
Della sedang menunggu di ruang khusus pengunjung, saat seorang wanita yang dia percayai selama ini datang sambil mengendong seorang bayi mungil yang baru berusia satu tahun.
"Halo Hardi, apa kabar kamu nak, maafkan ibu ya," kata Della yang langsung mengendong bayi mungil itu dengan lembut dan menciumnya.
"Bagaimana kabar kalian berdua, apa selama ini kebutuhan kalian tercukupi mbok?" tanya Della melihat wanita yang menjaga putranya itu.
"Saya dan den Hardi sangat berkecukupan Bu, bahkan den kecil ini minum susunya kuat sekali, dan cak Paijo selalu mengirimkan uang hasil panen sawah pada saya untuk kebutuhan kami," jawab mbok Sarni.
"terima kasih ya mbok, aku memang salah menyembunyikan kelahiran prematur dari bayiku, tapi melihat bagaimana Rasyid di biadab itu menyiksaku, hingga membuat ku harus melakukan ini, tapi bagaimana kata dokter apa mata kanan putra ku tak akan bermasalah," tanya Della.
"iya Bu, den kecil sudah bisa melihat orang dsn mengenali barang, meski mata kirinya di tutup pun, dia bisa memilih warna dengan benar," jawab mbok Sarni.
"baguslah, maafkan ibu ya, setidaknya kita harus menunggu dua tahun lagi agar bisa berkumpul bersama," kata Della
"waktu kunjungan habis," teriak supir penjara
Della pun memberikan putranya itu, untuk di jaga oleh mbok Sarni, dia ingat betula bagaimana perjuangannya hamil.
selain harus menyembunyikan kehamilannya yang semakin besar, dia juga harus terus berjuang melawan Rasyid yang makin menggila setelah sumber uangnya di putus.
di tambah dia menjadi bahan ejekan satu desa karena ulahnya sendiri yang sudah berselingkuh dan menganiaya istrinya tanpa ampun.
sudah tiga hari Della di rawat, semua luka-luka yang di alami mulai mengering dan saat ini dia sudah di izinkan pulang oleh dokter.
Syam benar-benar bebas selama tiga hari ini karena istrinya itu merawat adik iparnya.
tapi dia belum tau hantu mana yang sedang menunggu untuk membunuhnya dan selingkuhannya.
siang ini setelah mengantar Della ke rumah wanita itu, Rina pulang dan berpapasan dengan suami.
"setidaknya jangan sampai ketahuan jika kamu memiliki istri siri, bisakah menjaga wajah ku sedikit saja," kata Rina yang merasa sangat terluka.
"seharusnya kamu bisa punya anak, agar aku tak harus mencari wanita lain, karena aku bosan di ejek oleh ibu mu, padahal bukan aku yang mandul," ketus Syam yang langsung pergi begitu saja.
Della sedang beristirahat, saat tiba-tiba Rasyid masuk kedalam kamar dan mengambil tas milik istrinya itu.
__ADS_1
dia mencari uang milik Della, "sialan.... di taruh mana yang wanita ini, kenapa aku tak bisa menemukannya, padahal aku harus nongkrong dengan anak-anak, aku malu jika tak punya uang," gumam Rasyid.
dia pun mengacak-acak lemari untuk mencari perhiasan untuk dia judul, tapi juga tak menemukannya.
terpaksalah dia membangunkan Della untuk uang itu, "bangun Della, mana uang aku butuh cepat!" bentaknya.
"aku mana ada uang, aku sudah tak ke warung tiga hari mas," lirih Della yang merasa kepalanya begitu pusing
"jangan bohong sialan, ayah pasti memberikan mu banyak, serahkan uang itu jika tidak aku akan menambah luka di tubuh mu ini," ancam Rasyid.
"Rasyid!! ternyata kamu belum berubah, aku akan adukan ini pada ayah,"ancam Rike yang datang untuk menjenguk adik iparnya itu.
"sialan, dasar tukang adu," marah Rasyid yang langsung pergi karena tingkah kakaknya begitu menyebalkan.
