AKU DIANTARA KAU DAN DIA

AKU DIANTARA KAU DAN DIA
AZAB ILLAHI


__ADS_3

Hari senin aku mulai kembali kerja. Kembali menenggelamkan diri dalam kesibukan. Bersama Rosa dan mas Anang. Rosa lagi-lagi menggencetku dengan pekerjaan yang menumpuk. Aku sengaja menutupi penyakitku dari orang-orang disekitarku termasuk Ranti juga. Karena tidak ingin mengubah pandangan mereka menjadi perasaan iba padaku.


Untunglah setelah 4 hari berlalu mas Anang menempatkanku untuk mengurus pabrik baru kami di Citayam. Setidaknya aku bisa pulang pergi Citayam-Bojong Gede dengan waktu yang lebih sedikit. Aku juga mengajak Mul dan Jabrik ikut tinggal bersamaku di Bojong karena mereka juga bekerja dipabrik yang baru. Mereka bisa pulang ke Gunung Sahari setiap hari jum'at sore dan kembali tinggal bersamaku di senin malamnya. Begitu setiap minggunya.


Alhamdulillah, aku selalu dikelilingi orang-orang terbaik dan beraura positif yang mampu membangkitkan semangat hidupku.


Arif juga mengunjungi pabrik baru kami dan memberi kabar kalau Vika ternyata juga mendapat dakwaan dari kasus yang lain. Kasus pencucian uang bersama suaminya yang sekarang sudah mantan.


Aku lega mendengarnya. Vika tidak akan mengusik Ranti dan Jingga untuk beberapa saat selama dia mendekam dipenjara. Alhamdulillaah!


Aku bersyukur akhirnya Vika juga mendapat teguran dari Allah. Semoga ia bisa berubah kearah yang lebih baik. Hanya itu saja doaku.


Setiap 2 minggu sekali aku harus kontrol untuk cek up dan mendapatkan dopingan obat. Hhhh.... Membosankan lama-lama, tapi apa daya. Aku masih ingin melihat senyum dan celotehan anak semata wayangku. Aku harus fight, harus semangat meski berat kurasa. Aku harus bisa bertahan hidup.


Aku mendapat panggilan telpon dari Arif.


"Iya, Rif? Belom sebulan kita ketemu, udah kangen lagi kau Rif?" kataku menggodanya melalui hape.


"Dik! Sebaiknya kau temui Vika! Kamu harus lihat sendiri keadaannya!"


"Apaan sih!? Ga jelas banget omonganmu, Rif! Sudahlah! Aku sudah tidak mau berurusan dengan perempuan itu lagi. Aku juga udah menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian. Jadi biar mereka yang urus dan menangani kasusnya!"

__ADS_1


"Vika ada di Sumber Waras, Dik! Temui dia sekali ini saja! Aku tidak memaksa, tapi setidaknya kamu sudah tahu kondisinya sekarang setelah melihatnya langsung!"


"Bukannya perempuan sundal itu ada di tahanan polres Jakarta Barat?"


"Itulah! Tengok dia di Grogol, Dik!"


Aku terkesiap dengan kabar Arif. Akhirnya aku putuskan untuk menjenguknya di Sumber Waras yang notabene nya adalah Rumah Sakit Jiwa.


Aku terkejut melihat keadaannya kini. Dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Kedua kakinya diikat dikiri kanan ranjang besi pasien. Hhh....


"Mas Dikaaaaa..... Akhirnya kamu datang menemuiku!!! Aaah senangnya!... Mas, kapan kita ijab kabulnya, mas? Aku sekarang sudah bebas.... Kita bisa menikah. Kita akan bahagia..... Kita bulan madu ke Raja Ampat ya, mas?? Aku mau diving lihat pemandangan bawah laut, mas!... "


"Oiya, mas.... Jingga udah ikut aku lho! Tuh liat... Jingga lagi tidur mas! Jangan berisik, jangan diganggu ya? Ganggu aku aja, hehehehe..."


"Mas, peluk aku mas!... Kenapa kamu mengikat kakiku mas? Aku ga akan pergi meninggalkanmu lagi, mas! Beneran deh!! Bukain dong mas! Aku ga bisa meluk kamu jadinya khan!" katanya lagi dengan suara berbisik masih sesekali menoleh ke arah boneka yang tergeletak disampingnya.


Aku hanya menelan ludah dan menghela nafas.


