AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Miracle


__ADS_3

"Haruskah aku mengingatkan mu kembali tentang kesalahan apa yang telah diperbuat ibu mu itu padaku?" itulah kata kramat yang selalu diucapkan oleh wanita yang telah mengurusku selama 15tahun terakhir, Ialah Mama Dita istri ke 2 ayahku, wanita yang selama ini mengurusku dari usia ku baru menginjak 6 tahun sampai detik ini, kini aku telah genap berusia 21 tahun..


Kalau kalian pikir aku anak hasil buah cinta ayah dengan istri pertama, maka jawabannya adalah salah!! yaa.. aku terlahir dari rahim seorang wanita yang menjadi istri ke 3 ayah.. Ngeri bukan?? tapi inilah realitanya,


Nama ku Miracle yang berarti "keajaiban" namun aku merasa nama itu tidak pas untuk ku, untuk anak yang tak pernah diminta dan diinginkan lahir ke dunia ini, tapi Tuhan berkehendak lain, aku harus hadir diantara manusia seperti mereka, sempat aku terpikir untuk mengganti namaku sendiri menjadi Pilu atau Lara, namun bukankah nama itu adalah sebuah Doa? jadi aku memutuskan untuk mempertahankan saja nama ku, semoga dimasa depan KEAJAIBAN itu memang datang.


Keajaiban yang akan membawa kebahagian untuk orang-orang tersayang.


Aku bukan gadis baik hati seperti tokoh protagonis dalam kisah cerpen si bawang putih, tapi juga tidak bisa dikatakan sebagai seorang antagonis seperti bawang merah.. Bisa dikatakan aku itu gadis setengah-setengah yang kadang baik dan juga buruk, makanya teman-teman kuliahku dulu menyebut aku si Bunglon karena karakterku yang bisa berubah dalam setiap kondisi, tapi tenang saja aku 100% waras, alias tidak memiliki kepribadian ganda maupun bipolar, hanya saja aku tidak selemah tokoh wanita-wanita yang ada di dalam drama ikan terbang.


Untuk masalah fisik aku termasuk dalam kategori wanita cantik seksi menarik, dengan tinggi badan 168cm, bentuk wajah oval yang dihiasi dengan mata cantik dan hidung mancung, serta ukuran bibir yang sangat pas tidak tipis dan juga tidak tebal.


Bentuk tubuh ku juga good quliti bak seperti gitar spanyol yang depan belakang menonjol, mungkin itu berkah dari Tuhan, di samping itu juga aku memang tipe orang yang gemar berolah raga.


Masalah otak jangan diragukan, buktinya di usiaku yang baru 21 tahun ini aku sudah menyelesaikan studi ku, aku lulusan terbaik di salah satu Universitas yang ada di Australia.


Aku memang asli orang indonesia, hanya saja ketika umurku 6 tahun aku dibawa pergi oleh mama Dita ke Australia dan menempuh pendidikan disana dari mulai sekolah dasar sampai Strata 1.


Bagi mereka yang tidak tahu jalan hidupku selalu menilai bahwa aku itu seorang wanita yang sempurna, bagaimana tidak dengan paras cantik dan otak encer serta background keluarga kaya raya sangat menunjang opini mereka, padahal realitanya jalan hidupku tak semulus kulitku, tapi biarlah mungkin mereka hanya melihat sisi senyumku yang bahkan itu pun palsu.


Yang mereka tahu anak orang kaya itu hidupnya pasti sejahtera, seperti semboyan lama yang mengatakan bahwa perut buncit itu tanda kemakmuran, faktanya orang yang berperut buncit itu rawan terserang penyakit. Sama saja seperti keluargaku, semakin kaya maka semakin banyak pula halangan, rintangan dan masalah. Hanya saja keluargaku terlalu apik menyimpan Aib, karena bagi ayahku kehormatan dan nama baik itu nomor satu, sementara untuk kebahagiaan dan keharmonisan itu nomor sekian.


***

__ADS_1


Entah sudah berapa lama Rachel berdiri mengintip dibalik pintu kamar Ny.Dita.


Gadis bunglon itu tak pernah berani masuk kedalam kamar pribadi seorang wanita paruh baya yang selama ini dia sebut dengan panggilan mama Dita.


