Aku Ada Untukmu

Aku Ada Untukmu
75. Villa di atas bukit.


__ADS_3

Baru kali ini Yoana naik kapal ferry, ternyata kabin di dalam kapal milik keluarga Alexander cukup mewah juga, kamar mandinya memiliki bathtub juga.


Yoana merasa segar setelah selesai berendam, sudah tiga jam mereka di atas laut, butuh tiga jam lagi sampai ke pulau.


Alexander sengaja memakai kapal ferry ke pulau, agar kedatangannya tidak di ketahui para pengawal Ibunya, yang menjaga Ayahnya di pulau.


Kalau datang tanpa pemberitahuan, orang-orang yang menjaga Ayahnya tidak akan bisa menghindari tindakan apa yang mereka lakukan kepada Ayahnya.


Alexander ingin memastikan, apakah keadaan Ayahnya memang dalam keadaan terancam.


"Bagaimana keadaanmu sayang, apakah kau mengalami mabuk laut?" tanya Alexander setelah Yoana selesai berpakaian rapi, dan sekarang telah bergabung dengan Alexander untuk makan malam.


"Aku baik-baik saja, tubuhku terasa segar setelah selesai mandi!" jawab Yoana.


"Makanlah, kita akan sampai di pulau sekitar tiga jam lagi, aku sudah memerintahkan para Bodyguard ku, begitu sampai mereka akan memeriksa keadaan pulau terlebih dahulu!"


"Ya, itu tindakan yang bagus, jadi mereka tidak bisa mengelak begitu ketahuan melakukan hal yang jahat pada Ayahmu!" ujar Yoana.


Selesai makan, mereka naik ke dek kapal untuk melihat pemandangan tengah laut, sambil menikmati secangkir kopi.


Karena angin laut yang begitu sejuk, Yoana tanpa sadar terkantuk-kantuk di kursi malasnya.


Alexander tersenyum melihat Yoana yang mulai memejamkan matanya, dan akhirnya Yoana pun tertidur.


Alexander mengambil selimut, lalu menyelimuti tubuh calon istrinya itu.


"Tidurlah sayang, aku akan bangunkan kalau sudah sampai" bisik Alexander di telinga Yoana, lalu mengecup pipi kekasihnya itu.


Alexander membaringkan tubuhnya di kursi malas di samping Yoana, dia juga mencoba untuk memejamkan matanya, beristirahat sekitar satu jam sepertinya sudah cukup untuk menyegarkan tubuh yang penat.


Tidak terasa senja mulai datang, langit mulai terlihat berwarna jingga.


Satu jam beristirahat membuat tubuh Alexander merasa segar.


Pria itu kemudian duduk tegak di kursinya, menguap sebentar, lalu meregangkan ototnya.


Alexander menoleh ke samping, memandang Yoana yang masih tertidur, terlihat begitu nyenyak.

__ADS_1


"Dia pasti lelah sekali, maafkan aku sayang telah melakukan hal yang seharusnya kita lakukan di malam pertama kita, kalau masalah yang ku hadapi selesai, kita secepatnya harus melangsungkan pernikahan kita" bisik Alexander sembari mengelus dengan lembut pipi Yoana, lalu menyingkirkan helaian rambut yang tertiup angin menutup wajah Yoana.


Alexander tersenyum menatap wajah tidur calon istrinya itu, matanya dengan lekat menatap wajah Yoana setiap incinya.


Mengamati mata yang terpejam, alisnya yang melengkung indah, hidung kecilnya yang mancung, bibirnya yang terlihat padat, yang terasa lembut saat di ciumnya.


Alexander menyukai setiap inci bentuk wajah dan tubuh kekasihnya itu, membuat Alexander selalu berdebar, dan ingin selalu dekat dengannya.


Tangan Alexander perlahan mengelus kepala Yoana dengan lembut.


Malam sudah mulai datang, matahari pun perlahan turun ke bumi meninggalkan sedikit cahaya jingga.


Lampu kapal sudah menyala, dan lampu mercusuar sudah terlihat di pinggir pantai, pertanda mereka sudah mendekati pulau.


"Sayang" bisik Alexander di telinga Yoana, "Bangun, kita sudah sampai"


Yoana mendengar bisikan Alexander, dan perlahan mata gadis itu pun terbuka.


"Hmm.." jawab Yoana bergumam.


Yoana mengamati sekitar laut, ternyata sudah malam, tampak lampu-lampu menyala menerangi dermaga.


"Kita harus turun sayang!" ujar Alexander.


"Iya, Ayo! maaf aku tertidur begitu lama!" ucap Yoana.


"Tidak apa-apa, kau pasti begitu lelah, sampai tidak sadar sampai tertidur karena menikmati angin laut!"


Yoana perlahan berdiri dari duduknya.


Mereka kemudian turun untuk kembali masuk ke dalam mobil.


Kapal ferry berlabuh dengan aman ke tepi dermaga, dan ke empat mobil itu pun perlahan keluar dari dalam ferry tersebut.


Dua mobil hitam itu lebih dahulu menuju tempat tinggal Ayah Alexander, untuk memastikan situasi di sana terlebih dahulu.


Dari dermaga menuju villa Ayah Alexander, di butuhkan sepuluh menit perjalanan.

__ADS_1


Karena malam, Yoana tidak bisa menikmati pemandangan pulau sepanjang jalan menuju villa.


Dari jauh tampak sebuah villa dengan lampu yang terang, memperlihatkan sebuah villa yang indah.


Villa terletak di atas bukit, dengan halaman yang luas di tata dengan rapi.


Ada sebuah air mancur besar di tengah halaman tersebut, dan suasana villa terlihat sepi.


Mobil berjalan dengan perlahan memasuki jalan pelataran villa, berjalan bagaikan ninja tanpa mengeluarkan suara, agar tidak ketahuan oleh pengawal Ibu Alexander.


Dua mobil tadi yang pertama pergi terlebih dahulu, sudah terparkir tidak jauh di dekat pintu utama villa.


Nick menghentikan mobilnya agak jauh dari ke dua mobil yang terlebih dahulu sampai tersebut.


Mereka diam di dalam mobil menunggu pergerakan dari beberapa Bodyguard Alexander, yang telah masuk ke dalam villa.


"Tuan, mereka sudah keluar!" sahut Nick melihat dua Bodyguard Alexander keluar dari villa.


Dua pria itu melambaikan tangan, menandakan Alexander sudah bisa masuk ke dalam villa.


"Ayo sayang!" sahut Alexander mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan Yoana.


Dengan cepat Yoana meraih tangan Alexander, dan dengan langkah cepat, merekapun kemudian masuk ke dalam villa.


Di ruang utama villa, tampak dua pengawal Ibu Alexander, sudah di ringkus Bodyguard rahasia Alexander.


Ke dua pria itu diikat dan mulutnya di bekap dengan lakban.


Ke dua pengawal Ibu Alexander itu, terkejut melihat kedatangan Alexander, sampai mata mereka terbelalak, tidak percaya melihat Alexander datang ke pulau tanpa pemberitahuan.


Tubuh mereka menggeliat ingin di lepaskan, sepertinya mereka ingin bicara, tapi Alexander tidak memperdulikan mereka.


Alexander sudah mengetahui setiap sudut lokasi villa, pria itu langsung menuju kamar Ayahnya di lantai atas.


Dengan cepat Nick mengikuti Alexander dan Yoana dari belakang, suasana villa terasa sepi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2