AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Masih tentang Kurnia or Asih


__ADS_3

" Aish, ini orang kemana sih enggak nongol-nongol, bisa kacau gue dimaki habis sama si bos, cukup buat hari kemarin doang gue bolos, hari ini gak akan gue kasih kendor diri gue sendiri. "


Racle gelisah melihat waktu yang tertera di jam tangan miliknya, dia terus saja melihat ke arah pintu depan rumah Asih. Akhirnya, batin Racle setelah melihat pintu itu terbuka, namun kening Racle mengkerut saat melihat yang keluar dari rumah itu bukan orang yang diharapkan, melainkan seorang lelaki berbadan kekar.


Apaan nih si Asih malah kirim orang yang bentukannya kek beginian, maksudnya gimana? mau eksekusi gue gitu? mimpi loh ! " Mana Asih? gue mintanya itu orang yang keluar, bukannya elo "


Lelaki dihadapannya ini malah berkacak pinggang, " Ada perlu apa sama majikan saya? " tanya nya.


" Urusan pribadi, udah sana minggir gue mau masuk, bisa lumutan gue nungguin dia nyamperin kesini. " Racle mencoba menerobos masuk kedalam, terserah lah dengan kesopanan, toh si Asih nya sendiri yang mulai bikin keributan.


Baru setengah jalan tangan Racle sudah ditarik dan dipelintir ke belakang. Wah cari mati ini orang. Makin bertambah lah emosi Racle saat ada orang yang dengan sengaja mencari keributan seperti ini, apalagi sampai berani menyentuh kulit putih mulusnya.


" Brengsek, lepas ! cari ribut lo sama gue hah? " Lelaki itu malah tersenyum mengejek, sambil membisikan kata-kata yang tidak pantas kepada Racle. " Lebih cantik dan lebih mulus dibanding non Kurnia, boleh juga buat main bareng, gimana mau enggak neng ? "


Kampret !! Dengan sekali gerakan, Racle sudah bisa meloloskan diri dari kuncian bodyguard nya Asih. " Gue udah peringatin elo ! cuma kek nya elo lebih seneng gue gebukin ketimbang denger omongan gue. "


Badru malah tertawa terbahak-bahak, mana mungkin wanita secantik dan se mulus ini bisa membuatnya babak beluk, kalo buat kepala dan adiknya cenat-cenut mungkin bisa. Merasa diremehkan Racle langsung melayangkan tinju pada perut Badru.

__ADS_1


Bugh, Badru meringis saat tangan kecil Racle berhasil mendarat diperutnya, belum usai rasa sakit yang Racle beri, kini gadis itu telah memberinya tinju pada wajahnya. Hingga membuat Badru terhuyung kebelakang.


Melihat lawannya sudah keteteran sebelum melawan, tanpa buang-buang waktu lagi Racle langsung menendang tubuh kekar itu hingga terjungkir. Dan krek, Racle menekan kaki yang bersandal jepit itu pada tangan Badru yang tadi sudah dengan lancang memegang kulit mulusnya. " Argh.. ampun neng saya mohon, ampuni saya " Badru memelas.


" Jangan pernah macem-macem sama gue ! punya nyawa berapa loh so nangtangin gue, ternyata cuma gini aja kemampuan lo, iya? baru gue kasih tinju gitu doang langsung K.O gue jadi enggak yakin kalo yang pada menonjol di tangan elo itu otot,atau jangan-jangan itu varises lagi "


Racle meninggalkan Badru yang sudah terkapar dilantai garasi, dia langsung nyelonong masuk ke dalam rumah Asih. " Bapak ! " teriak Racle, saat melihat pemandangan yang ada didepannya ini bisa membuat mata indah Racle langsung kelilipan.


Pak Damar menjadi salah tingkah sendiri saat anaknya memergoki dirinya dengan Asih, " Bagus pak, lanjutin aja ! Racle akan kirim pengacara nanti siang buat urus surat perceraian ibu sama bapak. " Ancam nya.


" Eh jangan nduk, bapak masih sayang sama ibu. " Pak Damar mencoba menurunkan Asih yang ada dipangkuan nya, Jijik gue , aduh kalo ibu tau bisa habis di sikat pake sikat kawat nih bapak, berani-beraninya mangku itu janda, emang ya laki kalo dikasih yang bening dikit aja suka langsung lupa sama yang udah nemenin dari jaman dirinya buluk.


