AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Kucing Lapar


__ADS_3

Racle mengemudikan mobil dengan kecepatan diatas rata-rata, ia sungguh kesal dengan banyaknya hal yang terjadi pada malam ini, mulai dari drama telenovela keluarga, hingga drama percintaan berbau drakor yang sangat memuakan menurut Racle.


"Cel santai dikit dong, gue enggak mau mati konyol gara-gara lo yaa" sungut Nita, sesekali ia memukul pelan pundak Racle sebagai bentuk protes.


" Udah santai aja, gue nginep di rumah elo yaa mbak"


"Tapi kan gue udah janji sama Jessi buat nemenin dia"


"Yang bener aja kali mbak lo mau balik lagi kesana, mau jadi kambing congek hah?"


Iya juga ya, si Jessi kan lagi sama presdir. Nita mengacak rambut frustasi, ia kembali kesal saat mengingat soal Jessi, bagaimana bisa Jessi membohonginya selama 1tahun ini.


"Lo masih waras kan mbak?" tanya Racle khawatir


Nita melirik sinis Racle, "Enggak, gue udah gila gara--gara kakak elo" tunjuknya pada Racle.


*FLASHBACK ON


"Guys come on kita masuk, saatnya bersenang-senang" seru Nita dengan semangat 45


"Sabar nona, gue cari tempat parkir dulu"


"Sky Blue? ini tempat apaan sih Nit?" tanya Jessi setelah mereka turun dari mobil.


"Tempat pesta"


"Masa sih? kok sepi banget"


Ini nih yang disebut kudet sama bloon beda-beda tipis "Mbak ini parkiran wajar aja sepi, orang yang punya mobil pada masuk kedalem"


"Bukan gitu maksud mbak, Cel kok perasaan mbak gak enak ya"


" Udahlah mending lo pulang aja Jess, gue pesenin taksi ya, mau enggak?


"Eh enggak-enggak, aku mau ikut kamu aja" sambil memegang tangan Nita dan Racle bersamaan


Racle melihat tangannya yang digenggam erat Jessi, ia menghela napas Anjr*t gue mau clubbing bukan mau nyebrang jalan, kapok deh gue enggak mau ngajak lagi yang modelan kek gini.


Jessi semakin mengeratkan pegangan tangannya saat mereka melalui pintu masuk yang dijaga ketat oleh pria-pria berotot. "Astaga jess sakit nih tangan gue, lo kira-kira dong" protes Nita


"Maaf, habisnya aku takut banget di pelototin mereka"

__ADS_1


"Ya ampun bentukan mereka emang udah kaya gitu dari sananya jessi, bukan lagi melototin elo. Apa gue bilang mending elo pulang gih sana"


Jessi menggelengkan kepala menolak permintaan Nita.


Semakin dalam mereka berjalan, semakin erat pula genggaman tangan Jessi, Racle dan Nita yang sudah ogah berbicara dengan Jessi yang keras kepala pun hanya bisa memaki dalam hati mereka masing-masing.


Kehadiran tiga srikandi itu langsung disambut tatapan mendamba dari kaum adam, meskipun beberapa dari mereka merasa heran dengan penampilan Jessi namun hal itu bisa langsung teralihkan oleh kehadiran Racle yang sangat mempesona.


Nita melirik ke arah Jessi yang sedari tadi tidak melepaskan genggaman tangannya, ia bisa merasakan bahwa Jessi sedang tidak baik-baik saja, terbukti dari banyaknya keringat yang Jessi keluarkan, padahal tempat ini memiliki suhu ruangan yang cukup dingin.


"Lo balik aja ya Jess, gue anterin ke depan" teriak Nita ditelinga Jessi,


Jessi yang mendengar teriakan Nita langsung menggelengkan kepala, karena percuma Jessi menjawab pun belum tentu juga Nita mendengar, suara musik disini sangat memekikan gendang telinga.


Racle melepaskan diri dari mereka, sebelumnya dia berpamitan kepada Nita untuk mencari tempat duduk, karena tidak mungkin dia membiarkan Jessi berdiri terus menerus.


Setelah mendapatkannya Racle kembali mengajak Nita dan Jessi menuju meja mereka.


