
Setelah selesai sarapan, Alexander membawa Yoana berjemur di balkon kamarnya.
"Sepertinya hari ini kau jangan pulang dulu, tubuhmu masih lemah dan pasti masih sakit, aku juga tidak ke kantor hari ini!" ujar Alexander saat meletakkan tubuh Yoana dengan perlahan ke atas kursi malas balkon.
"Baiklah, kau Bos nya, aku hanya ikut apa kata Bos saja!" kata Yoana tersenyum kecil.
Alexander mengelus kepala Yoana mendengar apa yang dikatakan gadis itu.
Mereka kemudian berjemur sambil berbaring menikmati sinar matahari menyinari balkon.
Sekitar setengah jam mereka berbaring untuk menghangatkan diri di balkon, Alexander membawa kembali Yoana ke dalam kamar.
"Beristirahat lah sebentar, aku keluar dulu menemui Nick, dia sudah mendapatkan informasi mengenai kejadian tadi malam, tunggu aku!" Alexander mengecup kening Yoana dengan lembut.
"Baiklah" Yoana menganggukkan kepalanya menurut.
Alexander meninggalkan Yoana untuk beristirahat di kamarnya.
Yoana merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur yang sudah rapi. Tadi Alexander membersihkan kamar sebelum mereka berjemur di balkon.
Yoana memandang langit-langit kamar Alexander dengan lekat, pikirannya melayang mengenai kejadian yang semakin membingungkannya.
Kejadian mengenai Alexander di beri obat perangsang, masih sama dengan yang di novel, tapi kali ini dosisnya begitu kuat.
Sepertinya orang tersebut begitu tidak sabaran ingin mendapatkan Alexander, dan menjadikannya menjadi bonekanya.
Yoana memiringkan tubuhnya, tangannya perlahan mengelus tempat dimana Alexander berbaring.
Aroma tubuh Alexander begitu terasa, membuat Yoana ingin memeluk Alexander, membenamkan wajahnya ke dada kekar itu dan menghirup aromanya dalam-dalam.
Yoana kembali memposisikan tubuhnya telentang, menatap langit-langit kamar Alexander.
Yoana merasa bosan.
Gadis itu bangkit dari berbaringnya, dia ingin berkeliling kamar Alexander, melihat-lihat isi kamar Alexander.
Yoana masuk ke dalam walk in closet, melihat pakaian Alexander yang tersusun tidak rapi.
Ini pasti karena Alexander tidak mengijinkan pelayan wanita membersihkan kamarnya.
Peristiwa mengenai seseorang menaruh kamera tersembunyi di kamarnya, membuat Alexander mencurigai semua pelayan di Mansion nya.
Tangan Yoana terasa gatal ingin merapikan pakaian-pakaian Alexander yang tidak tersusun rapi tersebut.
Gadis itu sangat suka dengan kebersihan dan kerapihan, jadi dia merasa tidak tahan melihat tempat yang tidak rapi.
__ADS_1
Yoana akhirnya merapikan lemari pakaian Alexander, menyusun setiap pakaian yang tergantung hanger menurut jenisnya.
Bagian kemeja di gantung di satu tempat, celana, jas, dan t-shirt, masing-masing pada tempatnya menurut jenis pakaiannya.
Begitu juga dengan bagian dasi, pakaian dalam, dan sabuk pinggang.
Yoana merasa puas melihat walk in closet Alexander terlihat begitu rapi, walau masih ada bagian lemari lainnya yang masih kosong.
Yoana merasa Alexander kelebihan memesan lemari pakaian, hingga beberapa lemari terlihat kosong melompong.
Setelah terlihat rapi dan bersih, Yoana keluar dari walk in closet.
Kamar Alexander terlihat begitu luas karena tidak memiliki banyak barang dekorasi.
Yoana duduk di pinggir tempat tidur, lalu tangannya menyentuh lemari kecil di samping tempat tidur Alexander.
Tangannya dengan iseng menarik laci lemari, ingin melihat apa yang di taruh Alexander di sana.
Tampak tiga macam obat di dalam laci lemari. Yoana mengambil obat tersebut, melihat obat apa saja yang ada di dalam laci tersebut.
Obat flu, obat alergi dan obat tidur.
Apakah Alexander mengalami kesulitan tidur? pikir Yoana.
