AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Rumah


__ADS_3

Indonesia.... Minggu pagi tepat pukul 07.00 WIB pesawat yang membawa Racle dari Australia mendarat dengan sempurna di bandara Soetta.


Tak...tak..tak terdengar suara hentakan sepatu hak tinggi beradu dengan lantai bandara, Gadis cantik berambut panjang lurus sepunggung itu tergerai indah dengan warna kecoklatan di bagian bawahnya yang bergerak kesana kemari mengikuti gerak tubuh sang dewi, Racle terlihat begitu seksi dengan menggunakan dress berwarna kuning selutut bergaya sabrina yang memperlihatkan bahu putih mulusnya, tak lupa dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancung miliknya, langkah yang melenggang lenggok bak seperti seorang model profesional, semakin memperlihatkan bagian dari tubuhnya yang tumbuh dengan subur.


.


Terlihat ada seseorang yang menghampirinya dan berkata "Maaf, dengan nona Racle?"


"yes I am" jawab Racle, "perkenalkan saya Rico, saya diutus oleh Ny.Dita untuk mengantarkan anda sampai ke tempat tujuan" jelas lelaki itu


"Oh oke, lets go". Racle enggan menanyai lebih detail, rasanya terlalu letih jika harus mengintrogasi Lelaki itu sekarang, karena yang ia butuhkan untuk saat ini hanya istirahat, "sepertinya aku jet leg " gumam Racle, sesaat setelah ia memasuki mobil yang akan mengantarkan nya menuju kediaman sang ayah.


Jarak dari bandara ke rumah sang ayah hanya membutuhkan waktu tempuh perjalanan kurang lebih 35menit.


Kediaman Tn.Morgan Lee


"Maaf nona, kita sudah sampai ditujuan" ucap Rico dengan sopan.


Racle terlihat beberapa kali mengrejap kan mata, ia berusaha mengumpulkan ke sadara nya, karena tertidur saat perjalanan tadi, mungkin memang ia merasa sangat letih.


"Benarkah? lalu Racle melihat sekeliling halaman rumah itu, tak banyak yang berubah pikir Racle, masih sama seperti 15tahun lalu, hanya saja warna cat rumah yang dahulu nya berwarna putih kini menjadi warna abu dengan sedikit list hitam, juga beberapa pohon didekat pagar yang sudah tumbuh besar "Oh iya benar, maaf aku ketiduran, bisa kau bantu aku mengeluarkan koper dari dalam bagasi? aku masih merasa sedikit lelah" jelas Racle


"Tentu nona, mari saya bantu" jawab Rico


"Iya, terimakasih"


Dengan santai Racle keluar dari dalam mobil sambil membenahi pakaiannya yang sedikit kusut, terlihat beberapa pelayan yang sedang bertugas membersihkan halaman depan rumah sesekali melirik Racle, mencuri pandang pada gadis itu, bahkan ada yang sampai membicarakan nya, walaupun hanya sekedar saling bertanya "siapa dia".


Sampai tibalah seorang wanita paruh baya berseragam pelayan menghampirinya dan bertanya "Maaf dengan nona siapa?"


Racle menajamkan pandangannya, terlihat ia sedang memindai pelayan itu dari atas sampai bawah, seketika Racle tersenyum "Ini bi Sumi kan? aku Racle bi, maksudku Miracle anak bu Mela" jelas Racle.


"Yaa ampun, ini non Mirekel? bener ini non? meuni geulis pisan, bibi pangling lihatnya non" jawab bi Sumi dengan logat khas sunda.


"Miracle bi, bukan Mirekel, pake C" sahut Racle, "Iya non iya maaf, hehe.. ayo silahkan masuk, tuan dan nyonya sedang sarapan di dalam" kata bi Sumi


"Lagi pada kumpul yaa bi?"


"Iya non, kan ini weeken"


"weekend bi" gemas Racle pada pembantunya itu, yang di koreksi malah terlihat santai-santai saja..