"Mbak Racle pesenin air mineral ya, biar sedikit rileks" tawar Racle


Lagi-lagi Jessi hanya menganggukan kepala sebagai jawaban, tidak ada sepatah katapun keluar dari bibir sensual Jessi setelah dia masuk ke tempat huru-hara ini. dia terlalu sibuk menenangkan jantungnya yang berdegup kencang karena hentakan musik yang sangat kuat.


Racle kembali ke meja dengan membawa 3 botol air mineral dingin "Lo waras Cel? kita kesini cuma buat minum air mineral doang? di apartemen Jessi juga ada kali yang beginian mah" protes Nita tak terima


Nita memberengut kesal, niat hati ingin merasakan m*numan yang paling mahal kini pupus begitu saja, hanya digantikan dengan air kemasan.


*Udahlah mbak terima nasib aja, malam ini kita gagal buat huru-hara"


"Iya cel, padahal gue udah pengen ngerasain yang paling mahal disini, mungpung ada yang traktir" jawab Nita


"Ngode banget sih lo mbak, lain waktu gue traktir lo lebih dari air mineral, lo bisa m*num sepuasnya"


"Beneran ya Cel?"


"Iya, sekarang tugas lo jagain dia dulu mbak, gue mau gabung sama yang lain" saat Nita akan protes Racle kembali bersuara " Jangan protes dulu gue belum selesai ngomong, nanti habis gue cape kita gantian buat jagain, gimana?" tawar Racle


"Oke deal" sahut Nita cepat


Jessi hanya melongo saat melihat calon adik iparnya itu membuka jaket yang ia kenakan. Astagaa Racle, kamu ngapain pake baju begituan, kamu enggak lihat apa laki-laki disini udah kaya kucing kelaparan semua. Batin Jessi sambil melihat sana sini seperti anak kecil yang kesasar.


Racle yang sudah penat sedari tadi pun langsung ikut bergabung di dance floor, ia meliuk-liukan tubuhnya mengikuti irama musik.

__ADS_1


**Di lantai atas Sky Blue


Alex sedang menghadiri party ulang tahun teman kuliahnya dan Yuga dulu di ruang VIP Sky blue, ia tampak sibuk sendiri dengan ponselnya saat yang lain sedang enjoy menikmati pesta.


"Lex, lo masih enggak minum?" tanya Brian, teman Alex yang sedang berulang tahun.


"Gue lagi gak mood bro, besok gue juga harus ketemu klien"


"come on besok itu hari weekend, yang bener aja bro!"


"Gue lagi cari duit buat bahagian calon bini"


"Halah banyak ngeles loh, emang sejak kapan elo punya calon hah? deket sama cewek aja kagak, lagian duit elo itu udah banyak bro, rileks dikit lah"


"Eh gini-gini juga gue laku ya"


"Terserah lo deh, eh si Yuga kenapa enggak elo ajak?"


"Ckk lo tau sendiri bro Yuga itu orangnya gimana? mana mau dia diajak party kek gini"


" Gak berubah ya tu anak dari jaman kita kuliah dulu, terlalu baik menurut gue kalo jadi cowok"


"Jadi maksud lo gue gak baik gitu?"


"Whiss santai bro, gue gak ada bilang gitu ya"


"Rese lo"


"Elo nya aja yang sensi Lex bukan gue yang rese, tapi lo udah telpon Yuga kan?"


"Buat apaan telpon dia?"


"Ngasih tau dia kalo hari ini tuh hari bersejarah gue, jangan bilang elo gak kasih tau dia" tuduh Brian


"Anjr*it lo udah kayak emak-emak komplek bawel banget, gue udah kasih tau dia sebelum dateng kesini, dia bilang enggak bisa, gue denger dari suaranya sih kayak nya tu anak lagi ada problem"


"Caelaah sekarang elo tuh yang udah kaya emak lauren sok nebak-nebak segala, mau jadi peramal amatiran lo?"


"Terserah, mending lo balik lagi sono ke cewek lo, kasian dia dianggurin lama-lama"


"Bangs*t lo Lex L*nte kek gitu lo bilang cewek gue n*jis" maki Brian sebelum pergi meninggalkan Alex

__ADS_1


Alex geleng-geleng kepala melihat kelakuan temannya. Barusan bilangnya l*nte, sekarang malah elo yang nyosor-nyosor, emang dasar l*nte teriak l*nte lo.


__ADS_2