Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
kisah cinta Abdi 2


__ADS_3

"sayang kenapa kamu hanya tertawa saat melihat suami mu ini di dorong orang begini," kesal pak Hartono pada istrinya itu yang hanya cekikikan.


"maaf ya mas, aku tak berniat untuk menertawakan dirimu, habis lucu saja, kamu tau nas, tadi ada yang ogah-ogahan datang demi melihat pria yang dia cintai, tapi saat aku bilang kamu dan cak Abdi bertengkar dan kamu ingin membunuhnya, dia langsung menghentikan motor ku dan memohon untuk ikut, ayolah kalian ini jika sama-sama mencintai, kenapa tak berjuang bersama, lagi pula restu di tolak kenapa tidak buat dedek bayi saja, toh ibu dari cak Abdi menginginkan seorang cucu," kata Della memberikan ide gila.


"kamu sehat sayang, kenapa kamu memberikan ide gila begitu, bisa-bisa bukan di restui malah di hukum," kata pak Hartono yang mengendong putranya.


"tenang Wulan,kamu ternyata sudah di bohongi oleh mbak Della, aku memang kesal hingga berbuat gila tapi aku tak sampai melakukan hal bodoh menantang bos ku sendiri, aku cuma kecapean dan lapar," kata Abdi.


"apa, tapi ucapan mbaknya tadi begitu serius hingga membuatku percaya begitu saja," kata Wulan yang merasa di tipu


"maaf ya, habis kalian itu bikin gemas tau," kesal Della.


"sudah deh Bu juragan, sebagai permintaan maaf, boleh tidak kalau minta di traktir sarapan," tanya Abdi yang bangun di bantu Wulan.


"noh di meja, tadi di tawarin Makah sok gak mau," kesal pak Hartono yang tadi juga tak sempat sarapan.


akhirnya mereka semua berkumpul untuk menikmati waktu bersama, terlihat Abdi mulai bisa tersenyum lagi.


"kalian ini lemah ya, aku saja bisa menyembunyikan kehamilan ku dari pria biadab itu hingga melahirkan, dan berhasil menyingkirkan Wanita penghianat yang terus memanfaatkan suamiku, masak dengan penolakan seperti itu saja kalian begitu mudah menyerah," kata Della dengan santai.


tapi tidak dengan tiga orang di depannya, mereka seakan tak percaya dengan apa yang baru mereka dengar.


"tapi sayangnya kalau anda ini orang yang pemberani dan tak kenal takut, tapi aku dan mas abdi kan berbeda," kata Wulan.


"kenapa kalian ini begitu loyo, ayolah Abdi kamu harusnya tau bagaimana mendapatkan hati ibumu, jadi tak perlu bersikap seperti ini," kesal pak Hartono


abdi hanya bisa diam, karena yang di ucapkan oleh pak Hartono ini memang benar, dia adalah anak dari ibunya,jadi dia sekarang akan berjuang demi restu ibunya.


"Wulan kamu mau kan berjuang bersama ku,"

__ADS_1


"iya mas, sekarang kita harus mulai berjuang ya," kata Wulan mengiyakan.


Abdi pun mencium tangan Wulan dan dia akan berjuang bersama, karena cinta mereka ini suci.


Della dan pak Hartono merasa senang, dan akhirnya Della mengajak Wulan pulang.


setelah mengantar gadis itu pulang, Della iseng memutuskan untuk datang ke rumah Abdi dengan alasan main.


motornya sampai di rumah itu, ternyata ibu Abdi sedang di teras dan membaca kitab hadist.


"selamat pagi Bu, ayo salim sama Mbah, Hardi,"


"Mbah..." panggil Hardi dengan senyum cerah.


"aduh siang ibu juragan,dan si ganteng, ada apa ini kok tumben ke sini,mau titip di ganteng ya, boleh loh," kata wanita itu dengan senang hati.


"tidak apa-apa,ayo masuk kebetulan tadi saya buat banyak," kata ibu Abdi mempersilahkan Della masuk.


akhirnya mereka duduk di ruang tamu, dan di dalam sana, dia bisa melihat jika di ruangan itu benar-benar hanya ada Abdi dan ibunya.


