
Aku tidak ingin ada kesalahfahaman lagi diantara aku dan Ranti. Ranti sudah bukan mahromku lagi. Dan tidak baik untuk kami berada dalam situasi yang akan membuat orang berfikir negatif tentang aku dan dia. Secara aku cukup tahu diri mengingat Ranti yang sudah menolakku beberapa bulan lalu dan kini aku juga tak ada keinginan untuk mendekatkan diri lagi kepada Ranti. Karena waktuku yang hanya tinggal sedikit lagi. Keadaan seperti ini saja sudah cukup membuatku berbahagia. Setidaknya Ranti tidak lagi membenciku karena kelakuan bejadku yang telah lalu.
Dengan grab car kami pulang ke Bojong pukul 9 malam. Arif dan Nana tidak bisa memaksa kami untuk menginap walau hanya semalam. Aku berterima kasih atas waktu dan kesempatan bisa jalan bersama Arif dan istrinya itu. Kami berpisah kembali kerumah masing-masing.
Jingga tertidur pulas sekali. Sepanjang perjalanan aku dan Ranti tidak mengucapkan sepatah katapun. Kami sibuk dalam diam. Memiliki dunia fantasi masing-masing.
Aku membukakan pintu rumah Ranti dengan anak kunci yang ia berikan karena Jingga ada digendongannya. Aku tidak berniat mengantarkannya hingga masuk rumah. Dan aku pamit pulang karena hari sudah cukup malam. Ranti hanya memandangiku hingga aku masuk kedalam rumah.
Aku menghela nafas panjang mengingat memori indah hari ini. Kami bertiga bisa pergi piknik bersama adalah momen bersejarah dan akan selalu kuingat sepanjang hidupku.
Aku mencuci wajahku sebelum bergegas tidur untuk istirahat hari ini setelah aktifitas yang padat yang membuat tubuh rapuhku melemah.
Ada notice pesan dihapeku. Ternyata Ranti yang mengirim message itu.
Mas Dika,...
"Ya, Ranti?"
Terima kasih untuk hari ini
"Aku yang harusnya berterima kasih karena kamu mau menemaniku dan Jingga menikmati hari ini"
Aku senang
"Aku juga sangat senang. Terima kasih"
Mas?
"Ya?"
Boleh aku bertanya?
__ADS_1
"Tanyalah!"
Apa arti dari surat keterangan rumah sakit yang tadi kubaca?
"Hehehehe✌"
Kenapa tertawa, mas?
"Maaf✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌"
Mana jawabannya?
"Aku tidak punya jawabannya, Ranti!"
Kenapa begitu?????
"✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌"
"😯🙁🤐✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌✌"
Mas....
"Ya?"
Bisakah kamu mempercayaiku seperti dulu? Kita diskusi lagi seperti dulu?
"🤗😇💓terima kasih💌 Istirahatlah! Kamu pasti capek banget hari ini. Selamat malam! Assalamualaikum salam😇"
Mas????
"Ya, Ranti?"
__ADS_1
Alaikumussalam... Selamat malam
.....
Hhhhh..... Chat yang manis, Ranti! Terima kasih! Kamu membuat hati ini meleleh dengan perhatianmu. Hhhhh.... Hanya helaan nafas panjang yang membuatku tersadar. Bahwa kamu hanyalah peduli padaku karena ada Jingga diantara kita. Tapi tetap aku ucapkan banyak terima kasih! Sesaat aku melambung bahagia. Terima kasih.
Hari-hari kembali seperti biasa. Meski kini aku bisa pulang lebih cepat karena jarak tempat tinggal dan tempat kerjaku tak lagi jauh seperti dulu dan ada anak-anak rusuh, Mul dan Jabrik yang juga bersamaku setiap selasa sampai kamis, membuat hari-hariku lebih berwarna.
