
Tak terasa sudah dua bulan Racle berada di Indonesia, hari-hari Racle lewati dengan penuh drama, hubungannya dengan sang ibu masih seperti sebelumnya belum ada perubahan yang pasti, baik Racle maupun Ny.Mela enggan untuk saling bertegur sapa, begitupun dengan Ny.Ratih yang kian hari kian memanas. Berbanding terbalik dengan keadaan nya di kantor, kini ia sedang menjadi primadona nya, kinerja yang memuaskan dan parasnya yang menawan banyak memikat kaum adam, dari mulai karyawan perusahaan LEE Corporation hingga para investor muda.
*Perusahaan
Beberapa minggu yang lalu Yuga memindahkan meja kerja Racle tepat didepan pintu masuk ruangannya, tujuannya agar Racle tidak mengganggu konsentrasi Jessi, semenjak peristiwa lipstik dua bulan lalu Racle sangat gencar mendekati Jessi, hal itu membuat Jessi tidak konsentrasi dalam bekerja, bagaimana tidak Racle mendekatinya saat jam kerja, karena sudah pasti waktu istirahat makan siang Jessi akan menghilang seakan ditelan bumi
"Permisi" sapa seorang lelaki, Racle berdiri lalu mendongak kan sedikit wajahnya karena lelaki yang ada dihadapannya cukup tinggi "Iya ada yang bisa saya bantu?" Bukannya menjawab lelaki itu malah asyik memperhatikan garis wajah Racle.
Racle yang jengah dengan sikap tidak sopan lelaki itu langsung bertepuk tangan tepat dihadapan wajahnya "Maaf dengan tuan siapa, dan ada perlu apa?" tanya nya dengan ketus
"Wow.. cantik-cantik kok galak sih" Racle memutar bola matanya malas "Sekertaris baru ya, emang Jessi udah enggak kerja lagi?" tanya nya
"Ada perlu apa?" ulang Racle dengan nada yang tidak bersahabat
"Santai sedikit nona manis, saya mau bertemu dengan atasan kamu adakan?"
"Sudah buat janji?"
"Sudah", namun matanya tak lepas memindai penampilan Racle dari atas sampai bawah, perfect batinnya
"Maaf dengan tuan siapa?" yang ditanya malah asyik melamun
Ini laki kayanya enggak pernah lihat orang cantik deh, rese banget itu mata pengen gue colok pake pulpen, kalo bukan masih jam kerja udah gue ajak gelut kali.
"Ekhem" Racle berdehem agak keras
"Yes baby? oops i'm sorry, maksud saya kenapa? tenggorokan kamu gatal?"
Lo kali yang gatel bukan gue, jijik gue sama laki model gini, tampang si boleh ganteng tapi itu matanya mesum abis, mana lihatin punya gue mulu lagi
"Maaf dengan tuan siapa?"
"Oh yaa kenalin saya Alex, pria tampan yang mapan" ulurnya, Racle hanya melirik sekilas enggan menjabat tangan Alex. Dia langsung menyambar gagang telpon untuk memberitahu Yuga
"Halo bos, ada tamu atas nama pak Alex, iya baik"
setelah menutup telpon Racle langsung mempersilahkan Alex masuk.
"Silahkan pak Alex, bos Yuga sudah menunggu anda di dalam"
"Terimakasih" sebelum Alex masuk ia berbalik dan berbisik tepat disebelah telinga Racle " Kamu cantik aku suka, punya mu juga aku suka" sambil mengedipkan sebelah mata Alex bergegas masuk, ia takut Racle akan mengamuk.
Wajah Racle memerah menahan amarah "Sialan" makinya, namun sayang sepertinya Alex tak mendengar karena sudah menutup pintu
Brengsek kalo bukan tamu kakak gue udah gue buat bonyok, lihat aja ketemu dijalan abis lo.
" Kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Yuga yang heran melihat sahabat karibnya ini cengengesan saat masuk kedalam ruangannya
__ADS_1
Alex menjatuhkan diri di atas sofa "Itu yang didepan sekertaris baru ya? emang si Jessi udah enggak kerja disini lagi?i"
"Masih, sekarang saya punya dua sekertaris, kalo yang didepan sana lebih ke asisten pribadi" jelas Yuga tanpa melihat lagi ke Arah Alex,
"Wiis gila lo Ga, jangan maruk gitu lah kasih satu yang didepan buat gue, elo kan udah ada Jessi, masa mau main serong"
"Maksud kamu?"