Tibalah Racle diruang makan, terlihat anggota keluarganya sedang menyantap sarapan bersama.


"Good morning everybody" sapa Racle.

__ADS_1


Seketika mereka semua langsung menoleh ke sumber suara, "Miracle" gumam Tn.Morgan,


Dari semua anggota keluarga yang ada, hanya Tn.Morgan yang langsung mengenali Racle, saat yang lain masih bertanya-tanya siapa dirinya.


Tn.Morgan sudah terlebih dahulu melesat ke hadapan Racle dan langsung memeluk erat anak gadisnya itu, anak yang sudah 15tahun ini tak ia jumpai bahkan ia dengar kabar dirinya.


Racle yang mendapat pelukan secara tiba-tiba itu hampir saja terjungkal kebelakang kalau saja ia tak langsung berpegang pada ayahnya.


"How are you? are you ok? i miss you so much darling, very - very miss you" terang Tn.Morgan


" I'm oke" jawab Racle, ia bingung harus bagaimana menyikapi hal ini, rasanya terlalu mendadak, ia pikir saat pertama kali menginjakan kaki di rumah ini, ia akan langsung di maki atau bahkan yang lebih parahnya lagi mendapat pukulan dari sang ibu.


"Siapa itu Morgan?" tanya nenek tua yang baru saja ikut menyusul Tn.Morgan menghampiri Racle.


"Dia Miracle bu, anak ku" jawab Tn.Morgan


"ciih.... masih ingat jalan pulang rupanya, dimana selama ini wanita itu menyembunyikan mu? tanya Ny.Ratih, ibu tiri Tn.Morgan


Belum sempat Racle menjawab, ayahnya sudah lebih dulu berbicara " Bu.. sudahlah jangan begitu, yang terpenting kan sekarang dia sudah pulang" jawab Tn.Morgan tak lupa dengan senyum bahagia tersemat di bibir lelaki paruh baya itu


"Ayo nak, kita sarapan bersama, ayah yakin kamu pasti belum sarapan saat ini" ajak Tn.Morgan


Saat mendengar Tn.Morgan mengucapkan kata ayah, ada rasa menggelitik di hati Racle, bagaimana tidak selama 21 tahun ini Racle bahkan bisa menghitung dengan jari berapa kali ia bertemu dan memanggil Tn.Morgan dengan sebutan ayah.


Dulu Racle kecil hanya diperbolehkan bertemu ayahnya seminggu sekali, hal ini karena adanya sebuah perjanjian antara Tn.Morgan dan Ny.Mela ibu kandung Racle, yang Racle sendiri belum mengerti kenapa ibunya melakukan hal itu.


"Ingin saja" jawab Racle setelah dirinya duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan ibunya,


"Tidak malu kah kembali ke rumah ini setelah sekian lama pergi kabur bersama ibu orang lain, tidak menyesal membawa pergi ibu dari anakku? cerca nya lagi.


Dengan santai Racle menjawab " Maaf sepertinya ada beberapa hal yang harus aku luruskan disini sebelum aku bisa menelan makanan yang tersaji diatas meja ini, pertama aku tidak pernah kabur, yang ada malah sebaliknya, aku yang dibawa kabur. kedua aku tidak pernah pergi membawa siapapun, yang ada justru malah aku yang dibawa pergi oleh mama nya" tunjuk Racle pada Yuna, yang posisi duduknya tepat disebelah Ny.Mela


"Lancang sekali mulutmu itu, apakah di tempat asal mu kau tak diajarkan bagaimana harus bersikap terhadap orang tua? cela Yuna terhadap Racle


Terdengar gelak tawa dari gadis di sebrang Yuna " Hey kakak cantik, tempat asal ku itu disini, dulu sebelum aku pergi ibu ku memang tak sempat mengajarkan aku apa-apa, jadi wajar saja jika aku bersikap demikian" sambil melirik ibunya.