Racle memutar bola mata malas. Alah baru ngomong gitu karena ada gue, dari tadi kemana aja loh? sampe gue harus tinju dulu itu karung beras baru bilang fitnah? emang bener nih bapak gue diam-diam menghanyutkan, malu sama muka bapak !


" Udah gak usah kebanyakan drama, bapak kan bisa langsung berdiri ! "


" Kalau nanti neng Asih jatuh bagaimana nduk? "

__ADS_1


" Bapak ini gimana sih? mau dia jatoh kek, lecet, atau benjol sekalipun itu mah resiko. Siapa suruh gatel sama laki orang, udah cepetan ! Racle hitung sampe tiga, kalo dalam hitungan ketiga bapak masih enggak berhasil lepas dari itu ulet bulu siap-siap aja, ibu akan Racle bawa pergi. "


Mendengar bahwa istrinya akan dibawa pergi anak sultan, sontak saja pak Damar langsung berdiri karena kaget. " Aah mas " jerit Asih yang berhasil ikut berdiri dengan mas Damar nya, karena sebelumnya dia sudah mengalungkan tangannya terlebih dahulu pada leher pak Damar.


Racle yang sudah tidak sabar langsung saja menarik rambut Asih agar menjauh dari tubuh bapaknya. " Aww sakit, lepas kurang ajar ! " teriaknya, melihat kelakuan sang putri pak Damar mencoba untuk melerai, namun Racle sudah memberinya ultimatum " Sekali lagi bapak ikut campur, Racle pastikan adegan panas bapak akan sampe ke telinga ibu detik ini juga. "


Dengan berat hati pak Damar harus menurut dengan apa yang Racle mau, demi ketentraman rumah tangganya. " Lepas bego ! elo jadi janda ganjen banget sih, udah gatel nya tingkat ulet bulu, sekarang nemplok-nemplok nya juga udah kek lintah. "


Merasa kulit kepalanya semakin nyeri, akhirnya Asih melepaskan tangannya yang memeluk leher pak Damar. " Nah gitu dong dari tadi, kan enak di gue nya juga enggak perlu repot-repot buat aniaya elo. Bapak sini maju ke belakang Racle. " Setelah berhasil memisahkan keduanya, Racle langsung melepas jambakannya pada rambut Asih


" Mas jangan tinggalin Asih. " Ucap nya sambil memegang kepala yang terasa nyeri, apalagi saat melihat mas Damar nya pergi dan bersembunyi di belakang punggung Racle membuat rasa nyeri itu semakin bertambah.


" Denger baik-baik siluman ulat bulu, jangan pernah berani lagi nyamperin bokap gue ! kalo enggak mau gue buat K.O kaya si karung beras yang ada didepan. " Setelah mengatakan itu Racle menarik lengan pak Damar untuk segera pergi meninggalkan kediaman sang janda.


" Mas, kamu kok tega sih ninggalin aku, mas ! " Asih menatap nanar punggung mas Damar nya yang semakin menjauh, bahkan kini sudah tak terlihat lagi, karena mereka sudah pergi keluar dari rumahnya.


Mata pak Damar membelalak tak percaya dengan apa yang dilihat nya, " Dia Badru kan? " tanya nya pada Racle yang berjalan tepat didepannya. " Iya, bapak mau Racle bikin kaya gitu? " Racle berkata tanpa menoleh ke belakang, dirinya masih sibuk menarik lengan pak Damar untuk menjauh dari area terlarang ini.

__ADS_1


Pak Damar jadi bergidik ngeri membayangkan apa yang sudah diperbuat anaknya ini terhadap bodyguard Asih, meskipun hanya melihat sepintas, tapi sangat jelas ada luka memar di bagian pipi kanan Badru, apalagi saat melihat Badru meringis tak berdaya sambil masih terlentang diatas lantai.


Akhirnya setelah perjuangan panjang, Racle berhasil juga membawa bapaknya kembali pulang. Dia buru-buru meninggalkan ibu dan bapaknya di rumah berdua. Apalagi saat ini jam sudah menunjukan pukul sembilan lebih. Mampus gue dimarahin kak Yuga ini mah, jangan sampe si tua itu tau deh kalo gue sekarang lagi kendor masuk kantor. Bisa-bisa dapet khutbah gratis tiap hari, no big no ! jangan sampe.


__ADS_2