AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Satu Langkah


__ADS_3

"Gagalkan rencana perjodohan itu! untuk pertama kalinya aku memohon padamu, demi kebahagian putraku Yuga" tegas Ny.Dita dengan nada sedikit tinggi


Hadeuh..mana ada orang yang meminta tolong seperti memaki, sungguh luar biasa mama Dita ini, batin Racle dalam hati.


"Bagaimana? kau bisa kan? tentu saja harus bisa! kalau kau sampai tidak mau menolong dan membalas jasaku selama ini, cobalah untuk mengingat dosa ibu mu itu padaku, supaya kau tahu diri"


Terlihat gadis cantik itu hanya memutar bola matanya malas. Enggan rasanya jika harus membahas soal Ibunya itu, Racle tak pernah membantah apalagi memaki mamanya secara langsung, dia hanya bisa mengumpat dalam hati mama tirinya tersebut, karena menurut Racle mama tirinya itu adalah seorang wonder women, dengan kekuatan yang mama tirinya miliki dia bisa meninggalkan anak kandungnya sendiri dan malah mengurus anak dari madu nya, sungguh luar biasa bukan?


meskipun Ny.Dita tak pernah menganggapnya anak, namun Racle yakin dia bukan wanita jahat, rasa nyaman yang ia rasakan selama 15tahun ini mampu membuktikan bahwa Ny,Dita adalah wanita baik, yaa walau pun hobinya itu memaki tapi Racle cukup sadar diri. Dari sinilah ia tidak pernah berani melawan apalagi membantah perintahnya, bagaimana pun bentuk Ny.Dita tetap saja Racle si bunglon sangat menyayangi wanita tesebut.


"Apa mama akan senang jika aku berhasil mengalahkan pria itu?"


"Tentu saja, asal putra dan putriku hidup bahagia, aku pasti akan merasa senang"


"Lalu bagai mana dengan ku? apa mama juga akan merasa senang bila aku bahagia?" tanya Racle lagi


"Sudah aku katakan berkali-kali kau bukan anakku, jadi bahagia mu bukan urusanku!! ketus Ny.Dita


"Ciiiih... selalu saja berkata seperti itu" gumam Racle dengan pelan, sampai Ny.Dita pun tak bisa mendengar.

__ADS_1


Sambil tersenyum kecut Racle berkata "Permohonan mu adalah perintah mutlak untuk ku, jadi aku tidak ada hak untuk bisa menolak, berhubung aku memiliki rasa sayang terhadap anda wahai mama Dita maka dengan berat hati aku bersedia pulang hari ini juga" jawab Racle


"Ternyata tidak sia-sia selama ini aku menjauhkan mu dari wanita itu, buktinya kau tidak tertular sifat buruk tak tahu diri nya itu" cela Ny.Dita


"Berhentilah membicarakan tentang Ibu, tidak cukupkah pengorbananku selama ini untuk mama? bisakah kau anggap sedikit saja aku sebagai anakmu? sebagai anak angkat pun tak masalah" jawab Racle dengan nada santai walau hatinya bergemuruh.


Ny.Dita hanya melirik sinis, sebelum dia menjawab, Racle sudah terlebih dulu berbicara "Aku tahu apa yang akan mama katakan, pasti tidak akan pernah sudi" dengan masih santai Racle melanjutkan kata-katanya "Bahkan sampai aku mati pun mungkin tidak akan pernah bisa menjadi anak yang diakui oleh mama ataupun oleh ibuku sendiri"


Terlihat Ny.Dita mengepalkan tangannya, jujur saja ada sedikit rasa iba dan sayang terhadap anak tirinya itu, namun saat melihat mata tajam Racle, dirinya selalu teringat akan sosok dari suaminya itu, suami yang telah menorehkan luka yang begitu dalam bagi dirinya, hingga rasa sayang yang ia rasakan untuk Racle kalah besar dengan benci terhadap ayah dan ibunya.


Sambil melenggang pergi Racle berkata "Siapkan saja pemberangkatan secepatnya, aku akan berkemas dahulu, tenang saja mama bisa mengandalkan ku".


'Harus dengan cara apalagi aku membuktikan bahwa aku layak diakui sebagai anak, bukankah keberadaan ku nyata, kalau hanya untuk dianggap sebagai sampah lalu untuk apa aku ada?" gumam Racle.


Hidup selama 21tahun ini ia jalani dengan banyaknya siksaan fisik maupun psikis, masih teringat jelas didalam memori Racle saat ia menerima pukulan dan makian dari ibu kandungnya sendiri, belum lagi selama belasan tahun ia hidup dengan mama tirinya yang tak pernah menganggap ia ada,


"Susah yaa kalau jadi anak cantik dan pintar, susah untuk dapat pengakuan" gumamnya, sambil mematu diri depan cermin, setelah beberapa saat lalu ia menyelesaikan kegiatan berkemas.


Itulah yang sering Racle katakan pada dirinya sendiri, saat orang lain sibuk menganggap dirinya tak kasat mata.

__ADS_1


"Oke, gadis cantik nan mempesona inilah saatnya anda buktikan pesona mu pada dunia, supaya mereka bisa melihat betapa cantik dan berguna nya anda untuk mereka" kata Racle untuk dirinya.


Tok...tok..tok terdengar bunyi pintu kamarnya diketuk dari luar.


"sebentar" teriak Racle dari dalam,


ceklek bunyi kamar pintu terbuka "ada apa?" tanya Racle pada asisten rumah tangga yang mengetuk pintu..


"Nyonya sudah menunggu anda nona muda" jelas asisten rumah tangga itu.


"oke, saya akan segera turun" jawab Racle. Asisten itu hanya mengangguk sebagai jawaban lalu bergegas pergi dari hadapan Racle


Beberapa saat kemudian, Racle turun dari kamar lantai atas dengan menggeret koper miliknya, saat sudah sampai dilantai bawah terlihat Ny.Dita sedang duduk menunggu dirinya. Terlihat juga sudah ada seorang supir yang siap mengatarkan dirinya pergi menuju bandara.


"Hubungi aku setelah kau tiba disana, dan jangan lupa akan tugasmu!! lakukan dengan benar" perintah Ny.Dita, "Baik, aku pergi sekarang" jawab Racle dengan singkat.


Gadis itu pergi tanpa adanya kata-kata manis maupun sebuah pelukan dari Ny.Dita


Brakk..... terdengar suara pintu mobil dibanting dengan sangat kencang "Apa-apaan si wonder women itu, setidaknya ucapkanlah (hati-hati dijalan, aku akan sangat merindukanmu Racle)sambil menirukan gaya bicara Ny.Dita. Jangankan berbicara manis, memeluk pun sepertinya enggan. Dasar orangtua durjana" rutuk Racle dalam mobill

__ADS_1


__ADS_2