
Ternyata karena menunggu Yoana belum kembali dari tadi, Alexander juga telah melewatkan makan siangnya.
Akhirnya mereka pun makan siang bersama.
Sorenya saat mereka pulang kantor sesampai di Mansion, Ibu Alexander sudah menunggu mereka di ruang utama Mansion.
"Alex, Mama ingin bicara berdua denganmu, Mama tunggu diruang kerjamu!" sahut Angeline, Ibu Alexander.
Setelah berkata wanita paruh baya itu langsung berbalik meninggalkan ruangan tersebut.
"Pergilah!" ujar Yoana melepaskan jas Alexander.
Yoana membawa jas Alexander naik ke lantai dua.
Alexander memandang Yoana yang berjalan menuju tangga.
Pria itu menghela nafas panjang, bertepatan Ibunya memanggil dirinya untuk bicara.
Dia sekalian akan bicara juga pada Ibunya mengenai masalah yang mereka hadapi saat ini.
Di ruang kerja Alexander, ibunya tampak sudah duduk di sofa sambil menopang kan satu kakinya pada kaki satu lagi.
Dengan pelan Alexander menutup pintu ruang kerjanya.
"Aku dapat undangan makan malam dari bekas rekan bisnis Papamu, nanti malam aku ingin kau menemani Mama untuk memenuhi undangan itu, hanya kita berdua!" kata Ibu Alexander saat putranya tersebut meletakkan bokongnya di sofa.
"Maaf Ma, kayaknya aku tidak bisa!" ujar Alexander menolak ajakan Ibunya.
"Papamu tidak ada di sini, jadi kau yang bisa menggantikan Papa untuk menemaniku!"
__ADS_1
"Ma, aku rasa kau sudah cukup lama meninggalkan Papa sendirian di pulau, kembalilah temani Papa, tapi kalau Mama tidak ingin kembali lagi ke pulau, setidaknya bawalah kembali Papa kembali pulang...jangan Mama urusi masalah Mansion dan pekerjaan ku!" kata Alexander langsung ke intinya.
Alexander tidak mau lagi berlarut-larut mengulur kemauan Ibunya yang mulai tidak menyenangkan.
Dia bukan anak lelaki berumur dua puluhan lagi, anak lelaki yang dikagumi semua orang karena pewaris sah satu-satunya di keluarga mereka.
Seorang calon miliarder yang kaya raya serta berwajah tampan sempurna.
Sekarang dirinya sudah tidak seperti dulu lagi, wajahnya sudah memiliki cacat, dan sudah menjadi pria dewasa.
Cacat yang di milikinya, bisa membuat Ibunya sendiri sangat takut untuk menatapnya.
Alexander memandang Ibunya yang tengah memandangnya juga, dan mereka saling menatap dalam diam dengan pikiran masing-masing.
"Alexander, dengar kan Mama, kau harus mendengarkan perkataan Mama kali ini, tolonglah!" sahut Ibu Alexander kemudian.
"Alexander, mereka peduli padamu, pembantu pribadi mu itu punya niat jahat!" sahut Angeline mulai kesal pada Alexander.
"Benarkah? apakah Mama belum yakin lagi dengan bukti yang telah Mama lihat?"
"Itu Mama percaya, Lili sudah di pecat dan sudah di usir, kali ini ada info dari yang lain lagi, kalau pembantumu itu punya niat jahat padamu!"
"Siapa yang mengatakannya? apakah Katty pacar nya Reinhard yang mengatakannya pada Mama?" tanya Alexander dengan tatapan menyelidiki memandang wajah Ibunya.
Perkataan Alexander sontak membuat Angeline terkejut, wanita paruh baya itu tidak menyangka Alexander mengetahui pertemuannya dengan Katty.
"A..apa maksudmu, dari mana kau tahu aku bertemu dengan Katty!" sahut Angeline menatap tajam pada Alexander.
"Mama tidak perlu tahu dari mana aku mengetahuinya, yang jelas mereka adalah orang yang sama, Katty adalah pacar Reinhard, dan Reinhard lah yang merekomendasikan Lili untuk bekerja di sini!"
__ADS_1
"Itu tidak mungkin, kau jangan mengatakan sesuatu yang tidak benar Alexander!"
"Terserah Mama menanggapi apa yang kukatakan, tapi yang jelas mereka berupaya untuk menyingkirkan aku terlebih dahulu, baru setelah itu Papa dan Mama!"
Angeline terkejut mendengar apa yang dikatakan Alexander, dia hampir jatuh terduduk mendengar penjelasan Alexander itu.
Apakah benar? pikirnya masih dengan bimbang, tapi ada rasa marah didasar hatinya, kalau dia telah tertipu dengan sikap ramah dan perhatian Katty serta Reinhard padanya.
"Yoana yang mengetahui semua rencana jahat mereka, dan berkat Yoana aku berhasil terhindar dari racun yang hampir saja membunuhku!" kata Alexander dengan tenang.
Ibu Alexander semakin shock saja mendengar penjelasan Alexander, sepertinya kemarin putranya tersebut sudah menjelaskan padanya tentang masalah Alexander yang dijebak Lili dan Jack.
Tapi, saat inilah Angeline baru menyimak dengan benar apa yang dikatakan Alexander.
Kemarin dia tidak begitu tertarik dengan apa yang dijelaskan Alexander mengenai diri putranya itu dijebak.
"Kalau Mama ingin pergi memenuhi undangan teman Papa, pergilah dengan pengawal Mama, aku tidak mau pergi!"
Alexander bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju pintu.
Tapi saat akan membuka pintu, langkah Alexander berhenti.
"Aku tidak perduli apa pun Mama katakan mengenai Yoana, aku tetap mempertahankan Yoana, dia tidak akan tergantikan dengan sepuluh pembantu yang datang menggantikan nya untuk mengurus ku!" kata Alexander dengan tegas.
"Dan satu lagi ku perjelas padamu Ma! Yoana adalah gadis yang kucintai, jangan coba-coba untuk menjebaknya, aku tidak akan pernah memaafkan Mama kalau Yoana mengalami sesuatu hal yang membuat aku marah, dia gadis yang begitu peduli padaku, dan sangat menyayangiku!"
Alexander kemudian membuka pintu, lalu keluar dari ruang kerjanya tersebut, tanpa memberi Ibunya untuk bicara lebih jauh lagi.
Bersambung.....
__ADS_1