AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Teh celup harga tinggi


__ADS_3

Belum juga Alex menjawab, perempuan yang dimaksud sudah ada dihadapannya dengan penampilan yang aduhai, sampai-sampai Brian lupa caranya mengedipkan mata.


Ini mah namanya, mamamia lezatos, tsunade versi manusia bener-bener ada, ajib bener si biksu, sekalinya dapet cewek paket komplit parah. Eh tapi matanya kenapa bisa sembab begitu ya? wah jangan-jangan si biksu. Brian merapatkan tubuhnya ke tubuh Alex, " Bro, ini cewek siapa? cantik sih, cuma gue liat kaya yang abis nangis,elo enggak habis macem-macem kan? " bisik nya, Brian memicingkan mata melihat gelagat Alex yang seakan menghindar dari tatapannya, mencurigakan.


Beda halnya dengan Alex, Racle malah tersenyum ramah kearah lelaki yang ada di hadapannya ini, hingga membuat Alex kebakaran jenggot melihat Racle mempersembahkan senyum manis menawan kepada lelaki lain.


" Hai.. maaf barusan gue teriak, habisnya kaget ! " Racle berusaha ramah kepada orang yang telah menyelamatkannya dari kenekatan lelaki mesum bin cabul. " Yank, gak usah senyum-senyum gitu sama cowok lain ! ganjen banget. Pacar kamu disini loh " Alex menghampiri Racle dan menarik tubuh molek itu supaya menjauh dari Brian.


What? si biksu bilang apa barusan? pacar? gak salah denger gue? ah halu kali dia, apalagi lihat penampilan ni cewek, berantakan banget, gue jadi curiga kalo si Alex udah maksa cewek cantik ini buat something.


" Hai kenalin, gue Brian, " Brian melambaikan tangan, sebagai bentuk respon ramah tamahnya terhadap Racle, pengennya sih bisa jabat tangan, tapi kayaknya mustahil, apalagi lihat ke posesifan Alex terhadap gadis ini, padahal ingin sekali Brian bisa merasakan sentuhan kulit putih mulus Racle. " Gue sahabat si biksu, maksudnya Alex, by the way mata elo kenapa bisa sembab begitu? Alex mainnya kasar ya? " Beginilah Brian, mau seperti apapun kondisinya tetap saja tidak bisa menyurutkan jiwa semangat 45 kekepoan nya.


" Gue abis nangis " jujur Racle, " What? cewek secantik lo pantang buat nangis, sayangkan mata indahnya kalo harus sembab gitu, emang kebangetan lo Lex ! " seloroh Brian. Racle mengangguk setuju dengan apa yang Brian katakan, Emang bastard si Alex, bisa-bisanya bikin cewek secantik gue nangis kejer kaya tadi.


Brengsek ! bener-bener mesti gue kasih pelajaran si Brian, maksudnya apa provokasi pacar gue. Maki Alex dalam hati, " Yank, abang tanya ngapain kamu keluar? mana kasih sedekah sama cowok lain lagi, udah sana masuk. " Alex memaksa Racle kembali ke kamar, tapi gadis itu bergeming, tidak beranjak sedikit pun dari tempatnya berdiri.


" Yank ! " Sentak nya, Alex yang sudah dibutakan rasa cemburu, apalagi melihat tatapan liar Brian terhadap Racle membuatnya menjadi lelaki kasar. Dia mencengkram kuat lengan Racle, " Masuk ! " kembali mengintimidasi gadis itu dengan tatapan tajam.


Racle yang mendapati perlakuan kasar dari Alex berontak, dia menggerak-gerakan tangan berharap Alex melepas cengkraman nya. " Aww, sakit ! lepasin " protesnya, ketika Alex semakin mencengkram kuat.


" Woy bro, santai dikit, jangan main kasar kek gini, dia cewek. " Brian tidak tega melihat Racle yang terus saja menoleh ke arahnya, seakan tahu bahwa gadis itu sedang meminta tolong kepadanya.


" Balik sana, jangan ikut campur masalah gue " Alex semakin murka terhadap sahabatnya ini, apalagi sekarang Brian berlagak sok menjadi pahlawan dihadapan Racle.

__ADS_1


Melihat reaksi Alex yang berlebihan, membuat Brian semakin khawatir, apalagi sekarang Racle sudah dengan terang-terangan meminta tolong, meskipun tidak mengeluarkan suara, tapi Brian masih bisa mengetahui lewat gerakan bibir Racle, gadis itu berkata " Tolongin gue, please "


Brian berjalan, lalu melepas paksa cengkraman Alex, tenaga lelaki ini sebanding dengan Alex, meskipun Racle ahli bela diri, tapi saat ini kondisinya sudah dibuat down duluan oleh Alex, membuatnya menjadi seperti wanita lemah tak berdaya. Sial! buat lepasin cengkraman tangan si mesum aja gue mesti minta bantuan orang lain, udah berasa kaya tokoh wanita ku menangis aja gue.


" Bawa tas elo dibawah sofa, terus cepet pergi dari sini, Alex biar jadi urusan gue. " ucapnya setelah berhasil memisahkannya dari Alex.


