AKU DISINI " Miracle"

AKU DISINI " Miracle"
kesempatan dalam kesempitan


__ADS_3

Alex yang mendapati tatapan tajam temannya itu langsung protes "Lo ngapain Ga liatin gue sampe segitunya? gue disini cuma korban bukan pelaku yang sebenernya"


"Jangan ngeles, udah jelas-jelas elo yang narik rok gue, nih dia saksinya" tunjuknya pada Nita.


"Ehh" Nita terperangah kaget saat dirinya dilibatkan, ini anak ngapain bawa-bawa gue segala sih, gue kan jadi bingung harus belain siapa, kalo gue belain dia takutnya pak Alex jadi gak respect ke gue, mau bela pak Alex juga nanti si Racle marah lagi.


Yuga melihat ke arah Nita " Bisa tolong jelaskan kronologis kejadian sebenarnya seperti apa?"


Gue pura-pura enggak tau aja deh, cari aman. Nita menjelaskan tanpa berani melihat kearah Racle " Emm anu pak, sebenernya saya enggak tahu pasti kejadiannya seperti apa, tadi fokus saya lihat kedepan, pas balik badan saya lihat kondisi pak Alex sudah jatuh tengkurap"


Emang dasar temen lakn*t, jelas-jelas tadi elo sendiri yang ngelepasin tangan si mesum dari rok gue, sekarang bilangnya enggak tau, bener-bener harus gue kasih pelajaran nih cewek.


"Mbak lo amnesia? tadi kan yang bantuin gue lepasin tangan si mesum dari rok itu elo "


"Hah?? apaan sih Cel ngomong ngawur kek gitu enak aja bilang mbak amnesia, mbak emang bener-bener gak tau" elak Nita sorry cel gue mau cari aman


Anjr*t ini si Nita maksudnya apaan sok playing fictim segala, ngerasa lagi syuting Ku menangis kali dia.


"Sudah-sudah lebih baik kita dengarkan penjelasan dari Alex, saya minta jangan ada yang memotong, terutama kamu Racle, Lex jelaskan"


Alex yang sedang membenahi pakaiannya yang kotor akibat terjatuh tadi langsung medongkak, ia berdehem terlebih dahulu "Ekhem.. Ga gue itu korban, Pelaku sebenarnya ada disana" Alex menunjuk tempat si pelaku.


Yuga dan yang lainnya mengikuti arah tunjuk Alex, sontak saja mereka mengerutkan alis bingung saat melihat apa yang di tunjuk lelaki itu, sungguh aneh mungkin itu yang ada didalam benak mereka, bukan sulap bukan sihir, mana bisa benda mati seperti itu menjadi pelaku utama? "Polisi tidur?" tanya Yuga.


Alex mengangguk sebagai jawaban. Gila kali ni orang, masa iya polisi tidur dia salahin. Batin Racle


Yuga melihat Racle sudah membuka mulut untuk kembali menyela Alex, namun ia langsung membekap mulut adiknya itu dengan tangan "Emmmmpt" Racle memberontak tak terima dengan perlakuan kakaknya, namun nyalinya menciut saat mendapat tatapan mengintimidasi dari Yuga. "Diam jangan bicara sebelum kakak yang minta" tekannya, setelah mendapat anggukan dari Racle, ia segera melepas kembali tangannya


" Apaan sih kak pake dibekap segala, kan bisa kasih tau aja, untung Racle pake lipstik bagus jadi enggak luntur"


Ya ampun dalam situasi kek begini aja, dia masih inget sama hal-hal sepele kek gitu, emang ajaib tuh anak. Batin Nita


"Syuut..." dengan mata melotot Yuga mengode agar Racle kembali diam. Sebenarnya Yuga juga


tidak terima dengan alasan Alex, namun ia mencoba memberi kesempatan pada temannya itu untuk kembali menjelaskan "Lanjutkan" perintahnya


" Tadi itu gue lari mau ngejar dia" liriknya pada Racle, " Cuman gara-gara kesandung itu polisi tidur gue jadi jatuh tepat dibelakang adek lo, masalah gue yang narik rok nya my Keajaiban itu refleks Ga, niatnya gue mau pegang tangan Racle biar enggak sampe nyusruk kebawah taunya yang kepegang malah itu" jelas Alex.

__ADS_1


" Alasan elo itu enggak masuk diakal tau enggak sih, bilang aja yang sebenernya kalo elo mau pegang-pegang gue iya kan? "


" Sumpah sayang bukan kek gitu, tadinya abang itu niat mau nyelamatin kamu dari Yuga, tapi yang ada malah abang jatoh dibelakang kamu"


" stop bilang sayang sama gue apalagi sampe bilang apa tadi myKeajaiban ,iyuuh geli gue dengernya"


" Memang saya akan melakukan apa pada Racle, sampai kamu mau menyelamatkannya?" tanya Yuga penasaran


" Gue kira elo bakal marahin dia "


" Saya memarahi Racle?"


" Iya, gue takut elo marahin Racle karena udah maen kesini bareng Jessi" jelas Alex


Racle dan Jessi membelalakkan mata mereka setelah mendengar perkataan Alex tentang permasalahan tadi yang hampir saja dilupakan Yuga, Sialan si mesum, udah susah payah gue alihin perhatiannya si bambang, eh dengan mudahnya dia *ngu*ngkit balik.


Aduh ini pak Alex kenapa mesti ngungkit masalah tadi sih, kalau sampe mas Yuga marah lagi gimana?. Batin Jessi


Berbeda dengan kedua temannya, Nita malah memuji Alex "Aduh pak Alex so sweet banget"


Alex yang mendapati dirinya dipuji langsung tersenyum, berbanding terbalik dengan ekspresi Yuga yang berubah menjadi datar, sama seperti beberapa waktu lalu saat dirinya menyeret paksa Jessi.


