AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Yuna


__ADS_3

Racle terbangun saat ada yang menggedor pintu kamar, dengan masih mengumpulkan kesadaran Racle bangkit dari tempat tidur sambil mengumpat orang yang telah membuat kebisingan "Task sialan, apa orang-orang disini kekurangan attitude, gedor pintu kaya yang lagi gerebek pasangan mesum" Klek pintu kamar dibuka


"Lo tidur atau koma sih, lama banget, gue sampe cape gedor ni pintu"


"Wow... ternyata aslinya begini, kasar banget" jawab Racle


"Maksud lo apa hah?"


"Ya kali lo gedor pintu udah kaya kingkong aja, gak ada etikanya banget, seenggaknya anggun dikit lah, situ kan cewek"


"Gak usah banyak bacot deh, mending sekarang lo turun, bokap nyuruh keruang kerja sekarang" Jawab Yuna dengan ketus.


"Oh" Brak, Racle membanting pintu dengan kencang tepat di hadapan Yuna


"Sialan lo Racle" teriak Yuna dari luar


"Siapa suruh bikin kerusuhan, ganggu tidur orang aja, kan bisa dia ketuk pintu dengan baik dan benar, atau seenggaknya panggil nama lah Kalau orang yang dibangunin masih gak nyahut" Racle ngedumel


Masih dengan menahan amarah Yuna turun kelantai bawah, terlihat beberapa kali Yuna menghentakkan kaki dengan mulut yang terus komat-kamit "Rese banget tuh anak, lihat aja nanti, gak akan gue biarin dia betah" makinya


"loh loh anak ibu kenapa? kok mukanya ditekuk gitu? ada apa sayang?"


"Racle bu, dia itu ngeselin banget" adu Yuna dengan nada manjanya. Sebelum Ny.Mela menanggapi, Tn.Morgan sudah terlebih dahulu memanggil Yuna dan menyuruhnya untuk masuk keruang kerja.


"Mana Racle? kamu sudah suruh dia untuk kesini kan nak?"


"Udah yah, mungkin sebentar lagi dia menyusul" jawab Yuna dengan nada lemah lembut. Belum sempat Yuna duduk terdengar pintu terbuka


klek.. Yuna dan Tn.Morgan menoleh ke arah pintu, dilihatnya Yuga dan Racle yang masuk berbarengan.


"Kalian duduklah, ada yang ingin ayah sampaikan, dan untuk Racle ayah minta maaf telah mengganggu waktu istirahatnya"


Mereka duduk dengan posisi Racle dan Yuna saling menghadap, sementara Yuga tepat berada diantara keduanya, dan ayah dikursi kebesarannya yang bersebrangan dengan Yuga.

__ADS_1


"Racle, kamu masih kuliah?" tanya Tn.Morgan


"Tidak". Tn.Morgan terlihat syok setelah mendengar jawaban dari Racle


"Jadi? kamu tidak berkuliah nak?"


"Sudah selesai, 1bulan lalu"


Akhirnya Tn.Morgan bisa bernafas lega setelah mengetahui bahwa putri bungsunya itu telah selesai dengan studinya diusia yang terbilang masih cukup muda, sempat Ia berfikir anaknya itu tidak mendapatkan taraf pendidikan yang layak dari istri ke dua nya.


"Apa jurusan yang kamu ambil saat kuliah nak?"


"Manajemen Bisnis, bahkan menjadi lulusan terbaik, benarkan Racle?" Jawab Yuga


"Benar begitu nak?"


Racle melirik Yuga malas, sedangkan Yuna terlihat menatap tajam Racle.


"Kalau begitu ayah minta kamu membantu kakak mu untuk mengelola perusahaan ayah"


"Ini perintah, jadi kamu harus mau dan tidak ada bantahan" jelas Tn.Morgan


"Apakah dia juga ikut mengelola perusahaan? tunjuk Racle dengan dagu.


"Aku tidak ikut mengelola, karena aku punya bisnis sendiri" jawab Yuna dengan angkuh


"Oke, kapan aku mulai kerja?"


"Besok, untuk sementara waktu kamu akan menjadi sekertaris Yuga, sebelum ayah menemukan posisi yang pas untukmu, ayah juga akan meminta Yuga untuk membimbing mu dalam dunia kerja"


"Atur saja"


"Kalian boleh keluar, kecuali Racle" ucap Tn.Morgan

__ADS_1


"Kurasa pembicaraan kita sudah selesai, aku juga pamit untuk kembali ke kamar" jawab Racle


"Tidak nak, tunggu sebentar disini, Yuga Yuna kalian boleh pergi"


Racle membrengut kesal, situasi sekarang membuatnya tidak nyaman, Tn.Morgan memang ayah kandungnya, tapi baginya lelaki tua itu sangat asing.


"Ayah senang kamu kembali lagi kesini'


enggak seneng gimana, orang baru datang udah situ jajah sesuka hati. Maki Racle dalam hati


"Ternyata putri kecil ayah sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, selama ini kamu tinggal dimana?"


Gue dikasih makan sama dikasih beban kehidupan, makanya gue tumbuh keatas enggak kesamping, Halah so so an tanya gue tinggal dimana lagi, pencitraan banget nih bapak-bapak.


"Di luar negri" jawab Racle dengan senyum paksa


"Apa dia memperlakukan mu dengan baik nak? maksud ayah, apa dia memberikan kehidupan yang layak?"


tentu saja bambang, situ bisa lihat sendiri kulit gue mulus, bersih enggak ada goresan-goresan abstrak, muka gue juga glowing kaya yang udah goreng tempe, fashion gue branded semua, itu tandanya mama Dita menerapkan pola hidup amat sangat layak buat gue, yaa meskipun gue harus ikutan asuransi khusus buat telinga


"Tentu saja, bahkan dia memberikan fasilitas pendidikan terbaik untuk Racle"


"Bagaimana kabar dia?"


yaa ampun, situ ngalor ngidul dari tadi ujung-ujungnya cuma buat nanyain kabar si wonder women? kangen tapi gengsi nih ceritanya, malu sama umur bambang,


"Baik, amat sangat baik, kalau tidak ada hal penting lagi, Racle pamit mau lanjut istirahat, permisi" Racle buru-buru pergi keluar tanpa menunggu persetujuan sang ayah.


"Akhirnya bebas juga, risih banget, udah kaya lagi interview aja, tanya sana sini".


Baru beberapa langkah sudah ada yang menarik tangan Racle


"Ikut kakak"

__ADS_1


jiir... ni laki suaranya bikin merinding disko, mana pegang-pegang lagi, tangannya kekar banget, kalo bukan abang gue, udah gue sosor deh, suka banget gue sama tipe yang cool tapi agresif gini," batin Racle sambil cekikikan


__ADS_2