
"Lepas!" Jessi berontak ketika tangannya merasa sakit karena mendapat cengkraman kuat dari lelaki dihadapannya, ia diseret menuju tempat parkir,
"Aaaah" Jessi kaget saat lelaki itu mendorong tubuhnya menyender ke pintu mobil lalu menghimpitnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Jessi tanpa berani melihat kearah lelaki itu
"Lihat saya" perintahnya dengan suara berat
Jessi yang kalut sampai tidak mengenali suara dari kekasihnya tersebut, ia semakin menunduk takut untuk melihat wajah dari lelaki itu.
Yuga yang sudah tidak sabar akhirnya mengangkat dagu Jessi, "Mas" gumamnya setelah mengetahui bahwa lelaki yang ada didepannya adalah Yuga.
Yuga tak menyahut, ia langsung menyambar bibir sensual milik kekasihnya, "Emmpt" Jessi mencoba melepas, namun semakin Jessi memberontak semakin dalam pula Yuga menghis*p bibirnya.
"Omaygat Jessi" teriak Nita saat melihat adegan 18+ tanpa sensor, ia berniat untuk menyelamatkan Jessi, namun Racle langsung menarik tangannya dan mengajak bersembunyi dibelakang mobil orang lain.
" Cel lepas gue mau nolongin Jessi"
"Syuuut... udah mending kita disini dulu"
"Lo ini gimana sih Cel, temen dalam kesusahan bukannya nolongin malah asik nonton, gak waras lo"
"Mbak elo bisa mingkem sebentar gak? gue itu lagi mengamati situasi sekitar, kita enggak boleh gegabah dalam bertindak, apalagi kondisinya kek gini, salah perhitungan dikit aja bisa-bisa keselamatan mbak Jessi terancam" cerocos Racle
Nita mengangguk tanda setuju dengan pendapat Racle,
sementara Racle kembali fokus melihat kedepan. Gue jadi penasaran pengen tau itu cowok siapa, nekat banget ngelakuin begituan ditempat umum. kalo diluar sih gue udah biasa liatnya, tapi ini Indo men, sumpah gak habis fikir
" Itu jaket kok berasa familiar banget, gue pernah lihat tapi dimana ya?"
"Bisa-bisanya lo dalam situasi genting kek gini merhatiin jaket tu orang, please Cel jangan buang-buang waktu dong, gercep gitu" ucapnya sambil menggungcang bahu Racle
**
Yuga melepas c*umannya setelah melihat Jessi kehabisan napas, ia menjauhkan tubuhnya dari Jessi, lalu membuang muka kesamping. "Mas kamu enggak kira-kira banget, ini itu tempat umum, gimana kalo ada yang lihat?" protesnya
Yuga tak merespon ia masih kesal dengan kekasihnya, "kamu marah sama aku?" Jessi kembali bertanya. Namun Yuga masih bergeming
Racle yang mengintip tak jauh dari sana semakin menajamkan penglihatannya saat melihat pergerakan dari Yuga, "Astaga" pekiknya kaget saat mengetahui siapa tersangka yang menc*mbu Jessi.
__ADS_1
Nita yang penasaran pun mencoba mengikuti arah pandang Jessi, matanya melotot saat melihat dengan jelas wajah lelaki itu " Omaygat kok bisa?" teriaknya heboh
Racle refleks membekap mulut Nita "Berisik, gak usah teriak juga kali gue enggak budek mbak"
"Kok bisa Cel?" ulangnya lirih
" Bisa aja kalo mereka pacaran "
"Hah yang bener?"
Bukannya menjawab, Racle malah asyik melamun, Mampus gue, pasti kena semprot ini mah, kok bisa si bambang nyampe kesini, apa jangan-jangan ada yang ngasih tau ya?
Nita yang tak mendapatkan respon langsung mencubit lengan Racle " Aww sakit mbak"
"Habisnya gue nanya bukannya dijawab malah ngelamun"
" Emang elo nanya apaan?"
Nita mencebikan bibir " Mereka pacaran?"
"Itu baru praduga gue aja mbak, kalo elo pengen tau kebenarannya tanya aja sono sama bestie lo"
" No, gue gak ikut elo aja sendiri"
Sama aja gue bunuh diri kalo sampe nyamperin si bambang
"Ayo dong Cel" Nita memaksa Racle ikut sampai mendorong tubuh gadis itu,
Racle mencoba berpegangan pada bodi mobil supaya tidak ikut terseret, sayangnya kini tenaga Nita menjadi lebih kuat berkali-kali lipat, mungkin efek dari jiwa kekepoan nya yang overdosis "Mbak please dong jangan gini, gue enggak mau kesana"
Nita tak menggubris rengekan Racle, ia sudah sangat penasaran dengan hubungan Jessi dan Yuga.
**
Alex yang sudah selesai mengantar Rara, berniat akan menemui Racle dan Jessi kembali, F*ck umpatnya kesal setelah melihat meja yang ditempati Jessi tadi sudah diduduki oleh pengunjung lain.