Ny.Mela dan Yuna yang geram akan sikap Racle mencoba untuk mencela kembali, namun sebelum mereka bersuara sudah ada peringatan terlebih dahulu dari Ny.Hyeri istri pertama Tn.Morgan "Berhenti bicara, dan lanjutkan sarapan kalian" tegasnya.


Racle melirik kearah Ny.Hyeri, dia tersenyum dan berkata "Ah... ibu suri, lama tak jumpa, bagaimana kabarmu? maaf baru menanyakan, karena barusan banyak sekali wartawan" canda Racle


Ny.Hyeri yang ditanya pun mengangguk kecil, lalu ia menjawab " Seperti yang kau lihat nak, aku baik-baik saja, silahkan nikmati sarapan mu Racle" dengan senyum tulus yang terukir cantik dibibir tipisnya.


"Terimakasih ibu suri"


Akhirnya agenda sarapan pun selesai, dengan durasi waktu yang cukup lumayan lama dari biasanya, karena adanya kejutan besar di pagi ini.

__ADS_1


"Racle istirahatlah, ayah tahu kamu pasti lelah" ucap Tn.Morgan


"Iya, aku akan membawa masuk koperku terlebih dahulu, sepertinya masih tertinggal diluar" jawab Racle, lalu ia bergegas pergi keluar rumah


"Kau masih disini?" tanya Racle pada Rico


"Iya nona, ada beberapa hal yang harus saya sampaikan, terkait pesan Ny.Dita"


"Berapa usiamu?" tanya Racle


"Usia saya 27tahun nona" jawab Rico


Racle memindai penampilan Rico "Oh.. karena kau lebih tua dariku maka aku akan memanggilmu kakak"


"Terserah nona saja"


" saat aku amati lebih lama ternyata kakak itu tampan, badan kakak juga oke, ternyata selera s wonder women boleh juga" terang Racle


"Hah??" Rico melongo seperti orang bodoh saat mendengar kata-kata dari gadis didepannya itu, "maksud nona?"


"Sudah lupakan saja, tadi kakak ingin menyampaikan apa?" tanya Racle


"Begini nona, saya diutus oleh Ny.Dita untuk tetap berada di samping nona, Ny.Dita juga berpesan agar saya..." sebelum menyelesaikan perkataannya, Racle terlebih dulu memotong ucapan Rico,


Racle berkata " Aku faham, dia menugaskan kakak sebagai asisten ku kan? tugas pertama kakak sebagai asisten ku yaitu kabari si wonder women itu bahwa aku sudah sampai disini. dan tugas kedua kakak yaitu melaporkan semua kegiatan ku yang berhubungan dengan anaknya kepada si wonder women, oke, karena aku malas jika harus berbicara panjang lebar dengannya" terang Racle


"Maaf nona, maksudnya wonder women itu siapa?" tanya Rico


"Nyonya mu, siapa lagi!! jawab Racle, "jangan terlalu formal terhadapku, karena aku bukan majikan mu, aku cuma partner kerja kakak, paham,?"


"Baik nona, saya paham"


"Racle saja, tak perlu embel-embel nona"


"siap, Racle" jawab Rico


"Yasudah kakak pulanglah, aku mau masuk kedalam!"


Racle masuk dengan menggeret kopernya, saat memasuki ruang keluarga terdengar suara berat dari arah belakang "Apa tujuanmu pulang kembali?"


sebenarnya untuk saat ini Racle terlalu malas untuk berdebat, namun berhubung yang bertanya adalah kakak tampannya maka dengan sangat terpaksa Racle menjawab "Untuk melindungi apa yang sudah seharusnya aku lindungi".


lelaki itu tampak menautkan alis saat mendengar jawaban Racle.


"Sudahlah, jangan dulu banyak bertanya kakak tampan, aku sedang lelah, nanti saja kita lanjutkan"

__ADS_1


setelah mengatakan itu Racle melenggang pergi meninggalkan lelaki tampan yang kini sedang menatap punggung adik kecilnya itu. Banyak pertanyaan yang ingin Yuga lontarkan, namun


untuk saat ini sepertinya ia harus bersabar.


__ADS_2