Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
34. Luka di balik topeng Alexander.


__ADS_3

Yoana memandang Alexander dan Ibunya berbaur dengan para undangan.


Sekarang dia di sini, pesta pertunangan bisnis rekan bisnis Ayah Alexander.


Ibu Alexander awalnya tidak mengijinkan Yoana untuk ikut ke pesta tersebut, tetapi Alexander mengatakan tidak akan pergi kalau Yoana tidak ikut.


Terpaksa dengan wajah yang tidak senang, Ibu Alexander mengijinkan Yoana untuk ikut dengan mereka.


Dan, di sinilah Yoana berdiri bersama Nick memandang Alexander bersama Ibunya mengobrol bersama dengan beberapa mantan rekan bisnis Ayah Alexander, yang sekarang menjadi rekan bisnis Alexander.


"Aku merasa ada seseorang menghasut Ibu Alexander!" sahut Yoana dengan suara pelan pada Nick yang berdiri tidak jauh disampingnya.


"Siapa kira-kira yang anda curigai Nona?" tanya Nick, matanya sama seperti Yoana memandang majikannya yang tengah mengobrol diantara rekan bisnisnya.


Nick dari awal saat mengenal Yoana, merasa kalau gadis itu memiliki indera yang tajam, dan Nick merasa Yoana gadis yang pintar.


"Mungkin Jack, pria itu pelayan yang sudah lama dikenal Ibu Alexander, jadi bisa jadi dia menyebarkan berita palsu, dan memfitnah ku agar keluar dari Mansion!" kata Yoana.


"Apakah anda ingin saya menyelidikinya Nona?" tanya Nick.


"Ya, kalau anda tidak keberatan Nick!"


"Tidak masalah Nona, keselamatan Tuan Alexander lebih utama, dia Bos yang baik dan layak untuk dilindungi!" kata Nick.


Yoana menoleh memandang Nick, dia tahu Nick adalah Asisten Alexander yang setia dan selalu melindungi Alexander.


"Terimakasih Nick!"


"Sama-sama Nona!"


Yoana kembali memandang ke arah Alexander dan Ibunya, dan Yoana melihat seorang wanita cantik tengah berbincang dengan Ibu dan putra tersebut.


Yoana melihat Alexander memandang ke arahnya, dan terlihat gelisah merasa tidak nyaman di antara Ibunya dan wanita cantik itu.

__ADS_1


"Tuan tampaknya tidak menyukai wanita cantik itu!" sahut Nick yang ternyata mengetahui juga gestur tubuh Alexander yang tidak nyaman.


"Apakah wanita itu Selena?" tanya Yoana memandang wanita cantik tersebut.


"Mungkin!" jawab Nick kurang yakin.


Yoana mengamati wanita cantik yang mengobrol dengan Alexander, wanita itu tampak selalu tersenyum manis sepertinya ingin membuat Alexander terpikat padanya.


Sementara yang dipikat selalu saja mencuri pandang ke arahnya.


Yoana melihat wanita itu mencoba ingin menyentuh tangan Alexander, dan itu membuat Yoana merasa tidak suka.


Yoana mengedipkan matanya, merasa tidak percaya dengan perasaan aneh yang tiba-tiba datang pada dirinya.


Apa itu tadi? pikir Yoana mencoba mengingat kembali perasaan hatinya yang tiba-tiba merasa tidak enak.


Yoana memandang lagi ke arah Alexander, melihat wanita cantik yang masih terus tersenyum manis pada Alexander.


Dan, mencoba untuk menyentuh tangan Alexander sambil mengobrol di barengi senyuman manisnya, yang sepertinya senyuman palsu.


"Tuan merasa tidak nyaman Nona, bagaimana kalau anda pergi untuk menolong Tuan Alexander agar tidak berdekatan dengan wanita itu!" sahut Nick, pria itu juga merasakan kalau Alexander semakin tidak nyaman.


"Baiklah!" jawab Yoana.


