
Pagi ini di awali dengan peregangan otot yang amat sangat menyenangkan bagi Racle, setelah seharian kemarin dirinya dibuat tegang dengan laporan Rico dan juga kelakuan si mesum, akhirnya hari ini dia bisa mendapatkan hiburan gratis.
Lain halnya dengan bu Yanti, menurutnya pagi ini sangat tidak mengenakan, bagaimana tidak, dia harus berlapang dada saat melihat sang suami digelayuti oleh janda kembang bergincu merah.
" Mau kemana kamu anak kurang ajar ! " bu Yanti sudah berkacak pinggang menghadang Racle yang akan pergi ke kantor, " Mau kerja lah bu biar dapet duit, terus bisa beli tas lagi, gantiin tas yang udah ibu rusak ! "
" Enak bener kamu, setelah buat ibu cemburu sekarang dengan santainya mau pergi gitu aja, gak bisa ! jemput bapak kamu sekarang. "
" Enggak ! enak aja suruh-suruh Racle, noh suruh aja mbak Nita, dia kan anak kesayangannya bapak. "
Nita gelagapan " Eh apaan loh jadi nyeret gue sama kasus dua sejoli ini. Elo lah yang harus tanggung jawab ! suruh siapa nampol itu janda "
Racle memutar bola mata malas. Emak sama anak emang sama-sama nyebelin yah, " Udah sana ibu aja, suami juga suami ibu. Gak usah gengsian kalo emang cinta, iyakan mbak? " Nita mengangguk setuju dengan ucapan Racle.
" Jemput bapak kalian, atau ibu haramkan kalian menginjakkan kaki di rumah ini lagi. " Bu Yanti lalu membanting pintu kencang, membuat Nita dan Racle yang ada tepat didepan pintu terlonjak kaget. " Buset emak gue, kalo udah marah main usir aja, gak takut apa anak perawan nya nanti dicomot om-om kaya, Cel gimana dong? kita bakalan telat nih kalo harus ikut serta dulu drama telenovela, kalo enggak ikutan bisa-bisa gue kagak bakal di akuin anak lagi. "
Dengan sangat terpaksa Racle harus merelakan dirinya menyusul pak Damar, sementara Nita, Racle menyuruh dia terlebih dahulu berangkat ke kantor. Mau bagaimana pun, tetap saja kesalahan awal emang ada di diri Racle.
** Flashback
" Saya anaknya ! " sahut Racle dengan nada pongah. Wanita di depannya itu terlihat bingung, tahu apa yang sedang dipikirkan sang janda muda, Racle kemudian melanjutkan kata-katanya " Anak ke 2 bapak sama ibu, jadi ada maksud apa nih pagi-pagi begini tante udah bertamu ke rumah orang tua saya? maaf loh sebelumnya, tapi ibu saya enggak jualan nasi uduk. " Sindirnya
" Masa sih mas Damar punya anak yang bentukannya seperti kamu, aku kok jadi ragu ya? "
__ADS_1
Racle masih mencoba untuk tersenyum ramah walau sebenarnya dia sudah terpancing dengan perkataan siluman pelakor ini. " Bentukan saya emang udah seperti model victoria secret dari sananya tante, tau kan model victoria secret yang body nya pada aduhai, kek saya ini, atau jangan-jangan tante gak tau victoria secret lagi? Mau gimana lagi, udah pemberian Tuhan, ya saya terima saja dengan lapang dada, meskipun dada saya sudah menonjol besar juga. Toh bapak juga sebagai orang tua malah bersyukur kok punya anak cantik seperti saya, yaa meskipun tampang bapak juga enggak bagus-bagus amat. "
Pak Damar damar dan bu Yanti terlihat mesem-mesem sendiri melihat kelakuan anak bungsunya ini yang sedang meladeni si janda kembang. Lain halnya dengan si janda yang bernama Asih ini, matanya semakin melotot, bahkan kini kulit wajah yang sudah di dempul tebal itu berubah menjadi berwarna merah, " Jangan ngaku-ngaku kamu, mana mau mas Damar punya anak yang enggak punya sopan santun seperti kamu. Dan ingat ! jangan pernah berani-berani menghina mas Damar ku. " tekannya.
Mungkin ini yang disebut Love is blind, atau cinta itu buta. Sampai yang jelek saja di perebutkan, apalagi dengan terang-terangan menyatakan bahwa dirinya ini sangat memuja suami orang dihadapan istri sahnya, urat malunya memang sudah putus atau bisa jadi sudah hancur lebur.
" Eh janda gatel, yang kamu bilang mas Damar mu itu suami saya. " bu Yanti dibuat geram dengan kelakuan tak tahu malu tetangga barunya ini.
" Ibu yang sudah tua gak usah ikut campur, ini urusan saya sama dia. " Asih menunjuk Racle yang ada di sebrang nya, sementara yang ditunjuk malah terlihat santai sambil menyilang tangan di depan dada. " Wow, anda berani sekali berbicara seperti itu terhadap ibu saya ! punya nyawa berapa hah? berani nyari ribut sama saya ! ".
