Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
25. Ini sakit sekali.


__ADS_3

Nick dengan cepat bergegas membawa mobil kembali ke Mansion, dia langsung tahu apa yang telah terjadi pada Alexander.


Sementara Alexander sudah membuka kemejanya, dan melemparkan dasinya sembarangan.


Tangannya meraih Yoana untuk mendekat padanya, meletakkan tangan Yoana ke kulit dadanya yang telah terbuka. Menggesekkan telapak tangan Yoana di sana.


"Nona, apakah anda tahu siapa yang melakukannya?" tanya Nick melirik ke kaca spion, melihat Alexander sepertinya sudah mulai tidak bisa mengontrol dirinya.


"Ya, saya tahu!" kata Yoana dengan suara tercekat, tubuhnya didekap Alexander.


"Yoana!" gumam Alexander serak.


Alexander mengalungkan tangan Yoana masuk kebalik kemejanya yang telah terbuka.


Dan, Yoana membiarkan saja tangannya dibawa Alexander masuk untuk memeluk tubuh Alexander yang telah terbuka.


Menempelkan wajahnya ke dada Alexander.


"Nona, apakah anda tidak apa-apa?" tanya Nick, tampaknya dia khawatir melihat Alexander yang sudah mulai tidak sopan pada Yoana.


"Tidak apa-apa Nick, aku bisa mengatasinya, tubuh Tuan Alexander begitu panas, dia sepertinya nyaman dengan kulit tubuhku yang terasa dingin ke kulit tubuhnya!" kata Yoana.


"Baiklah Nona, aku akan cepat membawa kalian pulang, Tuan Alexander perlu mandi air dingin di dalam bathtub!" sahut Nick, lalu mempercepat laju mobil.


"Nick, jangan terlalu kencang membawa mobilnya, Yoana nanti jatuh!" sahut Alexander, wajahnya mencari leher Yoana, lalu menggesekkan bibirnya di sana.


"Anda harus segera di tangani Tuan, obat yang menyerang ada harus di redakan!" sahut Nick tidak mendengarkan teguran Alexander.


"Ini sungguh tidak nyaman, buka pakaianmu Yoana, aku ingin merasakan kulitmu yang begitu nyaman!" bisik Alexander, tangannya perlahan mencari celah gaun Yoana untuk memasukkan tangannya.


"Tidak Tuan, tahan sebentar! sebentar lagi kita akan sampai!" bisik Yoana, sembari tangannya mengelus punggung Alexander mencoba untuk menenangkan perasaan tidak nyaman Alexander.


Tapi, tindakan Yoana itu kesalahan yang fatal, tubuh Alexander jadi semakin bereaksi dengan elusan tangan Yoana.


Alexander semakin erat memeluk Yoana, menahan sesuatu dibawah tubuhnya yang tiba-tiba dirasakannya membengkak dan sesak.


"Yoana...Yoana! hentikan! ku mohon, aku sudah tidak tahan, sakit sekali!" gumamnya parau semakin mempererat pelukannya.


"Apa yang sakit Tuan?" tanya Yoana dengan polosnya, dia jadi tambah khawatir dengan keadaan Alexander.

__ADS_1


"Di..dibawah, sakit sekali!" geram Alexander membenamkan wajahnya kebalik leher Yoana.


"Sabar Tuan, kita sudah mau sampai!" kata Yoana menepuk-nepuk punggung Alexander dengan lembut.


Dua orang yang tidak punya pengalaman, benar-benar tidak tahu apa yang mereka lakukan, membuat tubuh Alexander yang meradang karena obat perangsang, semakin meradang saja karena bersentuhan dengan tubuh Yoana.


Nick melihat dua orang yang sedang berpelukan di jok belakang, yang tidak sadar dengan tindakan mereka itu membuat Alexander bukannya tenang, tapi semakin parah.


Nick hanya bisa pasrah tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia sedang menyetir.


Akhirnya mobil pun sampai ke Mansion, Nick menghentikan mobil tepat di lobby pintu utama Mansion.


Dengan cepat mematikan mesin mobil, lalu bergegas membuka pintu untuk Alexander dan Yoana.


"Mari ku bantu Nona!" Nick mengambil alih tubuh Alexander, lalu mereka menuntun Alexander masuk kedalam Mansion.


