AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Pejantan tangguh


__ADS_3

" Lupakan soal gue yang udah minta saran barusan. "


" Why? elo mau nyerah sebelum bisa dapetin anu? "


" Enggak ! cuma gue baru sadar elo bukan orang yang tepat dalam hal ini. Buktinya aja sampe sekarang elo masih belum bisa dapetin si Yuna kan? itu udah nunjukin kalo elo emang bukan pakarnya "


Merasa terhina dengan perkataan Alex, Brian langsung mengunci leher sahabatnya dan menggesek-gesakan hidung mancung Alex ke ketiaknya " Rese ! mulut elo makin sini makin tajem Lex udah sama persis kek si Feni mawar pembawa acara gosip. "


Alex berontak tak terima, " Lepas woy ! ketek elo bau asem "


" I dont care ! " Dengan sedikit mengeluarkan jutsu ala Alex akhirnya dia bisa terlepas dari cengkraman sang sahabat. " Sialan loh ! kalo sampe gue ngompol disini gimana? bisa berabe urusannya, kasihan juga si jantan kalo sampe itu terjadi bisa turun harkat dan martabat dia." Brian berlari masuk ke kamar mandi, tak tahan dengan efek samping dari jutsu yang Alex berikan barusan. Ya, Alex memberi temannya itu jutsu penular kebahagiaan alias klitik.


" Alex dilawan " ucapnya jumawa, sayang Brian tidak dapat mendengar apa yang sahabatnya katakan, dia keburu ngibrit lari untuk melaksanakan hajatnya.


Saking sudah tak tahan Brian sampai tidak sempat menutup pintu kamar mandi. Bodo amatlah lagian juga si Alex sama-sama punya pejantan, hanya beda soal size nya saja, mungkin. Entah siapa yang paling besar diantara mereka, bisa jadi Alex yang lebih besar karena dia berdarah bule, tapi tak mengapa. Dengan sombongnya Brian mengklaim bahwa punya nya lebih berkharisma dari pada punya si biksu Alex. Yang gue udah bisa dipastikan pejantan tangguh, kalo si Alex? gak tau gue, bisa jadi gede juga impoten. Batinnya


Akhirnya Brian bisa bernafas lega setelah mengeluarkan beban yang terasa menghimpit perut bagian bawahnya. Dia kembali menghampiri Alex, keningnya mengkerut saat melihat Alex sedang mengendus-endus kasur, sudah seperti anjing pelacak yang sedang mencari tersangka " What wrong? "


" Gue lagi ngecek takut nya ada tetesan si jantan yang ngotorin sprei sama kasur punya gue. "


Plak, Brian memukul bagian belakang kepala Alex. " Kurang ajar ! elo mau gue tuntut karena udah mencemarkan nama baik si jantan, hah? gini-gini juga si jantan udah gue didik supaya enggak sembarangan ngeludah. "


" Alah omongannya kaya orang bener aja ! " cibir Alex.


" Maksud elo apaan? heran gue kenapa tiap ketemu sama elo ada aja yang bisa bikin kepala gue pusing "


" Elo pusing bukan karena gue ! tapi karena gaya hidup elo yang enggak sejalan sama kaum laki macho kek gue dan si Yuga. "

__ADS_1


Ngomong-ngomong soal Yuga, bukannya niat awal Brian datang kesini itu untuk membahas soal dia? tapi lihatlah sekarang, Alex malah terus saja mencari perkara dengan dirinya. Sampai Brian dibuat lupa dengan tujuannya.


Sudahlah percuma juga kalau sampai Brian beritahu, toh Alex pasti tidak akan menggubrisnya atau Brian malah takut kalo sampai Alex ikut mencontoh apa yang teman batu nya itu lakukan. Bisa kacau nanti urusannya. Tidak diberi tahu pun Alex sudah hampir melakukannya, apalagi sampai mengetahui kegilaan si Yuga bisa-bisa Alex ikutan gila.


Brian tersenyum kecut saat mengingat kembali kejadian tadi. Benar, Tuhan memang tidak pernah tidur, buktinya apa yang Yuga lakukan terhadap Jessi sama persis dengan apa yang akan Alex lakukan pada adiknya, Miracle. Karma itu nyata !! Hanya masalah waktu saja kapan dia datang, Brian menghela nafas, seakan tertampar dengan apa yang baru saja dia lihat. Membuatnya sedikit menyadari tentang kebiasaan buruknya. Ingat, hanya sedikit ya.


" Tumben elo gak jawab ? biasanya elo selalu punya segudang bantahan sama apa yang udah gue omongin. "


Brian hanya menanggapi dengan senyum. Dia menjatuhkan kembali dirinya di atas kasur, matanya fokus menatap langit kamar Alex. " Bro, seandainya gue berhenti dari kegiatan yang elo bilang celup mencelup itu, elo mau bantuin gue buat dapetin si bebep gak? " tanya nya.


Mendapati kelakuan Brian yang seperti ini malah membuat bulu kuduk Alex berdiri. " Ian, elo gak kepentok atau jatoh pas tadi di kamar mandi kan? " Brian menoleh ke arah Alex, lelaki itu menggeleng kemudian melanjutkan kembali menatap langit-langit.