Miracle nya gue kemana? Alex mencoba menelusuri tempat yang bisa dijangkau nya demi menemukan sang pujaan hati, namun banyaknya tangan-tangan nakal dari pengunjung perempuan yang mencoba menyentuh tangan dan bagian lain badan Alex membuatnya merasa jijik, ia memutuskan keluar dari club untuk menghubungi Yuga.
Setelah dirasa menemukan tempat yang pas, Alex segera merogoh ponsel, "Omaygat Jessi" mendengar teriakan seseorang yang menyebut nama Jessi, Alex kembali memasukan ponsel miliknya, ia bergegas mencari sumber suara.
__ADS_1
Lelaki itu terlihat menahan tawa saat memergoki Racle yang tengah mengintip kelakuan kakaknya sendiri, posisi Alex kini tepat berada ditengah-tengah antara tempat Racle dan tempat Yuga. Makin kelihatan cantik aja myKeajaiban kalo lagi serius gitu, jadi pengen peluk.
Alex mencoba menahan diri untuk tidak menghampiri gadisnya itu sekarang, ia ingin melihat Racle lebih lama, namun niatnya harus pupus seketika melihat tubuh Racle diseret paksa oleh Nita ke tempat dimana Yuga berada.
Waduh gawat myKeajaiban pasti kena semprot si Yuga, enggak bisa gue biarin nih, gue gak rela lihat myKeajaiban menderita.
Bak seperti pahlawan ditengah malam, Alex berlari menyusul Racle. Naas nasib buruk menimpa Alex disaat yang tidak tepat, Alex tersandung polisi tidur, kemudian terjatuh terjerembab kearah depan, dengan refleks tangannya memegang bawah rok Racle, "Aaaaaaah" Racle kaget saat mendapati roknya ditarik kebawah dari arah belakang.
Niat hati ingin menjadi tameng untuk sang korban, justru yang terjadi malah dia yang menjadi korban. " Kurang ajar, dasar cowok cabul!!" maki Racle sambil memukuli kepala Alex dengan tasnya.
"Aww.. ampun myKeajaiban, please stop" Alex mencoba menghindar dari setiap pukulan, tapi sayang ia tidak berhasil, Racle yang sudah terlatih dalam bidang hajar-menghajar dapat membaca gerak tubuh Alex dengan mudah.
Yuga yang melihat adanya keributan mencoba melerai, tampaknya ia berhasil menenangkan Racle. "Ada apa ini?" Yuga menatap tajam Racle meminta penjelasan.
Ini kesempatan gue buat ngalihin perhatian si bambang, " Dia udah lecehin Recle kak" tunjuknya pada Alex yang sedang merangkak mencoba unruk kembali berdiri.
Alex yang ditunjuk pun langsung menggelengkan kepala "Bukan gitu Ga sebenernya tadi itu gue......Awww " belum selesai Alex memberi penjelasannya, Racle sudah kembali melayangkan pukulan. "Sakit sayang, udah dong tadi abang enggak sengaja, beneran"
Racle yang mendengar perkataan Alex barusan membuat emosinya kembali naik, ia semakin gencar memukuli Alex.
" Racle stop" Yuga mendekap tubuh adiknya dari belakang lalu membawanya menjauh dari Alex.
" Jadi kakak belain dia" tuduh Racle. Yuga menggelengkan kepala "saya hanya tidak mau kamu mendapat masalah karena memukuli orang seperti itu"
"Kalo gitu kakak aja yang lanjut mukulin dia" pintanya pada Yuga
"Hah??" Yuga melongo mendapati jawaban nyeleneh dari adiknya itu " Dengarkan saya, tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan otot"
"Saya.. saya.. kamu itu kakak aku, berasa ngobrol sama atasan tau gak sih, ini bukan lingkungan kantor, jadi stop ngomongin si saya" protesnya
Yuga memijat pelipisnya yang terasa pusing, menghadapi Racle ternyata tidak semudah yang ia kira, Lebih baik saya berhadapan dengan klien yang sulit, dari pada harus berhadapan dengan adik saya yang satu ini,
"Oke Racle, kakak minta kamu jangan main hakim sendiri, setidaknya dengar dulu penjelasan dari Alex"
"Enggak perlu, orang modelan kek gini omongannya mana bisa dipercaya"
"Sayang.. kamu kok ngomongnya gitu sih" protes Alex dengan nada manja
Yuga dan Racle kompak menatap tajam Alex, sementara Jessi dan Nita masih setia menjadi penyimak, mereka enggan mengeluarkan pendapat, apalagi Jessi, mengingat kondisinya dengan Yuga sedang tidak baik semakin membuat nyalinya ciut.
__ADS_1
Belum juga gue kenalin ini anak kok pak Alex udah panggil dia sayang segala sih? apa si Racle udah gerak cepat tanpa sepengetahuan gue ya? mesti gue cari tahu nih. Batin Nita