
Waktu menunjukan pukul 22.30 wib, baik Racle maupun Yuga mereka belum bisa memejamkan mata.
"Kayaknya butuh penyegaran dikit nih, gue coba telpon mbak Nita aja kali yaa moga aja dia belum tidur"
**
Dibelahan bumi lain tepatnya di apartemen Jessica, Nita sedang menonton drakor favoritnya, ditemani berbagai snack untuk menambah semangat, karena malam minggu ini dia dan Jessi berencana akan menonton maraton drama tersebut sampai pagi.
Geuraeseo nan nunnunana terdengar ringtone lagu korea dari ponsel Nita, " Si Racle tumben telpon gue" gumamnya
"Dari siapa Nit?" tanya Jessi penasaran
" Ini si Racle, gue angkat dulu bentar, Jess minta tolong dong pause dulu drakornya, gue enggak mau ketinggalan", sambil berlalu menuju balkon, Jessi hanya memutar bola mata malas "iya"
" Ya Cel ada apa? "
" Gue lagi kumpul sama Jessi, kenapa Cel?"
" What? lo gila yah masa iya ketempat begituan ngajakin mbak-mbak, enggak malu loh?" Ledek Nita
" Bilang dulu dong kakak cantik, nanti gue usahain"
" Hahaha... oke-oke berhubung calon adek ipar yang minta gue turutin deh"
" Hah apaan? wah parah loh, gak bisa gue ajakin dia, dia polos abis masa iya mau huru-hara gue ajak-ajak sahabat macam apa gue"
"Iya gue tunggu di apartemen Jessi, alamatnya di*** oke bye Cel"
Di rumah
"Gue coba telpon mbak Nita aja deh" Racle mendial nomor Nita, nyambung tapi kok lama banget diangkatnya
" Halo mbak"
"Lo lagi ngapain?"
"Temenin gue clubbing yuk"
" Rese lo mbak"
sumpah ya ini manusia satu kalo bukan karena gue butuh ogah deh gue nurutin kemauannya. " Mbak.. sorry-sorry maksud gue kakak cantik please mau ya temenin gue" bujuk Racle dengan manja,
iyuuuh jijik banget gue denger suara sendiri
Gak ikhlas gue punya kakak ipar kaya lo " Thanks banget, sekalian ajakin mbak Jessi juga biar seru kalo rame-rame"
Dia enggak sepolos yang elo kira kali, " Yaudah kalo dia enggak mau kita berdua aja gue siap-siap dulu ya mbak, nanti gue jemput disana, eh alamatnya dimana?"
" Oke thank you mbak, see you"
__ADS_1
Racle mematikan sambungan telpon dan bergegas keruang ganti,
" Gue pake baju mana yaa? ini kayaknya cocok deh"
pilihnya pada baju atasan ketat berwarna hitam bermodel sabrina dengan bawahan rok jeans sepaha, yang membuatnya semakin terlihat seksi, Apa lagi baju Racle hanya diatas pusar yang membuat perut rata mulusnya terekspos sempurna, semakin memperlihatkan lekukan tubuhnya.
Racle membiarkan rambut panjangnya tergerai indah, dengan polesan makeup tipis yang menambah kesan fresh girl pada diri Racle.
Setelah dirasa penampilannya pas, ia menyambar jaket jeans yang ada diatas sofa kamar lalu memakainya, kemudian turun kebawah.
Saat menapaki anak tangga dia berpapasan dengan Yuga yang baru kembali dari dapur, Yuga langsung mencekal tangan Racle
" Mau kemana kamu malam-malam begini?"
" Nongkrong bentar"
" Ini sudah larut malam Racle, tidak baik perempuan keluar malam-malam sendiri"
" Cuma bentar kok, lagian Racle enggak pergi sendiri, udah ah takutnya temen Racle nunggu kelamaan, bye" Racle berlari menuruni anak tangga takut kakaknya mengintrogasi lebih lanjut
Yuga mengejar Racle yang sudah berada di halaman depan " Kamu mau kemana?" tanya nya lagi
"Cafe"
Yuga melihat ponsel miliknya, keningnya berkerut saat melihat jam, " Mana ada cafe yang masih buka jam segini?"
Yuga menghela nafas panjang, ia mencoba percaya pada Racle, apalagi yang dikatakan Racle benar adanya, ini memang malam minggu, malam panjang bagi kaum muda-mudi.
**
Jessi merasa heran dengan Nita yang tiba-tiba mengganti bajunya dengan baju yang bisa dikatakan kekurangan bahan, "Kamu sama Racle mau kemana sih Nit, kok dandanannya gitu banget"
"Ada deh" jawabnya tanpa melihat ke arah Jessi, karena ia masih sibuk dengan acara dempul mendempul.
