
Alex kaget bukan kepalang saat seorang wanita mengguncang keras bahunya, hampir saja ia menjatuhkan ponsel yang sedang dipegangnya ke lantai. "Brengs*k loh" maki Alex pada wanita itu.
Wanita itu refleks memukul tengkuk Alex saat mendengar dirinya di maki "Rese banget sih Lex jadi cowok, gitu aja marah"
"Woy elo hampir bikin gue kena serangan jantung, mana bisa gue santai-santai aja" protes Alex sambil mengusap tengkuk yang terasa panas akibat pukulan wanita itu.
wanita itu memutar bola matanya malas " Lebay banget jadi cowok"
" Terserah, udah sono pergi gak usah deket-deket gue" usir Alex
"Anterin gue ke toilet Lex, please" rengeknya
"Hah? Ra elo jangan gila minta gue anterin ke toilet, parah lo, segitu kesepiannya lo sampe ngajak-ngajak gue, sorry gue bukan tipe cowok kek gitu"
Rara yang kesal dengan tingkah Alex kembali memukul lelaki itu di bagian paha "Plak" Alex mengaduh saat menerima pukulan dari temannya. "Lo kayaknya udah gak tahan banget ya Ra, sampe mukul-mukul gue kek gini"
"Iya Lex sumpah gue udah kebelet, anterin"
" Sorry Ra gue bukan cowok gampangan, dan elo juga bukan tipe cewek gue, mending elo cari partner lain"
Rara mengerutkan kening saat mendengar penuturan Alex yang dirasa tidak masuk akal antara mengantar ketoilet dan bukan tipe cewek, namun setelahnya ia melotot ke arah Alex dan mencubit lelaki itu "Brengs*k lo Lex, elo kira gue cewek apaan hah? gue minta tolong buat anter ke toilet karena gue kebelet pengen pipis b*gok"
"Hah?? jadi bukan kebelet pengen itu" ucap Alex sambil menyatukan kedua telapak tangannya
"Bukan, udah yuk cepetan gak tahan nih gue"
"Ogah ah, elo kan bisa sendiri jangan manja lagian toiletnya juga deket sama ruangan ini"
"Masalahnya toilet disini pada full, gue udah bolak balik tetep aja enggak ada yang kosong, gue jadi heran pada ngapain sih lama di toilet, enggak mungkin kan mereka boker berjamaah"
"Mereka lagi nanam saham Ra, makanya lama" jawab Alex ngasal
"Emang bisa nanam saham di toilet?"
""Bisa, di semua tempat juga bisa kali Ra senyamannya kita aja, cuma yang nanam saham di toilet itu ciri-ciri kaum low budget"
"Hah? berarti gue juga bisa dong ikutan nanam saham disana, soalnya kan duit gue enggak banyak"
"Bisa banget, cuma lo mesti cari partner dulu Ra"
Rara yang baru saja paham arah pembicaraan Alex langsung menyonor kepala temannya itu "Rese lo Lex, muka tampan tapi sayang otak minim" makinya
__ADS_1
"Bukan otak gue yang minim, elo nya aja yang kagak tau situasi, udah sono pergi, gak mau gue lihat elo kencing disini"
"Anterin Lex please, gue gak mau kebawah sendirian, takut ada yang gangguin" rengeknya
"Ciiih mana ada laki-laki yang ***** lihat body triplek punya lo"
Rara yang tak terima dengan perkataan Alex keembali memukul lelaki itu, "Lo hobi banget sih Ra mukul gue" protes Alex
"Udah yuk asli nih gue kebelet" Rara menarik paksa tangan Alex, Alex yang tidak tega pun akhirnya ikut bangkit untuk
mengantar Rara turun kebawah, sesekali terdengar ia ngedumel pada temannya "Makanya punya pacar Ra, biar ada yang bisa diminta tolong nganter ke toilet"
Rara yang sudah kebelet akut tidak menyahuti perkataan Alex, yang ada malah ia semakin cepat berjalan dan menyeret Alex.
Saat menuruni anak tangga mata Alex tak sengaja menangkap sosok wanita yang dia kenal, Itukan si Jessi, ngapain dia ketempat beginian?. Karena penasaran Alex pun menarik paksa Rara untuk ikut menghampiri Jessi.
"Jess elo ngapain disini?"
Jessi merasa familiar dengan suara tersebut kemudian mendongkakkan kepala melihat wajah laki-laki yang bertanya itu, matanya membulat sempurna saat melihat Alex, ia menjadi gelisah takut Alex melaporkannya pada Yuga,
"Em aku aku lagi nemenin Racle sama Nita" jawabnya gugup
" Apaan sih, rusuh banget sakit nih tangan gue ditarik-tarik "
"Udah ikut aja jangan banyak protes"
Alex celingukan mencari teman Jessi yang tiba-tiba pergi begitu saja setelah melihat dirinya, " Temen lo kemana Jess?"
