
Sepeninggal Racle
"Kamu lihat Mela kelakuan anakmu itu sungguh sangat buruk, mau ditaruh dimana nama baik keluarga kita kalau sampai orang luar tahu kelakuan anak itu"
"sudah bu jangan memperkeruh suasana" ucap Ny.Hyeri
"Diam kamu Hyeri, wanita mandul sepertimu mana mengerti perasaan seorang ibu yang mempunyai putri berakhlak buruk" kompor Ny.Ratih pada ibu Racle
Hyeri terlihat murung setelah mendengar perkataan Ny.Ratih, Yuga yang tahu akan kondisi sang Mami dengan sigap mengusap lembut punggung telapak tangannya, Sedangkan Mela terlihat mengepal tangan menahan emosi, sepertinya Ny.Ratih telah berhasil menghasutnya.
"Heh anak kurang ajar, berani sekali melawanku, lihat saja apa yang akan kau terima dari perbuatan mu itu" batin Ratih
"Hebat juga si Racle, bisa bikin ini emak lampir tusuk konde murka kaya gini apalagi pas lihat dia ngehancur ini meja amazing banget lah gue punya adek lumayan juga bisa buat bodyguard, tapi kok gue jadi serem sendiri ya kalo sampe bikin mood si Racle anjlok, bisa-bisa gue yang akan jadi korban selanjutnya. "Huh ngeri" gumam Yuna
Tn.Morgan menyusul Racle ke atas, dia mencoba membujuk Racle untuk membuka pintu kamar, namun sayang Racle sepertinya enggan untuk membahas masalah barusan.
*Pagi Hari
"Kamu baik-baik saja?" tanya Yuga saat mereka berpapasan hendak turun ke lantai bawah
"I'm oke, kak sepertinya Racle mau berangkat duluan ke kantor"
"Loh kamu belum sarapan"
"Lazy" jawabnya singkat
"Tunggu sebentar saya bawa tas kerja dulu, kita berangkat sama-sama saja nanti kita sarapan dijalan"
"oke"
Dalam perjalanan menuju kantor tidak ada satu pun yang bersuara, baik Racle maupun Yuga keduanya sibuk dengan aktifitas masing-masing, Racle yang sibuk dengan ponsel sementara Yuga fokus dengan aktifitas mengemudinya.
"Sudah sampai, kita sarapan di Ruang kerja saja ya, saya tidak biasa makanan pinggir jalan"
"Lah kok bisa?restoran kan enggak ada yang ditengah jalan, jadi kakak biasa makan apa?" canda Racle
Yuga menggaruk alisnya "Em bukan begitu maksud saya.."
"Hahaha iya iya Racle faham kok, yaudah kak eh salah maksudnya pak bos let's go"
Mereka jalan beriringan memasuki lobi Perusahaan, dengan sesekali mengobrol serius.
"Kamu sudah mempelajari berkas yang saya berikan kemarin sore?"
__ADS_1
"Sudah"
"Nanti kamu akan dibimbing langsung oleh Jesicca, dia senior kamu"
Banyak pasang mata yang melirik mereka dengan pertanyaan dan praduga yang tidak-tidak, terlihat dari tatapan para karyawan wanita yang seakan menguliti Racle hidup-hidup, berbeda dengan tatapan kaum lelaki, mereka fokus memperhatikan wanita cantik dengan pakaian seksi di samping bosnya itu "Sarapan pagi udah dikasih yang seger kek gini, jadi makin kenceng deh" ucap karyawan lelaki, Racle yang mendengar hanya mengedipkan mata nakal sontak saja hal itu membuat kegaduhan dilobi perusahaan.
"Apa yang kamu lakukan?"
"Tidak ada, hanya sedikit mengisi amunisi" jawab Racle santai, Yuga hanya menggeleng kepala melihat kelakuan adik bungsunya ini
"Lain kali jangan seperti itu, saya tidak ingin ada gosip negatif di perusahaan tentang adik saya"
"Tenang saja tidak akan ada yang berani macam-macam"
"Bukan seperti itu, saya lebih suka hidup damai"
"Kakak tidak akan pernah bisa hidup damai setelah Racle ada disini"
"Jangan membuat onar Racle, kejadian semalam saja sudah buat saya pusing tidak bisa tidur"
"Rileks saja kak, nanti kedepannya juga biasa"
Yuda malas menanggapi, " Ini ruang kerja kamu, tepat di samping ruang kerja saya, hari ini kamu cukup lihat bagaimana Jessi bekerja tidak perlu melakukan apapun dan ingat jangan membuat masalah"
"Tidak janji"
"Iya sana masuk, bikin bad mood aja deh, ini tuh Racle sengaja bangun pagi buat nata rambut biar rapi, malah jadi kacau gini, sebel"
Yuga tersenyum melihat adiknya merajuk, kini ia merasa memiliki kebiasaan baru yaitu menjahili Racle, melihat Racle merajuk membuat Yuga merasa menjadi seorang kakak sebagimana mestinya, meskipun dia memiliki adik kembar namun hubungannya dengan Yuna tidak terlalu baik karena pola asuh yang berbeda antara Ibu dan Momy nya, terlebih lagi sikap Yuna yang manja dan selalu ingin terlihat sempurna membuat Yuga kurang suka.