Dokter memberiku opsi untuk segera melakukan operasi bedah pengangkatan sel tumor karena kankerku belum menyebar ke area getah bening dan memungkinkan aku terbebas dari penyakit tersebut. Tapi semua itu juga bukan berarti bebas dari resiko. Kemungkinan gagal operasi membuat sel kanker menyebar lebih cepat dan bereaksi lebih ekstrim membuat masa hidupku semakin berkurang. Hhhhh....
Aku bingung. Kalaupun operasi, aku butuh waktu juga untuk memulihkan kembali staminaku sedikitnya 2 minggu pasca operasi. Sementara saat ini pabrik kami sedang masa perkenalan dan sibuk luar biasa. Bahkan kami berencana akan mengeluarkan iklan di stasiun-stasiun televisi nasional. Dan kami juga mulai sibuk memperkenalkan produk kami untuk bekerjasama dengan beberapa perusahaan reseller. Aku juga belum memberitahukan penyakitku pada Rosa juga mas Anang. Hhhh....
Aku hanya pasrahkan hidup dan matiku pada-Nya. Yang Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak, Allah Azza wa Zalla.
Terkadang aku jenuh dengan hidupku yang harus rutin meminum obat hingga terlintas untuk mengabaikannya dan berserah kapanpun Tuhan mengambil nyawaku. Tapi semua kembali menguap setelah melihat wajah manis Jingga dan tingkahnya yang kocak membuatku kembali semangat minum obat karena aku ingin terus melihat buah hatiku cahaya hidupku.
Hidupku sungguh bergantung kepada Jingga. Karena Jinggalah aku masih bertahan dengan semua ini. Orang boleh meragukan cintaku pada Ranti dahulu, tapi aku marah ketika orang meragukan sayangku pada Jingga. Hidupku hanya untuk Jingga, atas izin Allah SWT.
Ranti sesekali mengirimiku masakannya membuat Mul dan Jabrik menggodaku bahwa itu adalah kode untukku kembali maju sebagai pejantan tangguh dengan membawa cinta yang penuh. Aku hanya tertawa. Masaku telah lewat.
Bukan aku tidak lagi tertarik pada Ranti. Tapi aku hanya ingin memberinya kesempatan melihat kebahagiaan lain diluar sana yang lebih indah dari sekedar memberikan perhatian lebih padaku. Aku juga tak berani ge-er. Karena aku masih mengingat Ranti yang telah menolakku tempo hari lalu.
Mungkin orang takkan percaya kalau aku bilang mata dan hatiku hanya bisa melihat kearah Ranti saja. Mungkin orang akan berpendapat karena aku sakit dan memang tak ada cinta lain yang datang menyentuh hatiku. Tapi kalau boleh aku jujur, cintaku bukan lagi cinta biasa. Aku sungguh tidak bisa berpaling lagi darinya. Ranti adalah wanita terindah yang pernah ada dan selalu ada meskipun tersimpan rapi dipojok hatiku yang terdalam. Biarlah kusimpan rapat nama indah dan juga hati murninya didalam ruang hatiku yang selalu kutaburi wewangian dan bunga-bunga.
Minggu ini aku ingin mengajak Jingga pergi ke Ancol seperti janjiku dulu untuk masuk menikmati dua bawah lautnya yakni ke arena Seaworld. Jingga ingin sekali melihat beraneka ragam ikan dan satwa laut disana.
Aku agak takut memberitahu Ranti akan rencanaku kali ini. Karena baru saja minggu lalu kami menikmati indahnya monas dan panorama malamnya yang indah. Apa tidak terlalu sering aku membawa Jingga keluar hanya untuk memenuhi keinginanku mengejar waktuku agar tidak terlewat membahagiakan Jingga. Hhhh... Aku kuatir terlalu egois sampai melupakan hak Ranti yang juga mungkin ingin memiliki ruang boundingnya bersama Jingga.
Aku masih memikirkan caranya agar bisa mendapat izin membawa Jingga ke Seaworld.
Bersambung-
__ADS_1