Racle mengangguk, dia buru-buru membawa tasnya kemudian berlari menuju pintu keluar, untung saja pintunya tidak tertutup rapat, jadi dengan mudahnya Racle bisa pergi dari unit apartemen Alex tanpa harus ribet menekan password untuk membuka pintu yang Racle sendiri tidak tahu menahu apa password-nya.


Alex yang melihat gadisnya itu kabur berniat akan mengejar, namun dengan sigap Brian menahan pergerakan lelaki itu, " ****** loh ian, cepet lepasin gue, elo gak lihat apa penampilan cewek gue barusan. "


" Santai bro, "" sahutnya tanpa rasa takut, Alex semakin menjadi seperti cacing kepanasan mencoba melepaskan diri dari kuncian Brian, tapi sayang Brian yang lebih ahli dalam hal bela diri membuat Alex menjadi kewalahan. " Kurang ajar ! Enyah lo dari hadapan gue. " teriak nya.


Brian hanya terkekeh melihat sahabatnya ini, tanpa berniat melepaskan kuncian nya terhadap Alex, Brian membawa sahabatnya ke kamar, dan membanting kasar tubuh Alex ke atas kasur. " Arrgh, sial ! Brian brengsek, Brian bastrad ! " maki Alex.


" Wake up ! " Brian menoel-noel kaki Alex yang menjuntai ke lantai dengan kaki miliknya. " Bener-bener brengsek loh, sahabat macam apaan yang tega ngerusak kebahagiaan milik sahabatnya sendiri " Alex berbicara tanpa melihat ke Arah Brian, dia masih tengkurap lemas diatas kasur yang sudah tidak rapi lagi.


" Gue tipe sahabat baik, makanya gue nyelametin elo, gak usah bilang makasih. gue ikhlas lakuin itu semua demi elo. " Alex merubah posisi menjadi terlentang, " Bullshit loh, yang ada gara-gara elo semua rencana gue hancur berantakan. "


Brian sedikit membenahi sprei, kemudian ikut merebahkan tubuhnya di samping Alex. " Bro, gue emang cowok paling bastard di antara kalian bertiga, cuma tetep aja gue gak setuju dengan apa yang elo lakuin, gue bukan enggak paham sama situasi elo, tapi kalo gini caranya elo sama aja ngelecehin itu cewek. " petuah sang cassanova sok bijak. " Elo gak liat apa? tadi itu cewek tertekan banget sama kelakuan elo, bisa-bisa dia nantinya trauma dan enggak mau ketemu sama lo Lex. "


Alex kembali mengingat wajah Racle yang berderai air mata, kini rasa bersalah mulai menyelimuti hati Alex, apalagi mengingat bayangan wajah Racle yang memohon. Dia menjadi semakin kalut setelah mendengar perkataan Brian barusan, Alex tidak mau, bahkan dia tidak akan sanggup jika Racle sampai trauma dan tidak mau melihat wajahnya lagi.


" Gue enggak mau elo sampe ngelakuin hal yang sama kaya si Yuga. " Brian menoleh ke samping, setelah merasakan adanya pergerakan diatas kasur, dilihatnya Alex sudah merubah posisi menjadi duduk dan bersandar pada sandaran tempat tidur.

__ADS_1


" Emang si Yuga lakuin apaan? " tanya nya sedikit sewot, karena tetap saja Alex merasa kesal terhadap sahabatnya ini, bahkan didalam hatinya masih mengutuk kelakuan Brian yang sudah menggagalkan rencananya.


Bukannya menjawab, Brian malah balik bertanya " Itu cewek siapa? ".


" Ngapain elo tanya-tanya soal cewek gue? awas aja kalo sampe gue tau elo nikung gue dari belakang " tuduhnya


Brian memutar bola mata malas, " Gue enggak se bajingan itu ******, gue masih punya moral, masih bisa ngebadain mana kawan mana lawan, gak mungkin juga gue mau nikung sahabat gue sendiri tenang aja. "


" Halah, jangan sok jadi orang bermoral, yang namanya cassanova itu gak ada yang punya moral sama sekali, buktinya santai aja celup sana sini. Lebih murah dari pada warteg loh "


" Apa hubungannya dunia per cassanovaan sama warteg, ngaco ! "


" Ada lah, warteg nyediain satu teh celup hanya buat satu gelas, lah elo kenapa demen banget celup sana sini, udah kebuktikan elo lebih murah ketimbang warteg. "


" G*blok loh, bisa-bisanya samain barang jantan punya gue sama teh celup warteg. "


" Gue enggak nyamain, karena jelas aja disini elo sama teh warteg beda jauh. "


" Ya jelas beda lah, si jantan punya gue gak akan pernah bisa elo bandingin sama teh celup manapun yang ada dimuka bumi ini, elo nya aja yang kelewat bego, kasih perumpamaan kek gitu. "


" Salah ! maksud gue jelas-jelas jauh beda, teh celup warteg lebih punya harga tinggi ketimbang elo, seenggaknya dia cuma cukup celup satu gelas harganya aja udah sampe 5 rebu, lah elo? celup sana sini malah gratisan. "


Brian melotot mendengar penuturan sahabatnya ini, " Brengsek loh. " makinya tidak terima karena harga dirinya dibanting keras oleh teh celup.

__ADS_1


__ADS_2