"Eh pak bos Jessi itu siapa?" cegat Racle saat Yuga hampir masuk ke ruangan.
"Em itu anu sekertaris saya" Racle menyipitkan mata saat melihat gelagat aneh sang kakak
kayaknya bukan sekedar sekertaris biasa, apa jangan-jangan dia sekertaris plus-plus nya kak Yuga yaa? wah mesti laporin ke si wonder women ini.
"Sudah jangan berfikir yang bukan-bukan, lebih baik kamu segera masuk keruangan sekarang" perintah Yuga, Racle memutar bola mata malas "Iya"
"Mana nih Jessi kok enggak dateng-dateng padahal ini udah jam masuk kantor, terus gue mesti ngapain, apa gue ke ruang kerja bos Yuga aja ya, bete disini gak ada kerjaan"
Eh itu cewek siapa? parah gila pagi-pagi gini lipstiknya udah belepotan aja tapi gue lihat dia keluar dari ruangan kak Yuga, wah jangan-jangan kakak gue...
Seketika lamunan Racle buyar saat ada yang masuk ke ruangannya dan menyapa "Hai"
__ADS_1
"Eh hai"
"Pagi-pagi udah ngelamun aja, kamu pasti Racle kan kenalin aku Jessica"
gue ngelamun gara-gara situ juga, gue jadi curiga lo sama si bambang pasti udah ngelakuin adegan 21+
Bukannya menyambut uluran tangan Jessica Racle malah kembali sibuk melamun
"Hey Racle are you oke?" tanya nya sedikit mengguncang bahu Racle pelan
"Hah iya kenapa? itu lip**s eh maksud aku ada apa? hampir aja bilang itu lipstik lo benerin dulu neng,
Dengan tersenyum manis Jessica kembali mengulurkan tangan "Kenalin aku Jessica sekertaris pak Yuga, saya yang akan membimbing kamu"
Oh jadi ini orang nya, cantik juga bodinya enggak terlalu wow kayak gue sih tapi lumayan, kelihatan kalem enggak gasak grusuk kek gue, pantes aja kalo si bambang punya affair sama ini sekertaris
"Iya, salam kenal bu Jessica, saya Racle"
"Panggil mbak aja sii, aku belum tua-tua amat biar lebih akrab juga enggak usah terlalu formal" dengan senyum tulus
fix gue yakin 100% ini sekertaris plus-plus nya si bambang
"Kamu adiknya pak Yuga?"
"Iya bu eh mbak"
"Kok aku baru lihat ya? setau aku adiknya pak Yuga itu bukannya Yuna yaa?"
Racle tersenyum kecut mendengar pernyataan Jessica
gue baru aja nongol dipermukaan, makanya lo baru lihat
Jessica yang melihat ekspresi Racle merasa tidak enak hati "Duh maaf ya Racle kalo pertanyaan mbak barusan bikin kamu enggak nyaman" sesalnya
"santai aja mbak, Racle emang besar di luar negri, makanya banyak yang enggak tahu"
"Sekali lagi mbak minta maaf ya, mbak enggak ada maksud apa-apa"
"Iya mbak enggak apa-apa, mm anu mbak itu" Racle menggaruk kepalanya
"Iya Racle ada apa?"
"Mbak tadi pake lipstik buru-buru ya Racle lihat enggak rapi" duh Racle kok malah bahas lipstik sih, emang dasar mulut gue filternya enggak berfungsi kalo bukan sama si wonder women
__ADS_1
Jessi buru-buru mengambil cermin, matanya melotot saat melihat lipstiknya sudah tidak berbentuk lagi, sesekali dia melihat ke arah Racle yang masih mengamatinya
Nah ke gap kan lo mbak, hayoh lo udah lakuin apa aja sama si bambang tampan. Racle merasa geli melihat ekspresi malu-malu kucing dari seniornya itu