Yoana mengembalikan obat tersebut ke dalam laci, menyusunnya seperti semula.
Dia merasa pernah melihat buku itu, tapi di mana? pikir Yoana seperti familiar.
Tangannya terulur untuk meraih buku tersebut, Yoana begitu penasaran dengan buku itu.
Tubuh Yoana membeku di tempatnya, begitu buku tersebut dengan jelas dilihatnya dalam pegangannya.
Pintu kamar terdengar di buka seseorang, Alexander ternyata telah selesai berbicara dengan Nick.
"Sayang!" panggil Alexander berjalan mendekati Yoana yang tengah terpaku menatap buku yang sedang di pegangnya.
Alexander berdiri di depan Yoana.
"Ada apa sayang? kenapa wajahmu begitu serius melihat buku novel itu?" tanya Alexander melihat wajah Yoana yang terlihat begitu tegang.
"Kenapa buku ini ada disini?" tanya Yoana dengan wajah terkejut.
"Kenapa sayang, itu novel yang pernah ku baca sebelum aku sering bermimpi bertemu denganmu!" kata Alexander, lalu meraih buku novel yang di pegang Yoana.
Sontak wajah Yoana memandang Alexander dengan wajah dan mata yang terlihat begitu kaget luar biasa.
__ADS_1
"Ini buku novel milikku, buku yang sering kubaca, sampai terakhir kali aku masuk kedalam alur ceritanya!" sahutnya menatap wajah Alexander dengan mata terbelalak tidak percaya dengan apa yang di katakan Alexander barusan.
"Apa? tidak mungkin sayang, novel ini sudah lama ada padaku, sudah hampir dua tahun yang lalu aku memiliki novel ini!" ujar Alexander tidak kalah terkejutnya dengan apa yang dikatakan Yoana.
Yoana meraih kembali novel tersebut dari tangan Alexander.
"Lihat!" Yoana membuka buku tersebut, dan memperlihatkan nama dan tanda tangan Yoana di sudut paling bawah, dia bagian akhir buku itu.
Yoana Aiden.
Dan tanda tangan Yoana, serta tanggal kapan gadis itu membeli novel tersebut, di sebuah toko buku terlengkap di kota mereka.
Mata Alexander berkedip tidak percaya dengan apa yang dibaca dan dilihatnya itu.
Benar sekali! itu nama Yoana.
Alexander baru tersadar, begitu Yoana mengatakan itu adalah buku novel miliknya, setelah membaca nama Yoana di sudut lembar terakhir novel tersebut.
Alexander memang pernah membaca nama itu, tapi dia merasa kalau itu adalah nama pemeran utama wanita dalam novel tersebut.
Apa maksudnya ini, mereka membaca novel yang sama tapi berbeda waktu, dan sama-sama merasakan masuk ke dalam dunia novel.
"Dari mana kau mendapatkan novel ini?" tanya Yoana.
"Aku menemukannya di ruang baca hampir dua tahun lalu, aku begitu tersentuh dengan ceritanya yang sangat mirip dengan kehidupan ku, dan gadis yang bernama Yoana di dalam cerita novel ini sangat ku kagumi!" jawab Alexander.
"A..apa?!"
Yoana dengan cepat membolak-balikan lembar demi lembar sembari membacanya dengan cepat.
Pemeran utama wanita nya bernama Yoana? tidak mungkin! pikir Yoana dengan cepat membaca bagian pemeran utama wanita.
Tangan Yoana terlihat gemetar membaca namanya tertera di dalam novel tersebut, dan bagian akhir cerita yang sangat menyedihkan.
Yoana di tabrak mobil, dan kemudian meninggal dalam dekapan pemeran utama pria.
Novel yang sama tapi alur ceritanya berbeda.
Ini adalah novel yang sering di bacanya, Yoana tahu alur ceritanya mengenai Alexander di bunuh oleh istri yang sangat di cintainya.
Tapi, kenapa novel yang sama, yang sering di bacanya jadi berbeda ceritanya dengan yang di baca Alexander.
Apa maksudnya semua ini? a..apakah, ada sebuah rahasia antara kami berdua? a..apakah ada seseorang yang menginginkan kami berjodoh?
Segala macam pertanyaan menghinggapi pikiran Yoana.
__ADS_1
Bersambung.....