" Iya Ga, makanya gue buru-buru nyusulin dia" jawabnya santai, tanpa rasa bersalah, karena memang sebenarnya Alex tidak bersalah dalam hal ini, namun tetap saja Racle tidak terima dengan kelemesan mulut Alex, Kalo gue cinta, udah gue cium tuh bibir lemesnya biar berenti ngomongin soal masalah tadi.


Yuga terlihat menyeringai, karena Alex berhasil mengingatkan kembali dengan tujuannya tadi, ia berjalan menghampiri temannya itu dan menepuk bahu Alex " Terimakasih Lex, berkat kamu saya jadi ingat harus memberikan pelajaran pada adik saya"


Alex terperangah kaget, Waduh kayaknya gue udah ngomong bener di situasi yang salah. Mampus lo Lex bukannya berlaga jadi pahlawan malah jadi lawan. Alex melihat ke arah Racle yang sedang gugup, terlihat dari beberapa kali gadis itu meremas tali tas selempang yang sedang dipakainya.


"Racle sini kamu" perintah Yuga


Racle mendesah pasrah, saat akan melangkah, tiba-tiba saja Yuga sudah menarik paksa lengannya dan membawa pergi menjauh dari Jessi dan yang lain.


"Aww.. sakit, pelan dikit dong" protesnya karena mendapat cengkraman kuat dari Yuga,


Jessi, Alex, dan Nita. mereka yang melihat Racle kesakitan karena ulah Yuga merasa tidak tega, apalagi Alex, dia terlihat sangat kesal dengan perlakuan kasar Yuga terhadap gadisnya itu, ia dan Jessi langsung menyusul ke tempat dimana Yuga membawa Racle. Hanya Nita yang masih setia diam ditempat, ia pikir ini sudah bukan lagi urusannya, mau ikut campur pun takut malah menambah runyam keadaan.


"Lepasin kak, sakit tau" Yuga bergeming, ia malah menatap tajam adiknya itu,

__ADS_1


"Mas lepas kasian Racle, tangannya pasti sakit" Jessi terlihat beberapa kali mencoba melepas cengkraman Yuga dengan tenaganya yang tak seberapa, tapi tidak ada yang berhasil.


" Mas tadi kamu bilang enggak semua masalah bisa diselesaikan dengan otot bukan?, yaudah lepas, kasian adik kamu" bujuknya sambil mengusap punggung Yuga,


Yuga melepas paksa dengan menghentak kuat lengan Racle ke samping, membuat tubuhnya juga ikut terhuyung karena tidak siap dengan perlakuan Yuga, beruntung Alex menangkap Racle tepat waktu, kalau tidak bisa dipastikan Racle akan jatuh kebawah.


"Bro gak gini caranya, gue tau dia salah, tapi ini cewek, adek elo juga" protes Alex yang masih mendekap tubuh Racle " Lo liat nih tangannya sampe merah kek gini, sadis loh"


" Sakit?" tanyanya pada Racle


"Ya sakit lah, bloon kali orang yang udah diseret paksa sampe tangannya merah kek gini kalo enggak ngerasa sakit"


Masih dengan posisi mendekap dari samping, Alex mengusap-usap lembut tangan Racle, sepertinya dia sedang mencari kesempatan dalam kesempitan, Racle yang belum sadar dengan kondisinya yang sedang dipeluk Alex masih terlihat santai,


" Itu tidak sebanding dengan rasa sakit saya karena perbuatan kamu" tekan Yuga.


Kening Racle mengkerut, ia sedang berpikir keras mencoba mengingat perbuataan apa yang membuat kakaknya sakit hati? Emang gue ada salah apa sama dia? kayaknya hari ini gue belum bikin masalah deh sama ini orang.


Melihat adiknya bingung, Yuga kembali melontarkan tanya " Sudah ingat?" Racle menggeleng "Perlu saya ingatkan" Racle mengangguk.


"Kamu sudah memperlihatkan tubuh kekasih saya pada orang banyak"


"Hah?? maksudnya gimana?"


"Lihat kondisi Jessi saat ini? kamu tidak lihat kalau sekarang dia hanya menggunakan celana pendek seperti itu?"


" Terus salahnya sebelah mana?"


" Saya saja yang kekasihnya belum pernah melihat paha Jessi, dan kamu bisa-bisanya membawa Jessi ketempat seperti ini dengan pakaian begini"


Hilang sudah rasa sopan Racle pada Yuga, saat mengetahui alasan kenapa lelaki itu merasa sakit hati. Dasar bucin akut loh, elo liat dong cewek lo cuma pake celana jeans sepaha doang, itupun masih ketutup sama kaos gede dia yang panjangnya aja selutut, gila kali dia bilang gue pamerin tubuh si Jessi, gue aja yang hampir telanjang elo enggak semarah itu, kakak macam apa loh.


"Ya ampun gue kira apaan, ternyata cuma masalah celana doang elo bisa sakit hati kek gini?"


"Racle sopan sedikit dia itu kakak kamu" Jessi mencoba menasehati


"Gak, udah gak ada toleran buat dia, enak aja nyalahin gue, yang jelas-jelas bukan gue yang salah"

__ADS_1


" Kamu masih mau ngelak?"


"Gue bicara fakta ya, bukan ngelak, kalo mau nyalahin gue elo salah besar kak, harusnya elo salahin aja pacar lo sendiri"


__ADS_2