Rasyid pun ingat ibunya selalu menyelipkan uang kertas di jok motornya
benar saja ada uang tiga ratus ribu di sana, dan dia pun langsung pergi dari rumah.
Della tak bisa beristirahat karena rumah berantakan karena Rasyid.
dia sampai di tongkrongan, terlihat Faruk, Ferdi sudah datang terlebih dahulu.
Rasyid benar-benar miskin berulah, kini perlahan hati ganti hari. Della mulai fokus di warung untuk mengisi waktu luangnya.
dia sangat sibuk karena warungnya terkenal karena rasa masakannya yang sangat enak.
"Lia kamu kenapa cuma di sana, aku menyuruh mu pulang untuk mengambil persediaan lauk yang aku taruh di kulkas rumah ku,"
"iya mbak," jawab gadis itu yang buru-buru berangkat ke rumah Della.
sesampainya di sana, ternyata Rasyid sedang duduk santai menikmati kopi dan gorengan yang di tinggalkan hangat oleh istrinya.
"selamat siang mas, saya mau ambil barang di suruh mbak Della," pamit gadis itu yang bersikap sopan.
bagaimana pun Rasyid ini suami dari bos-nya, jadi dia tak bisa seenaknya bersikap.
__ADS_1
"ambil saja ke dalam," jawab Rasyid yang melihat sosok Lia Dati atas ke bawah seperti membayangkan sesuatu dengan senyum menakutkan.
sebenarnya dulu Lia itu salah satu fans berat dari Rasyid yang terkenal sebagai pemuda impian para gadis.
tapi mendengar apa yang terjadi pada Della dia pun merasa takut, tapi kadang dia tak percaya karena Rasyid itu selalu baik pada semua orang.
Lia kebingungan karena ternyata lauk yang di maksud Della ini ada di freezer dan sangat berat.
"ada apa, butuh bantuan," tanya Rasyid yang merasa aneh karena gadis itu tak keluar.
"maaf ya mas," jawab Lia yang tersenyum malu.
Rasyid mengambil lauk itu dan memberikan pada Lia, tapi saat akan pergi Lia terpleset dan Rasyid menangkapnya.
"hati-hati dong," kata pria itu membuat Lia begitu malu.
"maaf dan terima kasih, karena lauk ini sudah di tunggu oleh mbak Della di warung, permisi," pamit gadis itu.
Rasyid tak mengira jika di warung istrinya itu banyak gadis muda seperti Lia ini.
"sepertinya aku harus membantu istriku ini di warungnya, sekalian aku bisa menguasai uangnya dari pada aku di rumah seperti ini," gumam Rasyid yang memikirkan ide agar Della tak curiga nantinya.
beruntung Lia cepat datang, dan di belakang mbok Sarni langsung memasak lauk itu agar tak membeku dan bisa di jual.
Della benar-benar tak menyangka jika warungnya siang itu kebanjiran pesanan, di tambah memang ini masuk bulan Agustus jadi banyak acara yang membutuhkan nasi bungkus.
pukul empat sore, mereka semua sudah tutup warung dan Della memberikan uang tambahan pada semua orang yang bekerja di warungnya.
"mbak besok libur,kan tanggal merah?" Tanya Lia pada bosnya itu.
"memang kamu mau ikut upacara, tentu saja tidak,tapi kita buka hanya untuk membuat pesanan, ingat ada seribu bungkus nasi besok, jadi semuanya selamat beristirahat," kata Della .
"iya mbak," jawab semua orang.
saat akan pulang, tak sengaja Della bertemu dengan ayah mertuanya, "selamat sore ayah," sapanya dengan sopan.
__ADS_1
"mau bareng sekalian atau bagaimana?" tawar pak Hartono yang melihat menantunya itu menunggu jemputan.
Della pun mengiyakan,dan dia bisa mulai melakukannya, rencana besarnya, apa yang akan di lakukan wanita itu untuk membalas perbuatan suaminya?