Beberapa saat lalu Racle mendengar bunyi benda-benda terjatuh didalam kamar Ny.dita, setelah sesaat adanya seorang pria matang usia sekitar 30tahun nan tersebut keluar dari kediaman Ny.Dita, Racle yakin laki-laki itu penyebab mama tirinya mengamuk,


Diam.. hanya itu yang biasa Racle lakukan saat dalam situasi seperti ini, menunggu Ny.Dita memanggil dirinya untuk meluapkan amarah murka,


Tidak lama terdengar pintu kamar terbuka. "Ikut aku sekarang ke ruang kerja" perintah Ny.Dita


dengan sedikit malas Racle melangkah mengikuti mama tirinya itu


"Duduklah, ada beberapa hal yang harus kita bicarakan"


"Pulanglah" perintah Ny.Dita


Deg..... seketika tubuh Racle kaku sesaat setelah mendengar perintah tersebut.


" Pu pulang? maksud mama?" jawab Racle dengan terbata.


"Segera kemas barang-barang mu dan pulanglah ke indonesia sekarang!! lindungi putra dan putriku, mereka sedang dalam kesulitan, dan sekarang saatnya kau membayar jasaku atas apa yang telah aku berikan kepada dirimu selama ini" jelas Ny.Dita


"Apa maksud semua ini? bukan kah aku juga putrimu? mengapa harus ada balas membalas atas apa yang aku terima selama ini?" jawab Racle dengan sedikit menahan sesak

__ADS_1


"Memangnya apa yang kau harapkan selama ini? kau pikir aku akan menganggap mu sebagai anak? ciih.. jangan pernah bermimpi, mengakui mu sebagai anak tiri atau anak angkat sekali pun aku tidak sudi..!! kau aku urus, aku sekolahkan itu hanya untuk ku jadikan tameng kelak anak-anak ku"


"Apa yang terjadi dengan kakak kembar?" tanya Racle dengan menahan air mata, meskipun selama ini dia tahu apa maksud dan tujuan dari mama tirinya tapi tetap saja saat mendengar perkataan itu hatinya kembali berdenyut nyeri..


*Flashback on


Anak kecil dengan ikat rambut dua berusia 10tahun itu duduk dilantai pojok kamar bernuansa merah muda, bahunya berguncang sesekali terdengar isak tangis dari bibir mungil tersebut, terlihat luka lebam di bagian tangan dan kaki. Dia menangis bukan karena luka nya melainkan karena kata-kata Ny.Dita, masih terngiang ucapan mama tirinya itu sesaat setelah dia mengadu bahwa dia tidak mau belajar bela diri "Jangan cengeng.. Aku memasukan kau sekolah bela diri itu supaya kau jadi anak yang kuat yang bisa melindungi putra dan putri ku, berhentilah memanggilku mama kalau kau tidak mau berlatih bela diri" ucap Ny.Dita


Racle kecil menatap Ny.Dita dan berkata "Aku juga anak mama kan? mama yang membawa aku pergi dari ibu" terdengar gelak tawa Ny.Dita sambil menunjuk jari tepat didepan wajah Racle dia berkata "Kau bukan anak ku, anak ku hanya ada dua Yuga dan Yuna, sampai kapan pun kau tak akan pernah bisa menjadi anak ku, Ingat itu baik-baik"


Racle kecil menunduk, dia memang masih anak-anak, tapi pemikiran dan sikapnya tidak seperti anak usia 10tahun pada umumnya, jadi dia bisa mengerti dengan situasi yang sekarang dia hadapi.


Meskipun selama 4tahun ini dia tinggal bersama Ny.Dita, tapi tidak pernah sekali pun wanita itu memukulnya, hanya saja dia selalu mendapatkan kekerasan verbal dari mama tirinya itu, berbeda saat bersama ibu kandungnya, dia bahkan mendapatkan kekerasan secara fisik dan psikis, entah apa salahnya hingga ibu dan mamanya itu begitu tidak menginginkan nya, itulah pikir Racle.


*flashback off


"Jovan memberi tahu ku bahwa laki-laki brengsek itu akan menjodohkan putra ku dengan salah satu anak dari rekan bisnisnya" terang Ny.Dita


laki-laki yang beberapa saat lalu Racle lihat keluar dari rumahnya itu adalah orang suruhan Ny.Dita, yang Racle tahu dia adalah mata-mata yang Ny.Dita pekerjakan untuk memantau keadaan putra dan putrinya.


Terbersit rasa iri di hati Racle, terlihat dengan jelas bahwa Ny.Dita sangat menyayangi anak-anaknya, lalu bagaimana dengan dirinya? apakah ibunya juga melakukan hal sama dengan apa yang dilakukan Ny.Dita selama ini? memperkerjakan seorang mata-mata untuk mengetahui keadaan nya? rasanya tidak mungkin pikir Racle, karena selama ini yang dia tahu ibunya sangat menyayangi kakak tiri perempuannya Yuna.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Rachel pada Ny.Dita

__ADS_1


__ADS_2