Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
28. Aku mau dia.


__ADS_3

Esoknya Alexander mengumpulkan beberapa Pelayannya di ruang kerjanya, termasuk Lili.


Nick dan Yoana berdiri dibelakang Alexander, ikut menyaksikan apa yang akan Alexander lakukan kepada para Pelayan Mansion.


Semua terlihat bingung kenapa mereka dipanggil ke ruang kerja Alexander, mereka saling melirik penuh tanda tanya.


Alexander memandang satu persatu Pelayannya yang terlihat gugup, menundukkan kepala tidak berani memandang Alexander.


"Di antara kalian selama bekerja disini, apakah ada yang lancang mengambil alih pekerjaan rekan kalian yang lainnya?" tanya Alexander setelah beberapa menit ruangan itu terasa hening.


Semua mematung ditempatnya, tidak mengerti apa yang dikatakan Alexander.


Alexander memandang para Pelayan itu menunggu jawaban dari mereka, yang terlihat saling pandang satu sama lain sambil memberikan isyarat, apa maksud dari Tuan mereka.


Sementara Lili di ujung barisan para Pelayan itu sudah langsung mengerti apa yang dimaksudkan Alexander, dan dia diam saja ditempatnya.


Sengaja tidak memberi respon dengan pertanyaan Alexander tersebut, dia menunduk seolah tidak terpengaruh dengan pertanyaan Alexander.


"Tidak ada?" tanya Alexander memandang satu persatu para wanita yang berdiri memakai seragam Pelayan didepannya.


Tidak ada yang menjawab, semua diam.


"Baiklah, kau siapa namamu? kau dipecat!" Alexander mengacungkan telunjuknya kearah ujung barisan Pelayan itu.


Sontak semua menoleh melihat telunjuk Alexander mengarah ke mana, dan semua kaget melihat Lili yang masih menunduk.


Sementara Lili merasa kalau semua mata mengarah kepadanya, saat dia mengangkat wajahnya, matanya terbelalak ternyata dia yang dipecat Alexander.


"Siapa namamu?" tanya Alexander dengan nada yang datar dan dingin, dan raut wajahnya juga terlihat begitu datar memandang Lili.


"Sa..saya Lili Tuan, apa salah saya, kenapa anda memecat saya?" tanya Lili dengan suara yang menyedihkan dan raut wajah yang begitu kasihan.


"Aku tidak butuh kau bekerja lagi di rumahku, mulai hari ini kau dipecat!" kata Alexander tanpa rasa iba.


"Tuan, apa salahku!" Lili tiba-tiba berlutut ke lantai, "Tolong jangan pecat aku Tuan, aku merasa tidak punya salah, kenapa anda memecat saya!"


"Kenapa kau semalam ada di pesta rekan bisnisku, dan kau bisa memasukkan sesuatu ke dalam gelas anggur yang ku minum!"


"Tidak Tuan, saya tidak pergi ke pesta semalam, saya...!"

__ADS_1


"Apa kau pikir aku buta, jelas-jelas kau datang dan mencoba membawaku masuk ke dalam kamar Hotel! aku tahu semua yang kau lakukan!" sahut Alexander dengan tajam dan datar.


"Astaga..!" para Pelayan terperanjat mendengar apa yang dikatakan oleh Alexander.


Semua mata memandang Lili, mereka sampai menganga tidak percaya, Lili pembantu yang baru bekerja di Mansion sudah lancang berbuat tidak pantas kepada Majikannya sendiri.


"Tidak menyangka ternyata dia ada niat tertentu bekerja disini!"


"Iya, benar sekali, untung aku kemarin tidak menuruti ajakannya untuk pergi keluar, ternyata dia pergi ke pesta yang dihadiri oleh Tuan Alexander!"


"Astaga, tapi kenapa dia tidak mengakui apa yang dilakukannya!"


"Mana ada pencuri mengakui perbuatannya kalau tidak ada bukti yang memberatkan apa yang dilakukannya!"


"Iya, kau benar, mungkin dia melakukannya tidak sendirian!"


"Banar, pasti dia ada yang membantu untuk melancarkan kejahatannya!"


Tok! tok! tok!


Pintu ruang kerja Alexander ada yang mengetuk, lalu pintu perlahan terbuka. Tampak seorang pria masuk kedalam ruang kerja Alexander dengan senyuman yang mengembang.


