Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
29. Barang bukti.


__ADS_3

Saat pintu akan tertutup, tiba-tiba Lili berteriak seraya berlari mengejar Alexander.


"Tidak! tunggu! Tuan aku tidak bersalah, aku tidak terima dipecat begitu saja, aku tidak melakukan apa yang anda katakan Tuan!"


Alexander berhenti melangkah mendengar teriakan Lili, memutar badan memandang wanita yang tampak menangis menyedihkan.


"Aku tidak melakukan apa yang anda katakan tadi Tuan, aku di fitnah!" sahut Lili dengan wajah yang memelas.


"Kau masih menyangkalnya, saat itu kau mengatakan kalau Nick yang menelepon mu untuk membantu Alexander, tapi pada kenyataannya Nick tidak ada menelepon mu, dan lebih mencurigakan kau membawa Alexander untuk masuk ke dalam sebuah kamar Hotel, bukankah seharusnya kau membawa pulang, kenapa malah membawanya ke kamar Hotel?" sahut Yoana.


"Ka..kau mengarang cerita, kau bohong! kau memfitnah aku!" teriak Lili tidak mengakui apa yang dikatakan Yoana, dia mencoba memutar balikkan fakta, agar Yoana yang disalahkan.


"Walau aku tidak terlalu sadar waktu itu, tapi aku masih tahu siapa saja orang yang bicara denganku, dan aku masih setengah sadar saat aku mendengar suaramu yang mengatakan kalau Yoana ada didalam kamar hotel itu menungguku!" sahut Alexander angkat bicara untuk memperjelas apa yang dikatakan Yoana tadi.


Sontak Lili terkejut mendengar apa yang dikatakan Alexander, wajahnya jadi pucat, dia tidak menyangka Alexander ingat apa yang dikatakannya malam itu.


"Ta..tapi Tuan, itu tidak benar, Yoana yang mencoba menjebak anda!" sahut Lili masih tetap membela diri.


"Apa aku perlu menunjukkan buktinya padamu kalau kau lah yang melakukannya?" sahut Yoana menatap Lili dengan tajam.


Yoana sudah meminta pada Nick untuk memeriksa cctv dari pihak Hotel, dan Nick dengan cepat mendapatkan rekamannya.


Lili sontak terdiam mendengar apa yang dikatakan Yoana, apa dia mengetahui sesuatu? aku kan sudah membereskan barang bukti saat melakukannya, dan aku juga sudah menyogok pihak pengurus Hotel! pikir Lili.


"Aku yakin pasti barang bukti yang akan kau tunjukkan itu semuanya palsu, jangan percaya padanya Tuan!" sahut Lili dengan suara yang mengiba pada Alexander.

__ADS_1


Yoana berjalan menuju meja kerja Alexander, lalu mengambil sesuatu dari saku celana jeans nya, sebuah flashdisk.


Yoana membuka komputer Alexander, dan memasukkan flashdisk ke komputer, lalu tangannya dengan cepat mengetik password komputer Alexander.


Yoana tanpa sadar membuat Alexander terkejut dengan tindakannya tersebut, mengetahui password komputer Alexander.


Seingat Alexander, dia belum memberitahukan kode password nya kepada siapapun.


Yoana memperlihatkan layar komputer ke hadapan semua orang yang ada di depan meja Alexander, menunjukkan rekaman cctv Lili berbicara dengan salah satu Pelayan Hotel, terlihat dalam rekaman Lili menyerahkan sesuatu kepada Pelayan tersebut.


Memasukkan benda itu kedalam satu gelas anggur, lalu Pelayan itu pergi membawa gelas anggur tersebut.


Bagaimana rekaman itu bisa sampai ditangan gadis sialan ini! aku kan sudah menyuruh staf Hotel untuk menyingkirkan cctv itu! bisik hati Lili tidak bisa berkata lagi untuk membela diri.


Tangannya dia kepal dengan erat, dia benar-benar sangat kesal, sudah sejauh ini usahanya sia-sia, untuk menyingkirkan Yoana sudah diusahakan Jack, tapi tidak berhasil juga.


Dan, Alexander menerima gelas anggur yang ditawarkan Pelayan itu, meminumnya sedikit sambil melanjutkan obrolannya dengan rekan bisnisnya tersebut.


Selang lima menit, tampak Alexander mabuk dan sedikit Limbung, saat hampir jatuh seorang wanita berlari menghampiri Alexander.


Tapi dengan cepat tangan Alexander mengibaskan tangannya, menghalau wanita itu yang tidak lain adalah Lili untuk menjauh dari dirinya.


Sesaat terlihat Lili bicara pada Alexander, lalu pergi dari sana, dan kemudian di susul oleh Alexander berjalan dengan sedikit limbung.


Rekaman selanjutnya tampak Alexander naik tangga dengan berpegangan dengan penyangga tangga, diatas tangga Lili menunggu Alexander untuk sampai ke atas.

__ADS_1


"Bukankah itu kau?" sahut Yoana dengan tajamnya pada Lili.


"I..itu, a..aku...!" Lili kebingungan ingin mengatakan sesuatu untuk membela diri.


Suara para Pelayan yang masih ada didalam ruang kerja Alexander, terdengar saling berbisik satu sama lain.


Mereka tidak mempercayai, Lili pelayan yang baru bekerja di Mansion Alexander bisa berbuat jahat ingin menjebak Majikannya sendiri.


Sontak Lili kembali berlutut di lantai menundukkan wajahnya dalam-dalam, tubuhnya gemetar begitu gugupnya.


"Pergilah, aku tidak ingin melihatmu lagi, jangan mencoba membuat wajah memelas, aku tidak terpengaruh sedikitpun!" sahut Alexander dengan datar.


Lili yang sedang memutar otaknya untuk dikasihani Alexander, terpaksa mengurungkan niatnya begitu mendengar perkataan Alexander tersebut.


Nick memberikan cek untuk pesangon dan gaji Lili.


"Pergilah, kemasi barangmu!" ujar Nick.


Tangan Lili semakin terkepal menahan diri untuk berlari menghampiri Yoana, dan memberi Yoana satu tamparan, dia sangat kesal pada Yoana yang mengacaukan segalanya.


"Ayolah, jangan terlalu kejam pada wanita, apa kau tidak kasihan melihatnya berlutut seperti itu, lagi pula kau tidak kenapa-kenapa kan, biarkan saja dia bekerja lagi denganmu!" sahut sepupu Alexander memandang Alexander.


"Sudah ku katakan padamu, kalau kau kasihan padanya, kau bawa saja untuk bekerja padamu!" sahut Alexander tidak terpengaruh dengan perkataan sepupunya tersebut.


"Ya benar sekali, bukankah anda sedang mencari seorang Sekretaris, anda bisa merekrutnya, dan dia sangat cocok dengan kriteria yang anda cari, dia bisa anda gunakan untuk melakukan apa yang ingin anda inginkan!" sahut Yoana menyetujui apa yang dikatakan Alexander.

__ADS_1


Sepupu Alexander tertegun memandang Yoana, bagaimana dia tahu aku mencari seorang Sekretaris? pikirnya memandang Yoana tidak berkedip.


Bersambung.....


__ADS_2