
Ah sial, tubuh Alex melemas diatas Racle, setelah dirasa bisa mengendalikan diri, Alex mengangkat tubuhnya dan menyangga dengan kedua tangan yang bertumpu pada kasur, dia sedikit mencuri kesempatan dengan mengecup kening Racle yang sudah basah dengan keringat dingin, " Kamu seksi " ucapnya dengan senyum mesum yang menyebalkan, lalu Alex pergi keluar kamar.
" Brengsek, benar-benar lelaki mesum bin cabul " teriak Racle dari dalam, Alex terkekeh mendengar gadisnya mengumpat.
klik, pintu dibuka, " Dari mana aja bro? gue sampe kesemutan, lama nunggu elo bukain pintu. " Belum juga Alex mempersilahkan tamunya ini masuk, Brian sudah lebih dulu menerobos.
Betapa kesalnya Alex mendapati tamu yang kurang ajar seperti Brian, ditambah lagi gara-gara dia, Alex jadi harus menyudahi kegiatan yang baru saja mencapai titik hangat, belum ke panas apalagi sampai tahap ekstra panas.
" Aish, elo ngapain kesini sih? udah sana balik, gue lagi ada kerjaan ! " Alex menyeret tubuh tegap temannya itu, bukannya menurut Brian malah menghindar, " Eits, santai bro. Gue baru dateng, seenggaknya kasih gue duduk dulu kek, atau dibikinin kopi juga enggak apa-apa. "
" Bangsat emang, ini apartemen bukan cafe. " Alex mengusap wajah kasar, " Tunggu apa lagi? buruan balik, gue lagi banyak kerjaan ! masih tau kan pintu keluar disebelah mana? "
Brian seakan tuli, dia tidak menggubris sedikitpun ucapan Alex, dengan santainya dia masuk dapur Alex, mengambil air lalu kembali ke ruang tamu dan mendudukkan diri di sofa.
" ****, elo mau gue usir secara baik-baik, atau perlu gue kasih kecup mesra dulu itu pipi sama ini? " Alex mengacungkan kepalan tangan dihadapan Brian.
Brian yang kaget dengan respon Alex yang tidak seperti biasanya ini langsung berdiri, menyamai posisi badan Alex, " Wow bro, are you kidding me? " Brian menyingkirkan kepalan tangan sahabatnya itu, " Santai dikit, gue ada berita bagus buat lo. Gue yakin elo pasti suka. "
Alex menepis tangan sang sahabat, lalu merebut gelas yang sedang di pegang Brian, dan meminum habis air yang berada didalamnya, " Ah sial, " maki Brian, padahal dia sendiri belum sempat meminum air itu untuk mengusir rasa dahaganya sedari tadi. " Balik, sekarang ! " perintah Alex.
__ADS_1
" Elo kenapa sih? biasanya juga elo seneng-seneng aja gue dateng ke sini, jangan rese gitu bro. Gue ada berita penting. " senyum Brian melebar, saat mengingat kembali apa yang akan disampaikannya pada Alex.
Berbanding terbalik dengan ekspresi Alex, wajah lelaki itu terlihat datar, bahkan kini rahangnya sudah mengeras. Alex tidak habis pikir dengan kelakuan Brian, bagaimana bisa lelaki dewasa sepertinya yang terlihat macho atau lebih mirip ke Cassanova ini mempunya hobi bergosip, sudah seperti ibu-ibu komplek bukan?
Kalau keadaannya tidak seperti ini, Alex pasti akan dengan senang hati menjamu sahabat bastard nya ini, masalahnya sekarang Brian datang disaat yang tidak tepat.
" Tunda dulu hot news lo sampe besok pagi, sekarang elo bisa balik terus istirahat atau kalo perlu main ke club sana. " Alex masih kekeh mengusir sahabatnya.
" Dengerin dulu bro, gue yakin elo gak bakalan nyesel ! " Brian tidak peduli dengan pengusiran Alex, dia pun kekeh dengan tekadnya untuk segera memberitahukan hal yang menurutnya amat sangat menarik itu.
