
Ruangan terasa hening, semua orang yang ada dalam ruangan tersebut terdiam melongo melihat berkas yang di robek sepupu Alexander.
Ibu Alexander kembali shock, ternyata dia yang bodoh, bisa di provokasi, dan tidak mempercayai putranya sendiri.
Ibu Alexander menghempaskan bokongnya ke sofa, tubuhnya lemas, dia lebih mempercayai apa yang dikatakan orang lain dari pada putra kandungnya sendiri.
Sejak kapan dia jadi tidak menyukai putranya sendiri, dan bahkan tidak suka berbicara terlalu lama.
Itu di mulai saat mereka mengalami kecelakaan, waktu itu Alexander masih berumur dua puluh tahun.
Mereka bertiga akan pergi berlibur, saat itu mereka bertiga naik mobil menuju bandara.
Ibu Alexander pada awalnya tidak menyukai sopir yang direkomendasikan Alexander.
Teman sekampus Alexander memiliki seorang Ayah yang sedang mencari pekerjaan, dan Alexander bermurah hati memohon pada Ayahnya untuk mempekerjakan Ayah temannya tersebut menjadi sopir mereka.
Pada peristiwa kecelakaan itu, Ibu Alexander langsung menyalahkan Alexander karena mempekerjakan seorang sopir yang kurang berpengalaman.
Dan, kecelakaan itu semua di limpahkan Ibu Alexander kepada Alexander, kalau tidak mempekerjakan sopir itu, mereka pasti tidak akan kecelakaan.
Sejak saat itu, apa pun yang dikatakan Alexander, Ibunya tidak pernah mau dengar, maupun percayai.
__ADS_1
Yang ada, Ibu Alexander semakin tidak menyukai putranya tersebut, apa lagi saat melihat luka di wajah Alexander, ingatannya langsung mengingat kejadian pada kecelakaan tersebut.
Dan, di sini dia tidak menyangka rasa bencinya kepada putranya, membuat dia menjadi orang tua yang lebih mempercayai kebohongan orang lain.
Alexander diam saja tidak memberi komentar melihat sepupunya itu merobek bukti yang di berikan Yoana, tidak ada gunanya untuk menjelaskan kepada Ibunya, karena Alexander sadar Ibunya tidak akan mendengarkan nya.
Sementara Ibunya sudah langsung mengerti dengan cara keponakannya merobek bukti tersebut, ternyata apa yang dikatakan pembantu pribadi putranya itu benar adanya.
Keponakannya panik kebohongan nya tersingkap, jadi dengan cepat merobek berkas tersebut.
"Saya masih punya bukti lain walaupun anda merobek berkas itu!" sahut Yoana pada sepupu Alexander, lalu menunjukkan sebuah flashdisk di tangannya.
Dan, sontak membuat wajah sepupu Alexander dan Lili terkejut melihat flashdisk di tangan Yoana.
"Terserah anda mengatakan apa pun, yang jelas dalam flashdisk ini kalian sudah merencanakan akan melenyapkan Alexander, dengan cara mempekerjakan Lili agar dapat memikat hati Alexander terlebih dahulu!" kata Yoana dengan nada yang tenang.
Yoana memberi kode pada Nick.
Nick dengan sigap mengambil laptop dan menaruhnya ke atas meja di depan Ibu Alexander.
Nick membuka laptop, lalu membuka sebuah file, dan di layar laptop tampak sebuah video rekaman cctv yang membuat Ibu Alexander membeku di tempatnya.
__ADS_1
Yoana sebelumnya sudah memberikan petunjuk pada Nick agar menyelidiki sepupu Alexander dengan mengingat plot cerita aslinya.
Dan Nick meminta bantuan pada seseorang yang handal dalam mencari data cctv yang sudah di hapus.
Dan, sungguh luar biasa, mereka akhirnya mendapatkan apa yang mereka cari.
Nick semakin bersemangat mendengarkan arahan apa lagi yang akan di perintahkan Yoana.
Sepupu Alexander semakin panik melihat rekaman cctv yang berhasil didapatkan Yoana, dengan cepat tangannya menutup laptop tersebut, agar tidak menampilkan apa lagi yang telah dia lakukan saat terekam cctv.
Ibu Alexander melotot pada keponakannya itu, lalu dengan cepat bangkit dari sofa.
"Sungguh lancang kau! ternyata memang benar kau ingin berbuat curang! melakukan berbagai cara agar dapat mengambil alih harta suamiku, aku benar-benar sungguh bodoh kenapa bisa mempercayai mu!" sahut Ibu Alexander dengan kencang.
Yoana tersenyum melihat Ibu Alexander akhirnya bisa mempercayai kalau sepupu Alexander berniat jahat pada Alexander.
Dan, Alexander juga puas melihat ekspresi wajah Ibunya yang memarahi sepupunya itu.
"Baiklah, saya rasa tidak perlu lagi menjelaskan lebih banyak lagi tentang kejahatan yang telah kalian lakukan, karena kalian tetap akan menyangkalnya, jadi kami pergi dulu, mau istirahat, ini sudah malam! permisi!" kata Yoana seraya memegang tangan Alexander, lalu menarik pria itu dari ruangan tersebut.
Alexander dengan wajah senang membiarkan saja tangannya di tarik Yoana.
__ADS_1
Bersambung.....