Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
27. Siapa kau sebenarnya...


__ADS_3

Setelah Alexander membalut handuk pada tubuh Yoana, lelaki itu meraih bath robe dari lemari handuk lagi untuk dipakaikan pada Yoana.


Ukuran bath robe yang besar membuat tubuh Yoana terbenam, dan itu cukup membuat tubuh Yoana semakin menghangat.


Setelah itu Alexander membuka kemejanya yang sudah basah kuyup, melemparkannya sembarangan ke lantai kamar.


Lalu menarik satu lagi bath robe untuk dirinya, memakainya dan kemudian menanggalkan celananya yang basah seluruhnya.


Dengan cepat Alexander membopong Yoana keluar dari kamar mandi, tapi langsung ditahan Yoana di pintu kamar mandi.


"Tunggu!" tangan Yoana memegang pintu kamar mandi.


"Ada apa?" tanya Alexander bingung.


"Bagaimana denganmu?" tanya Yoana menatap Alexander.


"Tubuhku sudah terasa enakan, tidak seperti tadi lagi, maaf aku sudah tidak sopan padamu!" ucap Alexander menatap mata Yoana dengan lekat.


"Tidak, ini bukan salahmu berbuat seperti itu, semua ini karena seseorang ingin menjebak mu untuk mengendalikan mu!" Yoana mengalungkan tangannya ke leher Alexander.


"Ya, kau benar! aku akan memecatnya, dari awal saat dia melamar kerja ke sini, aku sudah agak curiga padanya!" kata Alexander membawa Yoana menuju tempat tidurnya.


"Apa?" Yoana terkejut mendengar apa yang dikatakan Alexander.


Yoana menatap Alexander tidak berkedip, Alexander pemeran utama pria novel yang dibacanya, curiga pertama kali melihat Lili? kenapa bisa? bukankah dia seharusnya tidak mengetahui siapa Lili yang sebenarnya?


Apa yang terjadi? pikiran Yoana tidak tenang, matanya tetap fokus menatap Alexander.


Yoana membiarkan saja dirinya diletakkan Alexander ke atas tempat tidur pria itu, tanpa menyadarinya sama sekali, pikiran dan banyaknya pertanyaan di kepalanya hanya fokus dengan perkataan Alexander tadi.


Alexander mematikan lampu kamar, dan menyalakan lampu di nakas.

__ADS_1


"Ba..bagaimana anda bisa mencurigai Lili?" tanya Yoana masih penasaran, matanya masih terus memandang Alexander.


Alexander naik ke atas tempat tidur, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


"Karena seorang asisten koki tidak perlu di laporkan padaku kalau bekerja untuk bagian dapur Mansion, dan Bibi Koki tidak pernah membawa seorang Pelayan yang akan menjadi bawahannya yang akan bekerja di dapur menghadap padaku!"


Alexander menarik Yoana ke dalam dekapannya, memeluk tubuh Yoana dan kemudian memejamkan matanya.


Oh, ternyata seperti itu! astaga aku sampai curiga mengira dia mengetahui sesuatu, ternyata ada peraturan di Mansion yang tidak perlu dilaporkan pada Alexander.


Pantas saja pada pertemuan pertama kali dengan pemeran utama wanita, Alexander memandangnya dengan penuh arti, ternyata Alexander merasa heran dengan Lili waktu itu.


Yoana akhirnya mengerti kalau Alexander mencurigai Lili, karena Lili sendiri ingin dipertemukan dengan Alexander untuk menarik minat Alexander.


Karena waktu itu Yoana ingat, Lili melemparkan senyuman manisnya pada Alexander untuk menarik perhatian pemeran utama pria tersebut.


Yoana menoleh pada Alexander yang telah memejamkan mata, eh! tiba-tiba Yoana tersadar.


Apa yang terjadi, kenapa aku jadi tidur dengan Alexander? pikir Yoana kebingungan.


"Eh! ke..kenapa aku disini, aku mau turun, aku mau ke kamarku!" Yoana mendorong Alexander untuk keluar dari dekapan pria yang membuat jantung Yoana sekarang menjadi berdebar-debar.


Semenjak tadi Alexander mengungkapkan perasaannya, Yoana menjadi serba salah, karena dia mulai ada perasaan aneh menjalar di hatinya.


"Tubuhmu masih dingin, tidurlah..nanti bisa masuk angin dan demam!" Alexander menarik kembali tubuh Yoana yang mencoba menjauh darinya.


Mendekap kembali tubuh kecil Yoana.


Yoana tidak bisa berkutik, dia tidak tega untuk mendorong tubuh Alexander lagi, terpaksa dia menurut saja membiarkan tubuhnya didekap Alexander.


Beberapa menit mata Yoana tidak bisa terpejam, dia tampak melamun dengan keadaan yang berbalik ini, cinta Alexander akhirnya jadi miliknya.

__ADS_1


Dan, bagaimana dia akan kembali ke dunia nyata? apakah dengan mendapatkan cinta Alexander dia akan seterusnya didalam dunia novel?


Bagaimana ini, Papa..Mama, bagaimana kabar kalian, apakah mereka sekarang sedang mencari ku? bisik hati Yoana dengan perasaan gelisah.


Yoana memandang Alexander yang sudah terlelap, dan Yoana pun mencoba untuk memejamkan mata juga.


Esok hari akan ada masalah lain yang akan mereka hadapi.


Jack akhirnya dipecat, dan Lili juga akan dipecat oleh Alexander.


Yoana yakin Lili akan membuat sandiwara agar Alexander mengasihani dirinya, dan tidak jadi memecat Lili.


Tidak berapa lama Yoana pun akhirnya bisa tertidur juga, dengkuran lembut terdengar dari kerongkongan nya.


Tanpa sadar Yoana merasa tidurnya terasa nyaman, membuat dia begitu pulas tidur.


Alexander yang dari tadi tertidur, perlahan membuka matanya, memandang Yoana dalam dekapannya.


Tangannya perlahan mengelus kepala Yoana, tampaknya dia begitu senang melihat sosok Yoana dalam dekapannya tersebut.


"Yoana, siapakah kau sebenarnya? aku sudah menyelidiki tentang dirimu, latar belakang dan asal-usul mu, tapi aku tidak menemukan siapa dirimu sebenarnya!" gumam Alexander membelai punggung Yoana yang berbalut bath robe.


"Apakah kau diutus oleh seseorang, atau diutus orang tuaku?" gumam Alexander lagi.


Dari awal bertemu Alexander sudah menyuruh Nick menyelidiki tentang Yoana, tapi Nick tidak menemukan indentitas Yoana yang sebenarnya.


Walau Alexander tidak mendapatkan indentitas Yoana sebenarnya, tapi entah kenapa hati nuraninya tidak merasa kalau Yoana berbahaya.


Yang ada rasa yang tidak percaya melihat sosok Yoana yang begitu peduli padanya, membuat kewaspadaan pada dirinya hilang dan yang ada rasa yang begitu nyaman.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2