AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Belah Duren


__ADS_3

" Yang Racle katakan benar pak, kita tidak pernah mengajak apalagi sampai memaksa Jessi"


"Kamu jangan mencoba membelanya Nita, saya menyuruh kamu untuk menjelaskan yang sebenarnya"


"Ga lo bisa diem enggak? tunggu si Nita selesain dulu omongannya" gereget Alex, karena menurutnya masalah ini jadi sangat alot, sulit untuk selesai.


" Maaf pak, tadi pak Yuga sendiri yang minta saya menjelaskan, sekarang sudah saya jelaskan kok bapak masih tidak terima? saya berbicara yang sebenarnya tidak ada niatan untuk membela siapapun , saya disini mencoba mau meluruskan, biar masalahnya cepat tuntas dan kita bisa pulang, saya juga pegel kalo harus terus berdiri seperti ini apalagi disini banyak nyamuk."


" Mbak elo kok jadi curhat sih? cepet jelasin"


" Iya iya ini juga mau, gini pak awalnya Racle memang menyuruh saya untuk mengajak Jessi," Yuga menatap tajam adiknya " Berarti benarkan kamu yang memaksanya"


Nita geram karena ada saja yang memotong pembicaraannya, hingga tidak sadar dia membentak Yuga! " Pak !!! dengar dulu saya belum selesai, jangan main potong aja, gak sopan" makinya dengan nada tinggi.


" Maaf" ucap Yuga kikuk.


" Awalnya memang begitu, cuma saya tau sahabat saya ini tidak pernah main ketempat seperti ini, jadi saya menolak, Racle pun mengerti, akhirnya kita memutuskan untuk pergi berdua, tapi pacar bapak ini keras kepala, udah dibilangin jangan ikut malah ngikutin, sebelum kita berangkat pacar bapak malah menghadang jalan mobil Racle sampe hampir tertabrak, untung Racle cekatan langsung injak rem"


" Elo gak usah jelasin dari A sampai Z juga kali mbak, keburu pagi ini, secara garis besar aja" protes Racle yang sudah suntuk.


" Oke, dia maksa kita buat bawa dia, padahal saya sama Racle sudah bilang kalo disini itu bahaya, tapi dia keukeuh pak, pas nyampe parkiran juga saya masih nyuruh dia pulang, bahkan sesudah masuk pun saya lakuin itu, sampe mau dipesenin taksi segala, kurang baik apa coba kita sama temen, mau maksiat aja enggak berani ngajak-ngajak, eh malah dia yang pengen ikut" Nita menarik napas panjang setelah berhasil menjelaskan kejadian huru-hara ini, "sudah jelaskan pak, yang salah disini itu siapa?"


Yuga melepas dekapannya pada Jessi, Jessi mendongkak menatap sesaat wajah kekasihnya itu, terlihat gurat kecewa di wajah Yuga, Jessi kembali terisak merasa sangat bersalah pada Yuga.


sama halnya dengan Yuga, ia merasa bersalah terhadap adiknya, lalu ia berjalan mendekati Racle niat hati ingin meminta maaf tapi respon Racle diluar dugaan " Gak usah minta maaf basi, ini pelajaran buat elo, lain kali jangan suka menilai orang dari cover luarnya doang!!" Racle melenggang pergi.


" Iya pak saya setuju dengan Racle, contohnya durian, dari luar dia berduri tapi dalamnya lembut dan berbau wangi, beda lagi sama kedondong yang dari luar keliatan mulus tapi dalem nya punya biji berduri"

__ADS_1


"Mbak elo mau terus ngomong atau cabut?" teriak Racle yang sudah sampai ketempat dimana mobil miliknya parkir, sontak saja Nita langsung ngibrit lari menuju temannya " Cel tunggu".


"Ga gue juga ikut cabut, mendingan elo anterin si Jessi, ini udah lewat tengah malem, kasian dia" Alex menepuk pundak sahabatnya sebelum pergi menyusul Racle.


"Cel mau cabut kok enggak bilang-bilang sih, pake ninggalin segala"


" Abisnya elo ngomong mulu, sampe buah aja elo omongin, mau alih profesi jadi Spg, hah??"


" Yaelah cel, barusan itu cuma perumpamaan, biar pak Yuga paham"


" Kakak gue enggak sebodoh itu mbak, dia pasti ngerti apa maksud omongan gue, gak perlu diperjelas pake istilah buah kek gitu, so-soan ngebahas duren segala, kenapa enggak sekalian aja elo omongin belah duren, kalo perlu elo jelasin"


Alex yang baru sampai didekat mobil Racle langsung tersenyum mesem mendengar gadis itu mengatakan belah duren. " Yank kalo kamu mau, enggak usah minta si Nita buat jelasin, mending langsung praktek aja sama abang"


Racle melirik malas Alex, sungguh ia sudah sangat muak berhadapan dengan lelaki ini, mulai dari berbicara kasar, memaki, bahkan sampai kekerasan fisik pun sudah Racle perbuat pada Alex, supaya dia jera tidak lagi mendekatinya tapi hasilnya benar-benar nihil, hanya satu cara yang belum Racle lakukan.