Jessi baru sadar bahwa dirinya ditinggal sendiri, ia menjadi semakin gelisah, tak lama kemudian ia kembali sedikit rileks melihat kedua temannya itu sudah kembali ke meja.
Alex melotot tajam kearah Racle saat mengetahui Racle yang dimaksud Jessi adalah Racle nya, apalagi saat melihat penampilan Racle yang aduhai menggoda iman, namun sebelum ia berbicara Rara sudah terlebih dulu menarik paksa lengannya menuju toilet.
Di lorong depan toilet perempuan Alex tak henti-hentinya memaki Rara yang berada di dalam sana, sedangkan yang dimaki tampak asik dengan kegiatannya sendiri tanpa menggubris ucapan Alex.
Miracle sayang abang gak ikhlas kamu bagi-bagi sedekah sama orang lain, cuma abang yang boleh kamu kasih, sumpah abang gak rela sayang. Batinnya
Alex menjadi kesal sendiri saat mengingat kembali penampilan Racle, apalagi melihat banyaknya tatapan liar pengunjung club. sumpah rasanya Alex ingin menggusur paksa Racle keluar dari tempat ini, namun ia juga tak bisa meninggalkan temannya sendiri disini. Alex mengacak rambutnya frustasi ia benci dengan situasi sekarang.
"Gue mesti hubungin Yuga, bisa-bisanya dia kasih ijin calon bini gue ke tempat beginian" Ia merogoh ponsel lalu mengetik pesan.
**Rumah
__ADS_1
Trung terdengar pesan masuk di ponsel Yuga, Ia yang belum tidur bergegas membuka pesan dari Alex, setelah membaca isi pesan dari temannya Yuga terlonjak kaget apalagi Alex mengatakan bahwa Jessi ikut bersama mereka.
Yuga bergegas mengambil jaket tanpa mengganti baju terlebih dahulu, ia tak peduli dengan penampilannya yang hanya mengenakan kaos singlet ketat dan celana selutut, baginya yang terpenting adalah segera membawa Jessi keluar dari tempat itu, bahkan ia mengemudi dengan kecepatan tinggi
Sayang bisa-bisanya kamu datang ke tempat seperti itu, mas aja enggak pernah mau masuk kesana. Racle awas saja jika sampai terjadi apa-apa dengan Jessi.
**
Itukan cowok tadi pagi, ngapain dia ketoilet bareng cewek? ternyata selain mesum dia juga cabul, gak modal banget mau gituan sampe harus ditoilet. Batin Racle. Saat melihat Alex
"Mbak ngapain si ngajak kesini? gue kan belum beres" protesnya
"Tadinya gue mau ngenalin elo sama cowok cakep Cel, tapi dianya malah keburu pergi"
"Ya ampun mbak, cuma gara-gara laki doang elo rusuh kek gini, yang bener aja" protes Racle
"Eh yang mau gue kenalin itu bukan laki sembarangan, tapi laki ganteng plus tajir Cel"
Racle memberengut kesal "Males gue ngomong sama lo mbak, udah sana pergi, ancur mood gue gara-gara elo"
Nita yang diberi kesempatan untuk bersenang-senang pun tak membuang waktu lagi ia langsung melesat menuju kerumunan.
"Cel pulang yuk" ajak Jessi
"Yaelah mbak ini masih terlalu awal buat pulang, enjoy aja"
"Ini udah hampir tengah malam Cel, pulang yuk"
"Mbak kan udah janji enggak akan ngerengek minta pulang, sebelum Racle sama mbak Nita puas"
"Yaa tapikan mbak gak tau kalau kamu sama Nita mau ketempat beginian"
"Salah sendiri kenapa mau ikut"
**
Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit untuk Yuga bisa sampai ke tempat dimana Jessi berada, bayangkan bagaimana cepatnya ia mengemudi sementara Racle saja membutuhkan waktu sekitar 20menit ke tempat ini.
Grepp tiba-tiba ada yang menggenggam tangan Jessi lalu menyeretnya keluar, Racle yang panik takut terjadi apa-apa dengan Jessi ikut menyusul, sebelumnya ia mengajak Nita dan memberitahukan kejadian barusan.
Karena kurangnya pencahayaan didalam membuat Jessi tidak bisa mengenali lelaki yang sedang menyeretnya, Jessi mencoba melepaskan genggaman lelaki itu dari tangannya, ia takut lelaki itu akan berbuat macam-macam.
__ADS_1