"maaf ya ibu cuma bisa buatkan teh, apa tadi Abdi tak kenapa-kenapa Bu juragan?" tanya wanita itu khawatir.


tanpa bicara Della menaruh ponselnya yang sedang memutar video.


ya tadi saat Wulan yang lari dengan panik dan langsung memeluk Abdi yang pingsan Kelelahan.


bahkan wanita itu tak peduli dengan orang yang dia dorong hingga tersungkur, "dia mengira Abdi dan suami saya berantem. dan bagaimana paniknya dia saat melihat pria itu terkapar, bahkan tak segan melawan orang demi pria yang dia cintai, ibu masih perlu bukti apa lagi,jarang Bu wanita yang bisa mencintai dengan begitu besar seperti ini, ambil contoh saja keluarga ku, pernikahan yang tampak bahagia bertahun-tahun dan begitu harmonis, akhirnya ketahuan bobrok dari wanita yang tak setiap,bahkan dari empat anak yang di miliki hanya satu orang yang benar-benar menjadi anak suaminya," kata Della yang membuat ibu Abdi terdiam.


"aku bahkan selalu berpura-pura di depan orang jika aku ini bahagia, tapi nyatanya aku cuma menyembunyikan semua luka ku, karena pria yang aku nikahi tidak mencintai ku, dan pernikahan itu hanya keterpaksaan," tambah Della.

__ADS_1


"tapi ibu malu, karena dulu ada masalah yang membuat keluarga kami bermusuhan," kata ibu Abdi jujur pada Della.


"ibu... keluarga Wulan sudah merestui Abdi dan Wulan,tinggal ibu saja, ibu tau jika hanya ibu yang di miliki mas abdi, dia bisa saja menikah tanpa restu ibu, tapi Wulan meyakinkan putra mu untuk berjuang demi mendapatkan restu ibu,karena orang tua adalah pilar kuat dalam memulai hubungan," kata Della.


"apa yang aku lakukan... seharusnya aku merestui hubungan putra ku, aku hanya terbawa dengan semua emosi dan ketakutan ku," tangis ibu Abdi yang terisak


Della dengan senang hati menenangkan wanita itu, dan akhirnya ibu Abdi berjanji akan menerima sosok Wulan demi putranya.


sore itu, Wulan sudah di jemput Abdi untuk meminta restu, bahkan Wulan sudah membawa kue sarang semut kesukaan ibu kekasihnya itu.


Abdi datang menggandeng tangan Wulan,dan tanpa terduga ibunya sudah menunggu di depan pintu dengan tatapan dingin.


"masuklah, ibu mau bicara dengan kalian berdua," kata ibu Abdi.


Wulan dan Abdi langsung masuk dan duduk di ruang tamu, tampak wanita itu sangat gugup.


"ibu... ini ada kue sarang semut, saya tau ibu suka kue ini," kata Wulan dengan sopan dan gemetar.


"siapa yang bilang, pasti abdi ya, tapi aku tak mau menerimanya jika kamu beli,karena aku suka menantu ku yang bisa membuatnya sendiri," kata ibu Abdi yang mengejutkan Wulan.


"apa Bu..."


"iya ibu lebih suka jika Wulan yang membuatnya sendiri, dan maaf telah egois menentang kalian, seharusnya ini sadar jika anak ibu bahagia dan bersemangat saat bersama Wulan, jadi kapan ibu boleh melamar Wulan ke rumah?" tanya ibu Abdi.


mendengar itu, Wulan langsung bersujud di kaki ibu kekasihnya, "terima kasih sudah mau menerima ku Bu,"


"tidak nak, jangan seperti ini,cukup berikan ibu pelukan," kata ibu Abdi yang begitu bahagia.


terlebih melihat senyum putranya, akhirnya ketiganya berpelukan erat, dan wanita sepuh ini akhirnya bisa tenang setelah selama ini menghawatirkan putranya.

__ADS_1


__ADS_2