Yoana kemudian melangkah menuju arah kumpulan beberapa orang yang tengah mengobrol tersebut, langsung berjalan mendekat pada Alexander.


Alexander yang tadi merasa gelisah, langsung merasa tenang saat Yoana berdiri disampingnya.


Tangan Alexander meraih tangan Yoana, menggenggam tangan gadis itu dengan erat, dan tidak peduli dengan tatapan Ibunya dan wanita cantik yang mencoba mencari perhatian Alexander.


Mata Ibu Alexander melotot memandang Yoana, ia benar-benar tidak menyukai kelancangan Yoana yang datang tiba-tiba di antara mereka.


"Kenapa kau datang kemari? kau tidak punya sopan santun, kau hanya seorang asisten, sungguh lancang kau mencari perhatian pada majikanmu, pergi!" sahut Ibu Alexander marah.

__ADS_1


"Mama, kau jangan marah pada Yoana, aku yang menyuruh dia datang kemari, aku tidak nyaman dengan wanita yang mencoba mencari perhatianku dengan pesona yang palsu!" sahut Alexander memandang Ibunya yang melotot marah pada Yoana.


"Apa maksudmu, siapa yang mencoba mencari perhatianmu, dia wanita yang akan menjadi tunanganmu, kau tidak boleh mengatakan seperti itu!" sahut Ibu Alexander tidak senang dengan apa yang dikatakan Alexander.


"Sudah kukatakan aku tidak mau dengan wanita manapun, aku hanya mau Yoana!" kata Alexander dengan tenang, tangannya semakin erat menggenggam tangan Yoana.


"Apa maksudnya ini?" seorang pria seumuran Ayah Alexander datang mendekat mendengar perdebatan Alexander dengan Ibunya.


"Papa..!" wanita cantik itu dengan suara memelas menghamburkan dirinya ke pelukan pria tersebut.


"Tidak ada apa-apa, hanya salah paham saja, putraku tidak berniat untuk menyakiti putri anda!" sahut Ibu Alexander sembari tersenyum mencoba menenangkan suasana yang jadi tegang, karena Yoana yang tiba-tiba datang berdiri disamping Alexander.


"Tidak ada ke salah pahaman, aku sudah mempunyai seseorang yang aku sukai, jadi aku tidak ingin menjalin suatu hubungan dengan putri anda!" sahut Alexander dengan nada yang tenang dan serius.


"Apa?" pria paruh baya itu terkejut dengan apa yang dikatakan Alexander.


Niat ingin menjodohkan putrinya dengan Alexander dan mendapatkan dukungan bisnis dari Alexander jadi gagal total.


"Tidak! aku tidak merestui mereka, aku hanya merestui putri anda Selena menjadi istri putraku!" sahut Ibu Alexander.


"Aku hanya menginginkan Yoana yang menjadi istriku!" Alexander tidak membiarkan Ibunya berbuat sesuka hati menentukan pasangan hidupnya.


"Alexander!" teriak Ibunya marah, wanita paruh baya itu melotot memandang putranya tersebut.


Alexander merasa kalau Ibunya semakin menjadi-jadi berbuat sesuka hati mengatur kehidupannya, seakan dirinya masih seorang anak yang masih kecil.


Tangan Alexander dengan cepat menanggalkan topeng yang menutupi wajahnya, dan menunjukannya kepada wanita dan orang tua wanita cantik itu.


"Aaa...!" tiba-tiba wanita cantik itu menjerit ketakutan melihat wajah cacat Alexander.


Dan pria paruh baya itu juga sontak tercekat melihat wajah tampan Alexander yang memiliki cacat, dia tidak menyangka dibalik topeng Alexander tersebut ternyata terdapat bekas luka yang mengerikan.


Ibu Alexander jadi kalang kabut melihat tindakan Alexander tersebut, dia sendiri tercekat melihat wajah Alexander.

__ADS_1


Peristiwa kecelakaan itu membuat Ibu Alexander kembali teringat, dan membuat tubuhnya gemetar melihat bekas luka di wajah Alexander.


Bersambung.....


__ADS_2