Keadaan Alexander terlihat sudah berantakan dengan kemeja yang sudah terbuka.


Nick membawa Alexander, dan menuntunnya menuju ujung koridor ruang utama Mansion, di sana ada sebuah pintu.


Nick menekan tombol yang ada didekat pintu.


Ternyata pintu tersebut adalah lift khusus menuju kamar Alexander, dan sekarang mereka telah sampai di koridor kamar Alexander dan Yoana.


"Baik Nona!" angguk Nick, menyerahkan dasi Alexander kepada Yoana, kemudian berlalu dari sana.


Yoana membuka pintu kamar Alexander, lalu memapah tubuh Alexander untuk masuk ke dalam kamar.


Menutup pintu kamar dan memapah Alexander untuk masuk ke kamar mandi.


Tapi, tiba-tiba tubuhnya didorong Alexander ke tembok kamar, dan menekan tubuh Yoana ke tembok.


"Tuan!" sahut Yoana terkejut.


"Yoana...tubuhku tidak enak, aku ingin menyentuhmu!" gumam Alexander dengan nafas memburu.


Alexander mencium bibir Yoana, dari tadi dia sekuat tenaga menahan diri untuk berbuat ini.


Alexander memegang kedua tangan Yoana keatas kepala Yoana, menekan kedua tangan itu dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Jantung Yoana berdegup kencang merasakan bibirnya dicium Alexander, ini ciuman pertamanya, dan yang dia tidak percaya ciuman itu di ambil seseorang yang dia kagumi dan dia sayangi sebagai idolanya.


Ciuman Alexander terasa lembut dan panas.


"Yoana, siapa kau sebenarnya, aku begitu terpesona denganmu, aku menyukaimu!" desah Alexander di sela-sela ciumannya.


Jantung Yoana hampir copot mendengar pengakuan Alexander tersebut, lututnya gemetar.


Kesayangannya menyukainya, ini diluar dugaannya, Yoana tidak menyangka rasa cinta Alexander akhirnya dia yang mendapatkan nya.


Jadi, bagaimana dia akan kembali ke dunia nyata, padahal tujuannya untuk mendapatkan jodoh untuk Alexander.


Mengubah alur ceritanya, agar Alexander tidak berakhir menyedihkan dibunuh oleh Lili bersama kekasihnya.


Sekarang Alexander mencintainya, dan ia tidak bisa meninggalkan Alexander, kalau dia meninggalkan Alexander, itu akan membuat tokoh utama akan menjadi lelaki menyedihkan lagi.


Bibir Alexander mengulum bibir Yoana, lalu memasukkan lidahnya ke antara gigi Yoana.


Lidah Alexander bertemu dengan lidah Yoana, dan perlahan Alexander semakin memperdalam ciumannya.


Mengulum lidah Yoana dan memilinnya dengan lembut, tubuh Alexander semakin memanas oleh gairah.


"Yoana, a..aku menyukaimu!" gumam Alexander lagi, dia tidak bisa menghentikan apa yang dilakukannya.


Yoana merasakan gaunnya sudah dilepaskan Alexander.


Oh, tidak! jerit hati Yoana merasakan bibir Alexander turun menelusuri lehernya.


"Tuan, sadarlah..Ayo ke kamar mandi, anda perlu berendam, anda akan menyesali apa yang anda lakukan kalau sudah sadar esok hari, mari ke kamar mandi untuk berendam air dingin!" sahut Yoana dengan suara serak, dia sudah mulai terpengaruh dengan belaian dan ciuman Alexander.


Alexander ternyata mendengar apa yang dikatakan Yoana, dan ia pun menghentikan ciumannya pada leher Yoana.


"Yoana, ini sakit sekali, aku ingin melepaskannya, bagaimana ini!" bisik Alexander meletakkan keningnya di bahu Yoana.


Alexander menarik tubuh Yoana kedalam dekapannya.


"Ayo!" bisik Alexander, akhirnya dia mau untuk berendam.


Yoana merasa lega, Alexander menuruti apa yang dikatakannya.

__ADS_1


Merekapun masuk kedalam kamar mandi.


Bersambung.....


__ADS_2