AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Mesum tingkat Dewa


__ADS_3

" Hey kenapa harus menangis? kata orang ini sangat nikmat. " Alex menyeringai, bukan nya tidak kasihan melihat Racle sesegukan seperti ini, tapi ada hal lain yang harus Alex lakukan, tiba-tiba akal liciknya berjalan dengan sangat sempurna.


Melihat wajah mengerikan Alex membuat Racle semakin histeris, kini tubuhnya pun sudah melorot ke bawah lantai, Racle mencoba mendekati Alex dengan sisa keberanian yang dia punya, " Abang, gue mohon, jangan. " Racle geleng-geleng kepala, " Shut, sayang jangan nangis begini. " Alex berusaha menghapus air mata Racle yang sudah seperti anak sungai.


Racle menyatukan kedua telapak tangan di depan dada, ia kembali memohon, hanya saja sekarang suaranya tidak ikut berkontribusi. " Maaf sayang, tapi kamu sudah keterlaluan kali ini, jadi abang harus memberikan sedikit hukuman manis untuk mu. " Alex berdiri, lalu membuka satu persatu kancing kemeja miliknya. Racle reflek beringsut mundur ke belakang, " A- abang, please stop ! "


Tangis Racle semakin kencang saja, bahkan sekarang Alex merasa geli melihat kelakuan gadisnya ini, bukan tangis pilu menyayat hati, tapi ini terdengar seperti tangisan anak kecil yang sedang protes ingin membeli mainan, lengkap dengan gerakan menggesekkan kaki ke lantai.


Tingkah kamu yang seperti itu, membuat kaki jenjang milikmu semakin terlihat sempurna, ah persetan, junior ku semakin sesak saja, sepertinya harus buru-buru melancarkan aksi. Bisa bahaya kalo sampe dibiarkan terlalu lama.


Ekhem, Alex berdehem untuk menetralkan ritme jantung yang semakin memburu, " Tunggu sebentar. " Alex berlari memasuki ruang ganti, membuka lemari dan laci yang ada disana satu persatu mencari barang yang dia maksud. Dapat, senyum nya merekah saat benda yang dia cari ketemu.


Racle yang melihat kesempatan, mencoba untuk melarikan diri, dia berdiri dan berjalan dengan lutut gemetar. Racle mencoba membuka pintu namun naas, nasib baik sedang tidak berpihak padanya. Ternyata Alex itu lebih cerdik dari yang Racle duga. Brengsek, kapan si mesum itu kunci pintu, ah sial.


" Butuh ini sayang? " tubuh Racle menegang saat mendengar suara itu, dia berbalik dan melihat Alex yang sedang bersandar pada kusen pintu ruang ganti sambil memutar-mutar kunci. " Kamu kok nakal banget sih, abang kan sudah bilang tunggu disini. " Tunjuk nya pada kasur.


Alex berjalan menghampiri Racle yang sedang memegang handle pintu, dengan langkah santai, dan bertelanjang dada, Alex memperlihatkan perut kotak-kotak nya itu yang sangat argh, tapi sayang bagi Racle penampilan Alex ini terasa sangat menakutkan, apalagi saat melihat lengan berotot milik lelaki itu, pikiran negatifnya mulai menyerang, Racle takut kepada sesuatu yang ekhem, badannya saja sudah kekar dan terlihat perkasa apalagi itu nya, pikir Racle.

__ADS_1


" Sini duduk, atau perlu abang ikat supaya kamu tidak bertingkah membangkang seperti ini. " Racle menggeleng, merasa sangat putus asa dia mengikuti apa mau Alex, Racle duduk di atas kasur dengan masih menyisakan segukan, kini dia sudah tidak menangis seperti tadi, tapi pipinya masih terlihat basah.


" Tunggu disini, " Alex kembali berjalan masuk ke ruang ganti lagi, tak lama dia menghampiri Racle dengan membawa selembar kertas. Alex duduk dilantai, dengan sangat cepat lelaki itu menulis sesuatu di atas kertas yang dia pegang. Setelahnya Alex membuka dompet lalu mengeluarkan sebuah materai, kemudian menjilat dan meletakkannya di bagian bawah tulisan.


" Ini baca, kalau setuju tanda tangan disini. " menunjuk letak materai tadi, " Kalau tidak mau, siap-siap saja abang akan unboxing kamu sekarang, mau tidak mau, terpaksa atau tidak, abang tetap akan lakukan. " Ancamnya, dengan mimik wajah yang dibuat seserius mungkin.