" kok kamu pake gaun seksi gitu, kamu mau ke pesta yaa, tega banget sih enggak ajakin aku" rajuk Jessi
Iya non gue mau ke pesta huru-hara " Aduh lo gak usah pengen ikut-ikut segala, mending elo bobo cantik aja disini, udah ya gue mau turun dulu ke bawah, takutnya itu adek ipar gue udah nungguin"
Jessi membrengut kesal saat mendengar Nita mengatakan bahwa Racle adalah calon adik iparnya. Enak aja mau nikung aku, awas kamu kalo sampe berani rebut mas Yuga dari aku.
Nita keluar dari unit apartemen Jessi dengan penampilan yang wow, dengan menggunakan gaun ketat berwarna merah maroon bertali spaghetti yang memperlihatkan lekuk tubuh dan bagian depan belakang yang offside, meskipun wajahnya tak secantik Jessi namun untuk masalah body Nita menang banyak.
Jessi yang penasaran akan sahabatnya itu diam-diam mengikuti Nita turun ke lobi, Ia bersembunyi disalah satu pilar yang dekat dengan pintu keluar.
***
Racle memarkirkan mobil di basement apartemen Jessi, ia menunggu Nita didalam mobil, sudah sepuluh menit berlalu namun yang ia tunggu tak kunjung datang, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan menunggu dilobi apartemen.
"Racle" teriak Nita, ia bergegas menghampiri gadis seksi itu,
__ADS_1
"Mbak lama banget sih, gue hampir berjamur tau nungguin di basement"
"Lah yang nyuruh elo nunggu di basement siapa? gue juga nungguin elo dari tadi disini, gue kira elo bakal langsung kesini"
"Miss comunication nih kita"
" Lagian ponsel lo kenapa enggak aktif sih? dari tadi gue coba telpon takutnya elo gak jadi dateng"
" Sorry mbak, sengaja gue off in biar orang rumah enggak ada yang ganggu"
Terlihat Jessi mengintip tidak jauh dari tempat Racle dan Nita mengobrol " Mereka mau kemana si? aku lihat penampilan Racle sama Nita enggak jauh beda, sama-sama bisa bikin masuk angin, pokoknya aku harus ngikutin mereka" gumamnya
" Yaudah yuk cabut" ajak Nita sambil menggandeng lengan Racle. Jessi berlari mengejar mereka ke basement, saat Racle akan melajukan mobil keluar apartemen tiba-tiba Jessi muncul dan menghadang mobil Racle. " Tunggu "
Racle yang kaget dengan kelakuan Jessi langsung menurunkan kaca pintu mobil dan berteriak " Astaga mbak, ngapain sih bikin kaget orang aja, kalo sampe ketabrak bisa berabe kan urusannya" sungut Racle.
Jessi masuk ke dalam mobil tanpa permisi " Mbak ikut yaa Cel" pintanya pada Racle
"Hah serius?"
" Iya" jawabnya santai sambil mencari posisi duduk yang nyaman.
" Lo yakin mau ikut kita dengan penampilan lo yang seperti ini?" tunjuk Nita pada Jessi
Jessi meringis saat melihat penampilannya sendiri, ia hanya memakai kaos oversize berwarna putih dan celana jeans sepaha, sangat kontras dengan penampilan Racle dan Nita.
" Udah lah mending elo balik gih sana, bobo cantik"
" Enggak pokoknya aku mau ikut"
"Bahaya mbak, mending mbak istirahat aja di apartemen"
" Bahaya?" ulangnya
"Iya mbak, mending mbak masuk lagi aja ya"
"Emang kalian mau kemana sih? udah tau bahaya kenapa masih niat banget buat pergi, pokoknya mbak akan tetap ikut biar bisa jagain kamu sama Nita" keukeuhnya
yang ada malah gue yang harus jagain lo mbak, apes banget si malem ini niat hati mau seneng-seneng malah jadi momong anak gadis orang. " Terserah mbak aja deh" pasrah Racle
"Dengerin gue baik-baik ya, kalo elo mau ikut sama kita jangan pernah ngerengek minta pulang sebelum kita puas, deal?" ancam Nita, lalu menyodorkan tangan ke arah Jessi.
Jessi yang sudah sangat penasaran dengan tujuan mereka langsung menjabat tangan Nita tanpa berpikir panjang " Oke Deal". jawabnya penuh semangat
"Awas lo kalo sampe nangis minta balik"
"Enggak akan yaudah Cel ayo kita berangkat" dengan penuh semangat Jessi menepuk bahu Racle.
Apes sungguh apes. Batin Racle
__ADS_1