"Maksud gue yang di depan buat gue aja, lo kalo mau rekrut asisten pribadi kenapa enggak si Jessi aja, atau jangan-jangan lo bener ada main sama sekertaris baru itu, ngaku aja lo, gue lapor Jessi tau rasa" ancamnya
Yuga geleng-geleng kepala mendengar tuduhan sahabatnya, dengan masih mengoreksi pekerjaan yang menumpuk Yuga menjelaskan" Ngaco kamu, mana mungkin saya selingkuh sama adik saya sendiri"
"Lo jangan bercanda Ga, jelas-jelas gue lihat barusan yang diluar itu bukan Yuna tapi cewek cantik nan bohay men" sambil meliuk kan tangan di udara
" jangan macam-macam kamu Lex sama adik saya"
"udah gue bilangin dia bukan Yuna" kekeh Alex
"Saya tidak ada bilang kalau itu Yuna"
"Lo serius men dia adek lo?"
"Hem"
"Nama adek lo siapa Ga?"
"Bukannya kamu sudah ketemu dia?"
"Umpannya kurang kali"
"Masa sih, padahal tadi pas gue ajak kenalan udah bilang sejelas mungkin kok"
"Emang kamu bilang apa?"
"Ekhem kenalin Alex pria tampan yang mapan" ulangnya dengan gaya yang sama saat mengajak Racle kenalan
"Hahaha.." tawa Yuga pecah, saat melihat ke narsisan sahabatnya "Udah kalo dia enggak mau enggak usah di deketin"
"Bangsat loh Ga, temen lagi usaha bukannya kasih dukungan"
"Racle nya aja enggak respon mau kasih dukungan gimana?"
"Oh jadi namanya Racle, namanya juga usaha Ga, siapa tau aja kedepannya Racle ngelirik gue"
"Udah jangan mempersulit diri sendiri, terima aja yang udah pasti suka sama kamu" sindir Yuga
Alex langsung diam saat Yuga mengungkit soal perasaan adik kembarnya,
__ADS_1
"Bercanda kali Lex, gitu aja langsung melow" candanya "Saya tahu masalah hati tidak bisa dipaksakan, jadi saya tidak bisa memberi dukungan terhadap kamu kalau Racle nya sendiri tidak mau'
"Pasti mau Ga gue yakin" sesumbarnya "Tapi kok gue lihat-lihat dia enggak mirip sama lo? apa jangan-jangan lo bohong lagi"
"Kapan saya bohong sama kamu?"
"Dulu waktu elo ke gap sama si Jessi, lo bilang habis meeting sama klien, buktinya lo abis ngebucin kan"
Yuga menggaruk alisnya "Itu masalahnya beda Lex, tapi kalo yang satu ini saya benar-benar jujur, dia memang adik saya nama nya Miracle, kita beda ibu"
"Gila emang hebat banget ya bokap lo" pujinya
Yuga menatap tajam Alex, "Anu Ga ma maksud gue bukan gitu"
"Oh ya memang selama ini Racle dimana? kok gue baru lihat?"
"Diluar. negri, diurus sama Mama Dita" jawab Yuga lesu
Huh untung Lex elo bisa ngecoh si Yuga, kalo enggak habis gue diamuk calon kakak ipar. Batinnya
"Huh rumit juga ya permasalahan keluarga lo, gue turut prihatin, lo yang sabar semua akan indah pada waktunya, dan mulai detik ini elo enggak akan sendirian menghadapi kerumitan ini, karena gue akan nemenin elo"
"Maksudnya?"
"kan sebentar lagi gue jadi adik ipar elo bro, otomatis kita akan sama-sama menghadapi kerumitan ini"
"Ngaco kamu, tapi kalau kamu memang benar ingin jadi adik ipar saya nanti saya bilang sama Yuna"
Alex melempar bantal sofa kearah Yuga, namun dengan sigap Yuga menangkapnya "Rese lo bro, gue pengennya Miracle"
"Tapi yang mau dengan kamu itu ya Yuna"
"Berisik loh" sungut Alex
"Kamu jangan terlalu tinggi hati Lex, saya yakin selera Racle bukan manusia seperti kamu"
Alex berjalan kearah meja kerja Yuga "Coba men elo lihat gue baik-baik, wajah blasteran gue tampan rupawan, badan oke gue juga punya perut roti sobek sama kaya elo, tajir apalagi, kurangnya sebelah mana?"
"Sayangnya wajah bule seperti kamu itu sudah jadi makanan sehari-hari bagi Racle, kamu tahu Racle tinggal dimana? Australia"
"****" umpat Alex
"Terima saja yang ada" kompor Yuga
"Gue belum berjuang men, lihat aja kedepannya gue bikin Racle klepek-klepek"
"Saya tidak yakin"
__ADS_1
"Lo lihat aja nanti" Alex kembali duduk dan menyenderkan punggungnya ke sofa, sesekali terlihat ia senyum-senyum sendiri membayangkan wajah sang pujaan hati
Akhirnya keajaiban untuk gue datang juga, Miracle sayang.. Batin Alex