Ya Allah! Inikah azabmu untukku dan dia? Kau memberiku penyakit kanker sedang Vika penyakit gila? Masya Allaah Tabarakallaah!!


Hhhh.... Inikah kisah hidupku ya Allah? Sudah miripkah seperti sinetron-sinetron azab stasiun ikan terbang itu? Mungkin yaaa.... , karena itulah adanya. Setiap perbuatan akan ada balasan. Apa yang kita tabur, itu yang kita tuai. Benar bukan??? Hhhhh....

__ADS_1


"Maaaas, mau kemana mas??? Ooh aku tau, kamu mau ke tailor ya? Mau pesan tuxedo buat pernikahan kita nanti??? Yeeeeey, kamu pasti terlihat gagah dan keren dengan tuxedo, mas! Aku sangat menantikannya, mas!! Daaaaah mas Dika cintaku, honey boney sweety-kuuuu!! Muacht, muacht, muaaaaacht.....! I love youuuuuuuu..... More more n moreeeee..... Bye bye cintaaaaa!!!"


Aku pergi dengan perasaan tak karuan dihati.


Hhh.... Aku dan Vika sudah mendapat azab. Aku kali ini tidak marah pada Allah. Aku hanya melihat, inilah kekuasaan Allah. Betapa lemahnya aku dihadapan-Nya. Apapun yang Allah inginkan, kun fayakun.... terjadi seperti Kehendak-Nya.


Allah memberiku azab karena aku memang pantas menerimanya. Allah memberiku teguran karena Allah sayang padaku. Aku sangat memahami itu. Bukti Allah sayang padaku, dengan mengirimkan banyak orang baik selama perjalanan cintaku yang bagaikan roller coaster saking serunya. Banyak sekali orang-orang hebat yang mendampingiku selama cobaan ini.


Aku jadi kenal bang Sobri, seseorang yang selalu melindungi dan membimbingku. Aku juga jadi punya dua adik laki-laki rusuh yakni Mul dan Jabrik, yang setia menghibur hari-hariku. Aku juga menjadi sangat dekat dengan Rosa dan mas Anang suami Rosa, yang selalu membantuku dalam segala hal. Padahal seingatku dulu ketika kami masih sama-sama karyawan pak Anjar diperusahaan besar waralabanya kami jarang bertegur sapa satu sama lain. Aku juga mendapatkan ayah angkat seorang konglomerat bernama pak Anjar, yang tidak disangka-sangka memberiku sebagian harta kekayaannya.


Aku bisa jadi anak kesayangan mbah Kardi dan mbok Sartijah karena bisa tidur diantara mereka selama tinggal dikampung Cilempung.


Yang lebih menyenangkan hatiku, ayah memberiku kasih sayang penuh sebelum beliau dipanggil Yang Maha Kuasa. Juga yang paling kusyukuri adalah memiliki saudara baru seperti Arif Borne yang mampu menyatukan kembali aku dan Jingga yang terpisah beberapa tahun lalu.


Aku bahagia. Meski harus menerima azab-Nya. Aku menerimanya dengan senyum tulus ikhlas.


Hanya satu ganjalan kesedihanku. Aku sedih Ranti belum bisa menemukan kebahagiaannya. Padahal Ranti adalah korban dari kejahatan yang kulakukan dengan Vika. Tapi kenapa dia harus ikut menanggung derita yang tidak seharusnya ia dapatkan. Hhhh...


Wahai Allah Yang Maha Segalanya! Kumohonkan lagi dan lagi, kebahagiaan untuk Ranti, ya Allah!... Kuingin bisa tersenyum tenang meninggalkan dunia ini setelah menyaksikan kebahagiaan Ranti. Setidaknya jika ia bahagia, anakku Jingga sudah pasti ikut bahagia. Aku bisa pergi dengan tenang jika sudah melihat kebahagiaan keduanya.


Sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri dan anak yang sholeha. Tapi semua sudah kodrat-Nya. Secinta-cintanya kita manusia pada perhiasan dunia, bila memang sudah waktunya kita berpisah. Hanya amalan baik sajalah yang ikut dengan kita masuk kedalam liang lahat. Hanya itu saja yang bisa menolong kita dari siksa kubur yang teramat pedih. Subhanallah wa laa ilaaha illallah wallahu Akbar!

__ADS_1


Bersambung-


__ADS_2