"Ada apa kau datang kemari, tumben! sudah lama kau tidak pernah datang kemari, ini kenapa tiba-tiba datang tanpa ada pemberitahuan lebih dahulu!" sahut Alexander dingin, dia dan pria yang baru masuk adalah sepupu Alexander yang nyaris tidak pernah saling bicara dengan Alexander.


"Aku rindu melihatmu, sudah lama kita tidak mengobrol!"


"Aku tidak ada waktu, pergilah!" sahut Alexander tidak berminat untuk mengobrol dengan sepupunya tersebut, Alexander merasa heran dengan pria itu, bisa-bisanya muncul di saat ada masalah di Mansion nya.


Sudah lama mereka tidak bicara, kalau tidak salah saat Alexander berumur dua puluh lima tahun setelah Alexander lepas dari trauma kecelakaan yang di alaminya.


Pria itu, sepupunya pertama kali bicara padanya membahas akan ikut membantu Alexander untuk mengurus perusahaan yang ditinggalkan oleh Ayah Alexander.


Dan dengan tegas Alexander menolak apa yang dikatakan sepupunya itu, setelah itu mereka tidak pernah berkomunikasi lagi.


Tiba-tiba dia datang ke rumah Alexander, tentu saja ini membuat Alexander merasa aneh dengan kedatangan pria itu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.


"Hei, apa yang kau lakukan dengan pembantumu, kau kejam sekali membiarkan seorang wanita berlutut dilantai!"


"Kau kasihan padanya? bawalah dia menjadi Pelayan di rumahmu, aku tidak membutuhkan dia lagi!" sahut Alexander datar.

__ADS_1


"Hei, tenang Alex, jangan langsung marah seperti itu, aku kan mengatakan yang sebenarnya, kau sungguh Majikan yang mengerikan, begitu kejam bicara seperti itu dihadapan semua Pembantumu, dan kau juga tidak memakai topengmu berhadapan dengan para Pembantumu, apa kau tidak tahu wajahmu itu membuat orang lain takut?"


Yoana yang berdiri disamping Alexander merasa kesal dengan apa yang dikatakan oleh sepupu Alexander tersebut.


Yoana kenal dengan pria itu, dalam plot cerita aslinya, sepupu Alexander itu adalah salah satu yang berusaha ingin menyingkirkan Alexander juga.


Dia pria licik yang membuat Alexander depresi, dengan memanfaatkan keadaan nya yang takuti orang karena cacatnya.


"Anda sungguh lancang bicara seperti itu kepada sepupu anda sendiri, anda mengatakan kalau anda rindu pada Alexander, tapi anda malah menghinanya, bukan menghiburnya!" sahut Yoana tidak tahan lagi mendengar perkataan sepupu Alexander tersebut.


"Wah, ternyata sudah ada pendukung mu, bukankah dia asisten pribadimu, aku mau dia saja yang menjadi pembantu di rumah ku!" sahut sepupu Alexander dengan senyuman mengembang memandang Yoana dengan tatapan berbinar.


Wajah Alexander langsung menggelap mendengar apa yang dikatakan oleh sepupu nya itu, di kepalkannya tangannya dengan erat.


"Keluarlah, kalau kau ingin bicara denganku, tunggu aku diruang baca ku!" sahut Alexander mencoba menahan emosinya.


"Apakah kau tidak mau memberikan gadis itu sebagai pembantuku!"


"Aku membutuhkan dia, kinerjanya sangat bagus, dan dia adalah asisten pribadiku, kalau kau mau wanita itu saja bawa jadi pembantu mu!" tunjuk Alexander dengan mengangkat dagunya menunjuk Lili.


"Aku mau dia!" sahut sepupu Alexander menunjuk Yoana.


Prangg!


Alexander melempar gelas ke lantai, dia benar-benar sudah tidak bisa menahan emosinya.


"Nick!" sahut Alexander.


"Baik Tuan!" Nick langsung mengerti apa yang diinginkan Alexander.


Nick melangkah menuju pintu ruang kerja Alexander, dan membuka pintu itu lebar-lebar.


"Silahkan Tuan!" sahut Nick menyuruh sepupu Alexander untuk keluar dari ruang kerja Alexander.


"Alexander..!" panggil pria itu memandang Alexander.


"Nick, urus pesangon wanita itu, pastikan dia pergi dari Mansion sekarang juga!" sahut Alexander berdiri dari duduknya, "Ayo!"


Alexander dan Yoana berjalan menuju pintu lainnya di sudut ruang kerja Alexander, dan keluar dari sana meninggalkan ruang kerja tersebut.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2