AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
Rumah 2


__ADS_3

"Ingin saja" jawab Racle setelah dirinya duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan ibunya,


"Tidak malu kah kembali ke rumah ini setelah sekian lama pergi kabur bersama ibu orang lain, tidak menyesal membawa pergi ibu dari anakku? cerca nya lagi.


Dengan santai Racle menjawab " Maaf sepertinya ada beberapa hal yang harus aku luruskan disini sebelum aku bisa menelan makanan yang tersaji diatas meja ini, pertama aku tidak pernah kabur, yang ada malah sebaliknya, aku yang dibawa kabur. kedua aku tidak pernah pergi membawa siapapun, yang ada justru malah aku yang dibawa pergi oleh mama nya" tunjuk Racle pada Yuna, yang posisi duduknya tepat disebelah Ny.Mela


"Lancang sekali mulutmu itu, apakah di tempat asal mu kau tak diajarkan bagaimana harus bersikap terhadap orang tua? cela Yuna terhadap Racle


Terdengar gelak tawa dari gadis di sebrang Yuna " Hey kakak cantik, tempat asal ku itu disini, dulu sebelum aku pergi ibu ku memang tak sempat mengajarkan aku apa-apa, jadi wajar saja jika aku bersikap demikian" sambil melirik ibunya.


Ny.Mela dan Yuna yang geram akan sikap Racle mencoba untuk mencela kembali, namun sebelum mereka bersuara sudah ada peringatan terlebih dahulu dari Ny.Hyeri istri pertama Tn.Morgan "Berhenti bicara, dan lanjutkan sarapan kalian" tegasnya.


Racle melirik kearah Ny.Hyeri, dia tersenyum dan berkata "Ah... ibu suri, lama tak jumpa, bagaimana kabarmu? maaf baru menanyakan, karena barusan banyak sekali wartawan" canda Racle


Ny.Hyeri yang ditanya pun mengangguk kecil, lalu ia menjawab " Seperti yang kau lihat nak, aku baik-baik saja, silahkan nikmati sarapan mu Racle" dengan senyum tulus yang terukir cantik dibibir tipisnya.


"Terimakasih ibu suri"


Akhirnya agenda sarapan pun selesai, dengan durasi waktu yang cukup lumayan lama dari biasanya, karena adanya kejutan besar dipagi ini.


"Racle istirahatlah, ayah tahu kamu pasti lelah" ucap Tn.Morgan

__ADS_1


"Iya, aku akan membawa masuk koperku terlebih dahulu, sepertinya masih tertinggal diluar" jawab Racle, lalu ia bergegas pergi keluar rumah


"Kau masih disini?" tanya Racle pada Rico


"Iya nona, ada beberapa hal yang harus saya sampaikan, terkait pesan Ny.Dita"


"Berapa usiamu?" tanya Racle


"Usia saya 27tahun nona" jawab Rico


Racle memindai penampilan Rico "Oh.. karena kau lebih tua dariku maka aku akan memanggilmu kakak"


"Terserah nona saja"


"Hah??" Rico melongo seperti orang bodoh saat mendengar kata-kata dari gadis didepannya itu, "maksud nona?"


"Sudah lupakan saja, tadi kakak ingin menyampaikan apa?" tanya Racle


"Begini nona, saya diutus oleh Ny.Dita untuk tetap berada disamping nona, Ny.Dita juga berpesan agar saya..." sebelum menyelesaikan perkataannya, Racle terlebih dulu memotong ucapan Rico,


Racle berkata " Aku faham, dia menugaskan kakak sebagai asisten ku kan? tugas pertama kakak sebagai asisten ku yaitu kabari si wonder women itu bahwa aku sudah sampai disini. dan tugas kedua kakak yaitu melaporkan semua kegiatan ku yang berhubungan dengan anaknya kepada si wonder women, oke, karena aku malas jika harus berbicara panjang lebar dengannya" terang Racle

__ADS_1


"Maaf nona, maksudnya wonder women itu siapa?" tanya Rico


"Nyonya mu, siapa lagi!! jawab Racle, "jangan terlalu formal terhadapku, karena aku bukan majikan mu, aku cuma patner kerja kakak, paham,?"


"Baik nona, saya paham"


"Racle saja, tak perlu embel-embel nona"


"siap, Racle" jawab Rico


"Yasudah kakak pulanglah, aku mau masuk kedalam!"


Racle masuk dengan menggeret kopernya, saat memasuki ruang keluarga terdengar suara berat dari arah belakang "Apa tujuanmu pulang kembali?"


sebenarnya untuk saat ini Racle terlalu malas untuk berdebat, namun berhubung yang bertanya adalah kakak tampannya maka dengan sangat terpaksa Racle menjawab "Untuk melindungi apa yang sudah seharusnya aku lindungi".


lelaki itu tampak menautkan alis saat mendengar jawaban Racle.


"Sudahlah, jangan dulu banyak bertanya kakak tampan, aku sedang lelah, nanti saja kita lanjutkan"


setelah mengatakan itu Racle melenggang pergi meninggalkan lelaki tampan yang kini sedang menatap punggung adik kecilnya itu. Banyak pertanyaan yang ingin Yuga lontarkan, namun

__ADS_1


untuk saat ini sepertinya ia harus bersabar.


__ADS_2