Jangan-jangan penghuni disini udah mulai menguasai jiwa si Brian, wah gue mesti jaga-jaga nih. Alex membuka pintu kamar dan langsung melesat pergi keruang tamu meninggalkan sahabatnya sendiri didalam kamar.


Ah, sial ! si Alex emang enggak bisa diajak ngomong serius. Brian bukan tidak tahu dengan maksud pertanyaan Alex, Brian pikir sahabatnya itu hanya bercanda, ternyata dugaannya salah, bahkan kini respon Alex sangat mengecewakan.


Apa gue enggak berhak untuk berubah ya? sampe-sampe si Alex aja ninggalin gue kek gini, Aha gue tau ! mungkin ini yang dinamakan belum waktunya, tenang Brian hanya masalah waktu bukan? so enjoy your life.


Brian berdiri lalu berjalan kearah cermin yang ada di sebelah nakas milik Alex, dia menatap pantulan dirinya yang ada di sana. " Yuna sayang, maaf kakak belum bisa berubah, karena waktu belum mengijinkan, jadi kakak mau bersenang-senang dahulu. Oke sayang, tunggu kakak. " Dia mengedipkan sebelah mata lalu mengkissbye dirinya sendiri.


Alex menoleh ke arah sahabatnya itu, " Elo udah sadar ? " tanyanya seperti orang oon.


" Belum " jawabnya singkat, setelah itu Brian pergi ke arah dapur mengambil botol air mineral dingin.


" Kalo belum sadar ngapain keluar? gue kan nyuruhnya kalo elo udah sadar. "


" Gue mau ke Sky blue, makanya keluar. " Alex berdiri dari duduknya dan langsung menghampiri Brian yang masih ada diarea dapur. " Itu tandanya elo udah sadar bro, oke tunggu disini gue ikut. "

__ADS_1


Brian mencebik, sahabatnya ini memang sudah kelewat b*go, harusnya pas tadi Brian sedang mengungkapkan keinginan untuk berubah, Alex itu memberikan support atau paling tidak beri sedikit tanggapan, bukannya malah meninggalkan Brian seperti orang yang harus di hindari karena sakit jiwa atau seperti orang yang kesurupan.


" Let's go bro ! gue seneng kalo elo udah sadar "


" Sialan ! elo bilang kek gini itu sadar? " sewot Brian.


Alex tertawa menanggapi ke sewotan Brian, dia menepuk pelan pundak sahabatnya " Bro, gue bukannya enggak seneng pas denger elo mau berhenti, gue cuma syok aja " sangkal nya.


" Ah rese loh " Brian menghindar dari Alex, mereka berdua meninggalkan unit apartemen Alex. " Gak usah ngerajuk gitu ! jijik gue lihatnya udah kek anak gadis aja. "


Brian diam tak menanggapi ocehan Alex. " Tenang aja bro, gue akan jadi sahabat yang ada dibarisan terdepan buat bantuin elo dapetin si Yuna, perset*n sama si Yuga yang gak sejalan sama kita, yang penting elo sama si Yuna. " Karena hanya dengan cara ini gue jadi bisa makin leluasa buat dapetin Racle nya gue, tanpa ada hambatan yang berarti. Batinnya


Brian tersenyum lebar, " Bener ya? gue pegang omongan elo Lex, awas aja kalo elo sampe berani macem-macem sama bebep gue, gue pastiin calon pacar elo akan gue unboxing duluan sebelum jadi milik elo ! "


" Oh gitu? santai aja bro, gue pastiin Yuna akan hamil duluan sebelum elo berhasil nikahin dia. "


" Bangs*t ! elo gue ancam bukannya takut malah balik ngancem gue, gimana sih "


" Elo jangan punya pikiran kotor sampe sejauh itu sama gue, apalagi sampe beneran berani lakuin sama Racle, inget Yuna lebih gampang dihadapi ketimbang Racle, secara dia itu udah cinta mati sama gue, sedangkan Racle elo sendiri baru ketemu dia tadi. "


Brian yang terpancing dengan Alex kembali meladeni. " Jadi elo ngeraguin pesona gue Lex? " ucapnya sombong.


" No ! gue gak pernah ngeraguin elo, gue tau elo punya pesona sendiri dikalangan tante girang di luaran sana. " Ejek Alex, " Kita lihat siapa yang bisa dapet perawan duluan dan siapa yang bisa bikin anak orang bunting sebelum nikah, elo sama Racle atau gue sama Yuna ? " Alex memberikan senyum smirk pada sahabatnya ini.


Sialan ! kalo gini urusannya bisa-bisa si Alex yang menang, secara Yuna udah sujud-sujud sama si biksu minta buat diterima cinta nya. Lah gue?


" Oke bro, gak usah ngomongin hal begitu lagi, gue emang di takdir kan harus ngalah sama elo. Yang terpenting sekarang elo bantuin gue dapetin si bebep dan gue bakal bantuin elo buat dapetin si bohay, gimana deal gak? " tawarnya, Brian menyodorkan tangan ke arah sahabatnya, tanpa ragu Alex menjabat tangan Brian " Oke deal "

__ADS_1


__ADS_2