AKU DIANTARA KAU DAN DIA

AKU DIANTARA KAU DAN DIA
KUPERSEMBAHKAN SEMUANYA UNTUKMU


__ADS_3

Sejak hari itu, hari yang paling aku benci dan aku sesali karena kebodohan tingkahku yang sangat buruk. Aku memulai langkah yang baru. Dengan niat yang baru dan juga harapan baru.


Aku akan berjuang untuk membuktikan bahwa aku sungguh-sungguh mencintai Ranti.


Aku kembali menekuni kesibukanku sebagai produsen dan penyalur sempol ayam. Aku juga mulai mencari tempat yang strategis untuk kantor perusahaanku di usaha baruku sebagai penyedia jasa sewa kios untuk pedagang pemula.


Hari-hariku kian sibuk. Aku kesana kemari mulai melakukan rapat dan kunjungan kerja ke beberapa toko list etalase memesan sesuai dengan model dan karakter perusahaan batuku untuk pemesanan jangka panjang dan kontinue.


Aku juga membuka iklan lowongan kerja dibeberapa koran surat kabar dan tabloid majalah. Mengutus orang-orang berpengalaman dalam mengurus surat izin usaha agar perusahaan kecilku ini benar-benar perusahaan resmi dan legal. Rosa dan mas Anang sesekali menemaniku melakukan survey kerja lapangan. Rosa sepenuhnya menyerahkan kekuasaan padaku. Dia cukup puas dengan langkah dan strategi yang aku ambil untuk memasarkan produk baru kami.


Tekadku sangat bulat untuk mempersembahkan perusahaan ini pada Ranti dan Jingga, sebagai bukti cintaku padanya.


Aku menamakan perusahaan kecilku dengan nama "Pelangi Jingga" mengingat Jingga begitu suka pada pelangi.


Aku terus berhubungan dengan pak Anjar juga meski hanya lewat media alat komunikasi smartphone yang beliau hadiahkan padaku. Ternyata beliau saat ini tengah berlibur ke negara Australia bersama istrinya pasca pensiun dari perusahaan yang dulu pernah membesarkanku dengan menempati posisi jabatan manager pemasaran disana.


Aku berharap pak Anjar bisa menghadiri acara launching dan gunting pita perusahaan kami bila waktunya tiba. Tapi beliau tidak dapat menjanjikannya karena masih ingin keliling dunia katanya. Dan hanya bisa mensupport serta mendoakan kesuksesan untukku.


Hampir satu bulan. Akhirnya semua rampung seperti yang direncanakan. Aku juga sudah menyiapkan tanggal cantik untuk hari istimewa pembukaan perusahaanku. Aku sangat berharap semuanya akan berjalan lancar.


Aku juga telah menulis isi pidatoku nanti yang ku khususkan kepada Ranti agar hatinya menjadi senang dan luluh kembali kepadaku. Semua benar-benar telah kurencanakan masak-masak.

__ADS_1


Sebelum hari H tiba, aku mengirimi pesan pada Ranti agar bersiap-siap keesokan harinya di jam 9 pagi karena akan ada yang menjemputnya untuk menghadiri pembukaan PT. Pelangi Jingga.


Tak lupa Hardi dan Gina, juga ayah dan Hera aku kirimkan undangan VVIP pada mereka. Aku ingin mempersembahkannya juga pada keluarga yang kusayangi.


Jabrik dan Mul juga Hanah resmi kutarik sebagai karyawan eksekutifku. Mereka sudah siap sejak pagi buta dengan segala atribut dandanannya. Kami benar-benar sibuk menyiapkan semuanya.


Rosa, mas Anang dan aku yang akan menggunting pita tanda perusahaan kami buka untuk memulai produksi penerimaan pemesanan 'kios usaha', dimana motto kami, dengan modal hanya 2 juta rupiah, bisa memulai usaha tanpa harus memikirkan usaha apa dan harus beli dimana. Perusahaan kami telah menyediakan lengkap etalase, barang dagangan sempol ayam dan minuman buatan sendiri yang dikemas dengan mesin pres dengan kemasan karakter yang disukai para konsumen semua umur khususnya konsumen anak-anak. Kami juga menyediakan jasa kredit bagi yang tidak punya uang cukup. Hanya dengan bermodalkan kepercayaan dan fotokopi kartu identitas diri yang lengkap tanpa uang muka, kios usaha sempol ayam bisa dikirim langsung ketempat pemesan bahkan bebas ongkir.


Aku gugup menunggu kedatangan Ranti dan Jingga. Para tamu sudah berdatangan di depan kantorku dan duduk ditempat yang telah kami siapkan sebelum acara dimulai.


Akhirnya Ranti datang juga. Upppssss.... Kontan saja aku semakin grogi melihatnya yang begitu manis dengan gaun couple-an dengan Jingga. Beberapa orang staffku mempersilahkannya duduk dikursi paling depan bersama tamu VVIP lainnya.


Kugendong Jingga dan mendudukannya dipangkuanku. Ia terlihat antusias dengan balon karakter yang menghiasi tenda dan panggung disekitarnya.


"Ini semua milik Jingga, sayang!" aku membalas pertanyaannya juga dengan berbisik.