" Bang Alex" panggilnya dengan nada manja. Akhirnya Racle gue luluh juga, Alex tersenyum lebar saat Racle memanggil dirinya dengan sebutan Abang bukan lagi si mesum atau si cabul.


Racle mendekat ke arah Alex, ia melepas jas yang tadi Alex pakaikan, kemudian terus berjalan sampai merapatkan tubuhnya ke tubuh Alex.


" Astaga Cel, elo mau ngapain?" Nita yang kaget melihat kelakuan Racle, mencoba untuk meraih tangan temannya, namun Racle menepis dan kembali merapatkan tubuhnya pada Alex.


" Sa sayang" Alex tidak bisa berkata-kata lagi, ia sangat gugup dengan tingkah Racle, apalagi saat ini ia sudah merasakan betapa empuknya buah tak lazim milik Racle, " Yes honey" jawab Racle mendesah, Alex yang sudah tidak kuat mencoba bicara lebih banyak " Anu yank,, bisa enggak kita ngelakuin itu di hotel atau di apartemen abang aja, jangan disini"


Racle hanya tersenyum miring, "Cel elo jangan gila ya, cepet kita pulang"!! Nita semakin panik setelah mendengar perkataan Alex.


" Udah Nit elo pulang aja duluan pake mobil gue" Alex memberikan kunci mobilnya pada Nita,

__ADS_1


"Apaan nih pak, enggak gue gak mau, Cel ayo cepet katanya elo mau pulang"


" Udah mbak terima aja kunci mobil bang Alex" ia melihat sekilas ke arah belakang dimana Nita berada, kemudian mengedipkan mata, Nita yang paham dengan kode Racle dengan sangat amat terpaksa menerima kunci mobil milik Alex.


" Yank kita pake mobil kamu aja ya" Racle mengangguk, tak sampai disitu bahkan sekarang tangannya sudah berani meraba-raba dada bidang Alex, sontak saja Alex langsung merem melek menikmati setiap sentuhan Racle.


Ia berbisik " Tunggu sebentar, aku kasih dulu tas mbak Nita, tolong pegang dulu jas nya", Alex mengangguk sebagai jawaban. Racle kembali berbisik " Tunggu disini". tubuhnya mundur kebelakang menjauh dari Alex, lalu berbalik badan menuju Nita.


"Masuk mbak cepet" Racle berbicara tanpa mengeluarkan suara, hanya bibirnya saja yang dia gerak-gerakkan, Nita menyerengit bingung tapi tetap melakukan perintah Racle.


" Jangan lama-lama yank" pinta Alex, Racle menoleh kebelakang, ia menyatukan jari jempol dan telunjuknya mengisyaratkan oke, kemudian mengedipkan sebelah mata.


Bisa dibayangkan betapa bahagianya Alex malam ini, hatinya berdesir hebat saat mendapat perlakuan manis dari Racle, rasanya tak bisa diungkap kan dengan kata-kata, bibirnya terus saja tersenyum tanpa merasa pegal. Namun kebahagiaannya menguap seketika saat melihat mobil Racle pergi begitu saja.


Alex mengepalkan tangan, senyum tampannya kini sirna digantikan dengan rahang yang mengetat, dadanya kembang kempis " ****" umpatnya, Brengsek, bisa-bisa nya gue dikerjain, sialan!. Dengan langkah seribu ia pergi menuju mobil, berniat akan mengejar Racle, namun lagi-lagi dia mengumpat, saat menyadari kunci mobilnya tidak ada. Racle sayang tunggu pembalasan abang.


Sementara itu Nita yang berada didalam mobil Racle tak henti-hentinya tertawa, ia tidak bisa melupakan bagaimana ekspresi Alex barusan yang seperti ketiban durian runtuh berubah menjadi seperti ketiban tangga. " Hahaha gila, nekat banget lo Cel kerjain pak Alex sampe segitunya, gue kira elo beneran mau belah duren sama dia"


Racle menyunggingkan bibir " No, sembarangan kalo ngomong, saking gak sukanya aja gue sama dia" Kena loh mesum, selamat bermalam diparkiran haha.


"Hati-hati loh Cel, kata orang benci sama cinta itu beda tipis, bisa aja sekarang elo benci sama dia, ntar besok-besok yang ada malah elo yang ngejar dia"


" Eh amit-amit, jangan asal ngomong dong mbak, gue gak terima ya"


" Gue cuma nasehatin elo doang, benci boleh tapi jangan sampe berlebihan, bisa overdosis, nanti ujung-ujungnya elo sakau berat karena dia"


" Sumpah ya, mood gue makin anjlok kalo elo terus-terusan ngomongin dia".

__ADS_1


Ia menginjak pedal gas, menambah kecepatan laju kendaraanya, apalagi kondisi jalan yang sepi membuat dia leluasa ugal-ugalan.


**Flashback off


__ADS_2