Tanpa memperdulikan makian Alex, Brian kembali mendudukkan dirinya di sofa, saat wajahnya menunduk dia tak sengaja melihat tas selempang berwarna hitam yang tergeletak di lantai, Brian tidak mengambil tas itu, karena dia berniat ingin mengetahui sendiri apa yang sedang disembunyikan sahabatnya ini.
Brian kembali memindai penampilan Alex yang bertelanjang dada dari atas sampai pada titik yang terlihat menggelembung, berhasil membuat Brian menyunggingkan senyum mesum khasnya, fix ! Brian semakin yakin dengan apa yang sedang dia pikirkan, tiba-tiba " Lex gue numpang ke kamar kecil, habis itu gue pulang. "
" Udah sana. " Tanpa memperdulikan kemana langkah Brian yang sebenarnya, Alex pergi ke dapur.
" Aaaah. " Alex yang kaget mendengar teriakan Racle, langsung berbalik badan dan berlari ke arah kamar, niatnya untuk mengambil air minum dia urungkan, seketika matanya melotot saat mendapati sahabatnya itu berada diarea terlarang " Brengsek loh. " Alex menyeret paksa tubuh Brian yang sedang mematung di ambang pintu, bahkan matanya tidak berkedip sama sekali, membuat Alex yang melihatnya semakin geram.
*****
__ADS_1
Setelah Alex keluar dari kamar, Racle sama sekali tidak bergerak. Tubuhnya seakan kehabisan tenaga, sangat lemas, apalagi lututnya, sedari tadi saat Alex berhasil membawanya ke kamar sudah gemetar. Dia mendengar ada dua suara lelaki yang sedang cekcok diluar sana, bukan tidak penasaran, hanya saja untuk melihat siapa yang datang bertamu pun dia tidak mampu. Akhirnya Racle memutusakan untuk tetap diposisi semula sama seperti saat Alex meninggalkannya. Bertujuan untuk memulihkan kembali tenaga yang hilang akibat syok.
Tapi sayang ketenangan Racle tidak bertahan lama, dia kembali dibuat menegang saat mendengar pintu kamar terbuka, tenaganya yang sudah sedikit pulih memaksa Racle untuk duduk dan bersikap waspada. Alangkah terkejutnya Racle saat mengetahui ternyata bukan Alex yang masuk tapi lelaki asing.
" Aaaah " Jerit Racle menggema, sedikit bernafas lega saat melihat ada Alex dibelakang lelaki itu, bahkan Alex terlihat memaksa lelaki itu untuk menjauhi area kamar lalu menutup pintu.
" Astaga, lutut gue jadi lemes lagi. Gini caranya gak bakalan bisa pulang, gue mesti minta jemput mbak Nita. " Racle menarik nafas lalu mengeluarkan nya, dia melakukan berulang kali, hingga dirasa sudah merasa sedikit rileks, Racle berdiri lalu mulai mencari tas selempang miliknya, " Lah tas gue mana? kok enggak ada. " Racle mencoba mengingat hingga dia menjentikkan jari, dan bergegas keluar kamar.
" Elo ngapain masuk kamar gue? di deket dapur kan ada toilet, kenapa mesti masuk kamar gue? " Cerca Alex pada Brian.
Yang di interogasi tidak menyahut sama sekali, Brian masih syok dengan pemandangan yang baru saja dia dapat, Gila si biksu hebat juga bisa dapet cewek cantik yang bodi nya aduhai, kaya biola spanyol.
" Woy " Alex menjitak kepala Brian yang malah asik bengong, " Jawab ! " tekan Alex kembali setelah mendapati Brian yang mengaduh karena jitakan Alex cukup kuat. " Jawab apaan? "
" Elo ngapain masuk kamar gue? toilet di sebelah dapur kan ada. "
" Yaelah lebay amat loh, biasanya juga gue keluar masuk kamar elo fine-fine aja. Eh bye the way itu cewek siapa? " Tanya Brian antusias.
Belum juga Alex menjawab, perempuan yang dimaksud sudah ada dihadapannya dengan penampilan yang aduhai, sampai-sampai Brian lupa caranya mengedipkan mata.
__ADS_1