" Nak bungsu, sudah nak masuk sana, malu didengar sama tetangga, ini biar bapak yang urus. " pak Damar mencoba membujuk sang anak untuk tidak terpancing emosi, bisa bahaya urusannya. Apalagi dirinya tahu kalau Racle ini terbilang manusia nekat.
Racle menghadiahi pak Damar tatapan tajam, " Bapak diem aja, ini urusan Racle sama dia. Gak usah ikut campur ! " Racle sedikit membentak pak Damar, dia sudah kepalang kesal dengan kelakuan lembek sang bapak, yang sedari tadi hanya diam saja, tidak berniat untuk mencoba mengusir si siluman ulat bulu ini, giliran Racle bertindak barulah pak Damar berinisiatif untuk menghandle masalah ini, jadi terkesan seperti pak Damar ini enggak rela kalau Racle sampai menyakiti si ulat bulu.
" Aww, " Racle menjerit kesakitan saat sebuah tangan berhasil menarik rambutnya, hingga membuat kepala Racle dengan otomatis ikut maju ke depan mengikuti tangan si pelaku.
Bu Yanti yang melihat anaknya menjadi korban kekerasan mencoba melepaskan tangan Asih yang berada di rambut Racle, " Wong edan, lepas tangan kamu dari rambut putriku, cepat lepas ! " tapi Asih tidak bergeming, hingga membuat bu Yanti menjadi kesal sendiri, akhirnya dengan segenap jiwa raga, dia jadi ikut melakukan apa yang Asih lakukan yaitu menjambak rambut.
Mendapati rambutnya di jambak oleh istri mas Damar nya, membuat Asih reflek melepaskan jambakkan nya terhadap Racle, dan langsung menjambak bu Yanti. Maka terjadilah jambak menjambak ala-ala wanita.
" Nak kamu enggak apa-apakan? sakit ?atau ngerasa pusing? mana, sebelah mana yang sakit kasih tau bapak. "
Racle melirik sekilas pak Damar yang sedang merapihkan rambutnya. Brengsek nih cewek, spesies pelakor jaman sekarang emang pada bernyali ! minta di hajar emang, biar gatel nya mereda.
__ADS_1
Plak, Racle menampar pipi sebelah kiri Asih dengan sedikit kencang. Lumayan untuk pemanasan, supaya tangannya tidak cedera saat nanti melakukan pekerjaan di kantor.
Kegiatan jambak menjambak terhenti seketika," Kamu berani nampar aku ? " Wajah Asih pias seketika saat melihat ke arah Racle, gadis itu ternyata memberikan tatapan yang mengintimidasi, membuat siapa saja yang melihatnya menjadi ngeri, termasuk bu Yanti. Dia tidak percaya akan aura yang terpancar dari diri anaknya itu, semacam aura setan lah yaa. Kalau dalam kartun, sosok Racle kini sudah memperlihatkan dua tanduk dengan asap yang sudah mengepul diatas kepala.
" Iya emang kenapa? mau saya tambah, hah? sebelah mana, ngomong aja langsung. Mungpung waktu saya masih tersisa banyak. "
" Mas " Asih menatap pak Damar dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Pak Damar tentu saja merasa tidak enak dengan kelakuan putri angkatnya ini, membuatnya mau tidak mau menggiring Asih pergi keluar, niat awal hanya untuk mengantar Asih ke depan saja, tapi sepertinya Asih tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Maka terjadilah drama ku menangis, dimana istri sah nya hanya bisa pasrah melihat suami beserta siluman ulat bulu pergi meninggalkan rumah.
" Bapak ! " teriak bu Yanti. " Udah sih bu, gak usah teriak-teriak begitu. Nanti juga bapak pulang sendiri. " Dengan santainya Racle melenggang pergi ke dalam setelah mengatakan itu.
" Racle ibu minta kamu susul bapak ! " Racle hanya menggeleng, dan masuk kedalam kamar untuk membawa handuk, " Ibu gak mau, bapak kamu jadi tertular gatel. " Nita yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri sang ibu yang masih berdiri di ambang pintu. " Ada apaan sih bu? masih pagi juga udah teriak-teriak begitu. "
" Adik kamu itu bikin ulah Nita, cepet bawa dia kemari, ibu mau sidang dia. " Nita menoleh kebelakang, " Udah masuk kamar mandi bu, nanti aja nunggu dia keluar. " Ucapnya santai.
" Pie iki, bojoku dalam bahaya. " Nita tak menggubris sama sekali perkataan ibu nya itu, dia malah sibuk memoles lipstik pada bibir sensualnya.
Tak butuh waktu lama bagi Racle untuk mandi, kini gadis itu sedang merapikan sedikit penampilannya di dalam kamar, hingga brak, ibu Yanti membuka pintu kencang membuat Racle terlonjak kaget.
" Ibu apaan sih, nanti kalo pintu nya rusak gimana? ujung-ujungnya juga nanti Racle sendiri yang harus tanggung biaya buat benerin itu pintu, ibu mana mau. "
" Susul bapak kamu, sekarang ! " Racle hanya melengos, dia berniat melewati sang ibu untuk keluar kamar. Tapi naas, langkahnya terhenti seketika saat melihat bu Yanti sudah berkacak pinggang di ambang pintu.
__ADS_1
" Mau kemana kamu anak kurang ajar ! "
*** Flashback off