahat pada pemeran utama prianya, hingga tanpa sadar aku jadi masuk ke dalam alur cerita novel itu!" kata Yoana menjelaskan lagi.
Alexander masih terus tetap memandang Yoana dalam diam, menyimak setiap penjelasan Yoana dengan perasaan tidak percaya.
Ini sungguh luar biasa! mereka berdua mengalami sesuatu di luar nalar orang pada umumnya.
Tapi, mereka mengalaminya.
"Setelah aku masuk ke dua novel itu, aku mengubah alur ceritanya, aku menyelematkan pemeran utama pria yang begitu aku sayangi, aku menginginkan hidupnya bahagia, mencegah semua rencana jahat si pemeran utama wanitanya, dan mencoba untuk mencari seorang wanita yang tulus mencintai pemeran utama prianya!" kata Yoana sembari terus menatap mata Alexander.
Wajah Alexander terlihat berubah di saat Yoana menjelaskan ceritanya di akhir perkataannya.
Alexander terlihat tidak senang.
"Kenapa kau mencari seorang wanita lain pada pemeran utama prianya, apa kau benar-benar tidak menyukaiku?" tanya Alexander.
"Bukan begitu..."
Alexander memalingkan wajahnya, dia sangat kesal, ternyata sebenarnya Yoana ingin memperkenalkan dirinya pada wanita lain.
"Alex..dengar kelanjutan ceritaku!" sahut Yoana mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan Alexander.
Dengan cepat Alexander menarik tangannya agar jangan sampai di sentuh oleh Yoana.
Wajah Alexander terlihat begitu kesal sekali.
Bersambung.....
__ADS_1