Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
36. Jangan tinggalkan aku.


__ADS_3

Begitu Alexander dan Yoana meninggalkan aula pesta, terdengar riuh oleh bisik-bisik para undangan pesta.


Mereka membicarakan Ibu Alexander dan wanita yang tadi menghina Alexander.


Ibu Alexander masih terbengong di tempatnya, wanita paruh baya itu masih shock dengan peristiwa yang tidak diduganya tadi.


Matanya menoleh memandang wanita cantik yang tadi akan dia jodohkan pada Alexander, tatapan matanya terlihat tajam melihat wanita itu.


"Ada apa?" tanya wanita cantik itu membalas tatapan Ibu Alexander dengan galak.


Ibu Alexander sekarang baru tersadar wanita macam apa yang akan dijadikannya menjadi menantunya.


Dia sudah salah besar memilih wanita ini untuk jadi istri putranya Alexander.


Ternyata wanita ini seorang perempuan munafik, bermuka dua, untung saja Alexander tidak tertarik sedikitpun dengan pesona wanita itu.


"Aku benar-benar tertipu dengan sopan santun mu yang munafik!" sahut Ibu Alexander dengan nada mencibir.


"Oh ya, aku juga tertipu dengan putramu yang bagaikan monster itu, untung saja dia membuka topengnya, jadi aku bisa melihat wajah aslinya, siapa yang mau menikah dengan pria yang memiliki wajah cacat mengerikan seperti putra anda itu, menjijikkan!" sahut wanita mendengus bergidik ngeri.


"Nyonya, sebaiknya anda jangan meladeni mereka!" bisik Nick disamping Ibu Alexander.


"Terimakasih kau sudah membuka mataku!" sahut Ibu Alexander memandang wanita cantik itu dengan sinis, lalu memandang Ayah wanita itu, "Ke depannya tidak ada kerja sama lagi antara kita dalam apa pun, Nick urus semuanya dengan bersih!"


"Baik Nyonya, akan aku kerjakan!" jawab Nick dengan patuh.


"Ayo kita pulang!" Ibu Alexander melangkah meninggalkan aula pesta yang masih berlangsung.


"A..apa, tunggu! tunggu sebentar, Nyonya Erika..sebentar!" sahut Ayah wanita itu mengejar Ibu Alexander.


Tiba-tiba beberapa Bodyguard menghalangi pria tersebut, dan tidak bisa mengejar Ibu Alexander.

__ADS_1


"Ini semua gara-gara mu, sia-sia semua kerja kerasku, kau memang pembawa sial, apakah sulitnya berpura-pura manis tadi, walau kau tidak menyukainya, setidaknya kau bersandiwara untuk kelangsungan perusahaan kita!" seru pria paruh paruh baya tersebut melotot marah pada putrinya.


Wanita cantik itu termangu ditempatnya, dia tidak menyangka perusahaan Alexander sangat berpengaruh pada perusahaan Ayahnya.


Sementara itu, Yoana membawa Alexander ke luar kota, ke tepi pantai untuk menenangkan diri.


Di sini mereka menikmati angin laut yang terasa menyegarkan menerpa wajah, Yoana merentangkan tangannya lebar-lebar menikmati angin laut yang terasa menyegarkan.


Yoana menghela nafas dengan lega, lalu memejamkan matanya menghirup udara laut.


Dia merasa lega telah menumpahkan amarahnya tadi, bebannya seakan terlepas dari bahunya.


Alexander dari tadi selalu memandang Yoana, rasa kagum dan terpesonanya pada Yoana semakin dalam.


"Lega rasanya, mereka pantas mendapatkannya, tapi Mama mu sungguh tega padamu, dia takut mendapat menantu yang matre, tidak tahu nya..dia sendiri yang memilih calon menantu matre, sungguh ironis!" sahut Yoana.


Yoana menoleh memandang Alexander yang dari tadi memandang terus padanya.


"Dengar...aku tidak suka kalau kau di hina hanya karena bekas luka di wajahmu, itu tidak masuk akal, kau telah mengalami hal yang mengerikan sampai hampir saja merenggut nyawamu, tidak adil rasanya kalau kau menjadi seorang pria yang tidak di anggap lagi!" sahut Yoana menjelaskan kenapa dia begitu marah tadi.


Jantung Alexander semakin berdebar mendengar apa yang dikatakan Yoana, cintanya yang dalam, terasa semakin mendalam saja.


Pesona Yoana sungguh memukau, membuat mata Alexander seakan-akan silau oleh aura yang di pancarkan Yoana.


Perlahan Alexander mendekat pada Yoana, mereka saling memandang satu sama lain dengan lekat.


Tangan Alexander perlahan terangkat mengelus pipi Yoana dengan lembut.


"Yoana, siapa kau sebenarnya..aku tidak menyangka bisa menemukanmu, seorang gadis yang begitu peduli padaku, jangan tinggalkan aku Yoana!" ucap Alexander, lalu menarik tubuh Yoana kedalam pelukannya.


Mendekap Yoana dengan erat, perasaan Alexander begitu bahagia.

__ADS_1


Yoana membalas pelukan Alexander, akankah dia membalas cinta Alexander?


Perasaan Yoana sebenarnya pada Alexander hanya ingin menolong pria itu dari orang yang ingin membunuhnya.


Karena Alexander juga seseorang yang sama seperti yang lain, ingin hidup seperti orang pada umumnya, tidak di kucilkan atau dihina karena luka diwajahnya.


Alexander pria yang tampan dan maskulin, dia layak mendapat seseorang yang setia dan mencintainya dengan tulus.


Yoana merasakan pelukan Alexander semakin erat memeluk tubuhnya, membenamkan wajahnya di balik leher Yoana.


"Yoana, apakah suatu saat kau akan pergi meninggalkan ku?" tanya Alexander dengan nada lemah.


Perasaan Yoana campur aduk mendengar pertanyaan Alexander, dia tidak tahu mau menjawab apa.


"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkanmu!" Yoana tidak sadar menjawab Alexander dengan jawaban diluar kendalinya.


Yoana terkejut dengan jawaban nya, dia merasa lidahnya menjawab diluar kendalinya.


Dia merasa menyesal dengan jawaban nya, karena suatu waktu, bisa jadi dia tidak bisa memenuhi apa yang telah dikatakannya.


Alexander melepaskan pelukannya, lalu memandang Yoana dengan tatapan lembut.


"Terimakasih Yoana!" ucap Alexander, lalu mengecup kening Yoana dengan lembut.


Yoana merasa terharu merasakan kelembutan Alexander.


Sama seperti di plot aslinya, Alexander begitu menyayangi Lili, dan mencintai wanita itu dengan setulus hatinya, tapi pada akhirnya meninggal di bunuh oleh wanita yang sangat di cintainya.


Kini, Yoana lah yang merasakan cinta Alexander dan juga kasih sayang Alexander.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2