"Memangnya hari ini Jingga ulang tahun, pah?" bisiknya lagi langsung kukecup pipinya karena gemas.


"Setiap hari Jingga boleh ulang tahun."


Anakku hanya bengong menatapku dengan polosnya. Aku tertawa keras hingga beberapa tamu sempat melihat momen manisku dengan Jingga.

__ADS_1


Acara sudah dimulai. MC mulai berbasa-basi untuk sesi penyambutan. Aku degdegan mendengar pembawa acara menyebut namaku sebagai Direktur Utama dan mempersilahkanku naik kepanggung untuk perkenalan dan menyampaikan kata-kata sambutan.


"Papa naik panggung dulu, Jingga ikut ya?"


Aku berdiri sambil menggendong putriku lalu berjalan cepat menuju panggung. Aku menghilangkan nervousku dengan menyebar senyuman kepada para hadirin semua.


"Assalamualaikum.... Selamat pagi menjelang siang! Alhamdulillah, hari ini adalah hari yang sangat indah dan akan jadi hari bersejarah dalam hidup saya. Setelah sekian lama saya memimpikan memiliki usaha sendiri, berkah izin Allah dan juga bantuan yang sangat besar dari seseorang yang budiman dan berhati mulia yaitu bapak Anjar Pranoto, pengusaha terkenal yang sudah malang melintang didunia bisnis. Mohon maaf, beliau masih di Australia sehingga tidak bisa menyaksikan pembukaan perusahaan kios usaha mandiri ini secara langsung. Saya juga dibantu oleh seorang manajer pemasaran yang handal yaitu ibu Rosa Rosmalina beserta suami, yakni bapak Anang Kuswanto." Semua hadirin bertepuk tangan seiring aku berhenti berpidato melirik Jingga yang masih digendonganku dan tampak tenang.


"Perusahaan kami ini bergerak dibidang jasa penyediaan kios berikut barang jasa dan juga modal tidak bergerak seperti etalase, produk sempol ayam, mesin pres minuman berikut produk minumannya. Bisa bapak ibu saudara sekalian lihat dibrosur yang kami bagikan. Kami disini memiliki visi membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya agar semakin sedikit pengangguran dan juga memberi peluang untuk para ibu rumah tangga yang ingin sekali membantu perekonomian suami dengan membantu berjualan dirumah. Maka produk jasa kami ini sangat membantu ibu bapak sekalian. Kami juga menyediakan kredit dengan tanpa bunga bagi para pelanggan yang tidak memiliki modal tapi ingin berjualan." Lagi-lagi pidatoku mendapat aplouse dari hadirin semua. Aku tersenyum seraya memandang Jingga yang tampak senang.


"Saya sangat senang sekali. Saya harap kita semua bersama-sama mendapatkan keberkahan dari usaha kami ini. Sejujurnya, usaha ini saya dedikasikan dan saya persembahkan untuk dua wanita yang sangat istimewa dihati saya yaitu untuk Ranti Mulia dan putri kami yang manis ini, Jingga Aulia Dirgantara. Saya juga berterima kasih sekali atas doa-doa ayah saya tercinta, bapak Herdiansyah juga adik-adik saya yang sudah hadir disini untuk mensupport dan mendukung saya. Sepertinya saya terlalu lama memberikan sambutan, mohon maaf. Dan terima kasih sekali lagi atas kehadiran bapak ibu saudara sekalian para hadirin yang saya hormati. Mari kita jadikan Indonesia negara yang lebih baik lagi dengan saling bergandengan tangan bekerjasama bersama kami untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Untuk Ranti, I love you, I miss you, I need you. I want you. Please, give me a chance.


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh!"


Wajahku merah karena malu mengungkapkan rasa cintaku dimuka umum. Rosa dan beberapa hadirin yang mengenalku secara pribadi bersorak memberiku semangat.


Kupandangi Ranti dari atas panggung hingga aku turun sambil menggendong Jingga. Tapi Ranti hanya menunduk tak bereaksi. Mungkin hatinya malu hingga ia berusaha menutupinya dariku. Bukankah wanita suka hal-hal romantis dan selalu mengedepankan perasaan. Untuk itu aku beranikan diri mengungkapkan rasaku dan hasratku pada Ranti. Kuharap Ranti benar-benar tersentuh dan mempertimbangkannya.


Ya Allah.... Kumohon bukakan pintu hatinya lagi untukku. Hanya untukku saja. Aku sangat berharap bisa memulai lagi dari awal dengan Ranti. Dengan pondasi yang kuat dan cinta yang sepenuh hati seperti keinginan Ranti. Aku berjanji dalam hati, bila saatnya tiba dan Ranti menerimaku kembali. Aku akan berubah. Aku tidak akan menjadi suami yang egois lagi. Aku akan menyayanginya lebih dan lebih. Akan selalu menanyakan pendapatnya dan keinginannya agar tidak lagi ada kesalahfahaman lagi diantara kami. Aku juga tidak akan mengurangi rasa cinta dan sayangku padanya agar ada celah untuk wanita lain masuk merayu hatiku.


Semoga Ranti mendengar janjiku. Semoga Allah mengirimkan sinyal yang kuat dari getaran hatiku yang begitu besar padanya. Aamiin.

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2