Mata sipit Racle semakin tidak terlihat akibat bengkak sehabis menangis, gadis itu mengulurkan tangan mengambil kertas yang Alex sodorkan, sedikit menyerengit saat menatap tulisan Alex yang sudah seperti resep dokter, tapi Racle mencoba untuk membacanya.


Brengsek, umpat Racle dalam hati, setelah berhasil membaca satu baris pertama. Kurang ajar, elo mau cari kesempatan di atas kesengsaraan gue. Racle menatap jengah orang yang sedang duduk di bawahnya.


Seakan tau mendapat tatapan protes dari Racle, meskipun tidak terlihat jelas karena tertutup bengkak, Alex hanya menyunggingkan senyum. " Bagaimana sayang? kamu pilih tanda tangan atau unboxing? ".


" Ayo dong yank, cepet pilih ! mau yang mana, abang udah gak kuat, lihat nih udah sesek banget. " jarinya menunjuk ke bawah, sontak saja Racle jadi ikut melihat apa yang di tunjuk Alex. Mulutnya menganga, saat melihat sesuatu yang menggelembung di bawah sana, apalagi celana bahan yang Alex kenakan bermodel slim fit, membuatnya semakin tercetak jelas.


Astaga, gede banget ekhem nya si Alex, gak, gue gak mau. Racle merebut ballpoint yang di pegang Alex, dengan gerakan cepat gadis itu membubuhkan tanda tangan. " Ini, sekarang gue bisa pulang kan? "


Alex berdiri, dan mengambil kertas itu kembali, " Kamu yakin udah baca semua? " Racle mengangguk mantap, " Oke, berarti kamu emang sengaja. " Racle menyerengit mendengar perkataan Alex, dengan gerakan cepat Alex mengecup bibir Racle.

__ADS_1


Racle melotot, " Apa? mau tambah sama yang lebih lama? salah sendiri kenapa masih panggil gue, poin permata kan udah abang jelasin yank, jangan ada istilah gue elo. "


Ah sial, gue lupa, dasar mafia mesum !


" Gak usah maki abang dalam hati, keluarin aja, biar ini kamu plong. " matanya menatap bukit indah milik Racle, refleks Racle menyilang tangan menutupi sesuatu yang menyembul mengintip keluar, mereka seakan merasa sesak dengan apa yang Racle pakai. " Abang, kurang ajar banget, itu mata nya jaga dong jangan jelalatan kaya gitu. "


" Loh kok jadi abang yang salah? ngaco kamu yank, sadar gak sih? mata abang gak akan nakal apalagi sampai jelalatan kaya gini, kalo penampilan kamu enggak se seksi ini. "


Brengsek nih si Alex, makin sini makin kurang ajar aja itu mulut, gue yakin mata dia pasti udah full sama picture something punya gue.


" Masih mau nyalahin abang? ingat poin ke dua, ganti stylish kamu. Kalau tidak jangan salahkan abang jika.. "


" Iya, iya gu eh maksudnya aku tau, abang pasti akan datang ke catatan sipil mau daftarin pernikahan kita, iya kan? gak usah mimpi terlalu tinggi, karena sebelum itu terjadi, Racle pastikan abang akan Racle tinggal nikah duluan. "


" Aaaah " jerit Racle menggema didalam kamar berukuran luas milik Alex, " Abang mau ngapain? " tanya nya panik, saat Alex menghimpit tubuh molek miliknya hingga terlentang diatas kasur. " Menghamili kamu." jawabnya tanpa basa basi.


" Stupid ! your brain is gone. " Alex menyeringai, " Yes honey, because love you. " si Alex bener-bener udah gila, mana ada cinta tapi ngehancurin masa depan gue, " kalo aku hamil gimana nanti nasib anak aku? are you crazy ! "

__ADS_1


Alex semakin menempelkan tubuhnya, bahkan gadis itu kini bisa merasakan ada sesuatu yang berkedut dibawah sana. " Jangan mikirin dulu nasib anak kita kelak seperti apa, tapi pikirkan dulu nasib kamu. " Alex tersenyum sinis, " Kalau aku sampai berhasil buat kamu hamil, apa masih ada yang sudi dengan wanita seperti mu, sayang? " tanya nya, sambil mengusap lembut pipi Racle.


Bastard, emang otak mesum tingkat dewa, gue aja yang pinter enggak kepikiran sampe sana, tapi dia. Emang dasar gue nya yang polos atau si Alex yang kudu di cuci otaknya? kaya nya perlu gue kasih kaporit tuh otak biar bersih suci seperti semula, syukur-syukur kalo jadi idiot.


__ADS_2