
bayi mungil itu sedang di infus, pak Hartono berusaha bangkit dan mendekat ke arah putranya yang sedang tidur karena terpengaruh oleh obat.
terlihat pipi bulat, dan bulu mata yang panjang, bahkan rambutnya sangat tebal dan hitam.
dan bibir bayi itu mengingatnya pada Della, "apa ini benar putra ku?"
"iya tuan, karena saya juga baru tau jika mas Rasyid dulu mengalami masalah dalam hal jumlah benih jadi itu yang membuatnya tak akan pernah bisa punya anak," jawab mbok Sarni yang membuat pak Hartono menoleh.
"bagaimana kamu bisa tau?" tanya pak Hartono.
"itu karena saya tak sengaja menemukan kertas tes kesehatan yang di sembunyikan oleh Mbak Della, saat membereskan baju yang di acak-acak oleh mas Rasyid terakhir kali," jawab mbok Sarni.
pak Hartono tak akan menyangka akan memiliki anak di usianya yang kelima puluh tahun.
tapi dia merasa senang karena akhirnya dia punya pewaris, lagi pula dia tak sepenuhnya percaya jika Rasyid putranya, mengingat bagaimana pria itu begitu berbeda dengan dirinya.
tiba-tiba Hardi meringik dan terlihat tak nyaman dengan benda yang ada di tangannya.
reflek, pak Hartono langsung mengendong putranya itu dan menepuknya pelan agar kembali tidur.
tiba-tiba pria itu seperti mendapatkan hidup baru dan semangat baru.
mbok Sarni tak berani memberitahu Della, bisa ngamuk wanita itu jika tau putranya sakit karena di beri makan sembarangan.
Della sedang di warung saat itu, saat Rasyid datang dan tanpa basa-basi menyeretnya ke ruangan istirahat karyawan.
"apa sih mas, kamu membuat lengan ku sakit" marah wanita itu.
"kamu itu yang kenapa, kamu tak puas dengan apa yang kamu renggut dariku, kenapa sekarang kamu membuat ku dalam masalah," marah Rasyid.
"kamu itu ngomong apa!! aku tak mengerti mas," benak Della.
"goblok!"
plak... sebuah tamparan keras dan tanpa terduga Rasyid menarik Della dan membenturkan kepala wanita itu ke tembok.
Della yang terkejut hanya bisa pasrah, dia terus berdoa semoga kandungannya tak mengalami apapun, terlebih anak di kandungannya itu sudah berusia baru menginjak tujuh bulan.
"mampus, dasar wanita sialan," maki Rasyid yang entah kerasukan setan mdna, bahkan pria itu marah tanpa tau alasan yang jelas.
__ADS_1
sedang Della hanya bisa duduk dan menangis, entahlah hari ini dia begitu lelah.
sepertinya dia ingin istirahat atau entahlah, dia benar-benar tak ingin melawan.
tanpa sengaja seorang pemuda yang selama ini di bantu Della pun merekamnya.
semua kekasaran yang di lakukan oleh Rasyid, bahkan pria itu kadang tak segan menampar Della di depan umum.
saat di rumah, Della yang memang sudah lelah harus melihat pemandangan yang memuakkan.
bagaimana tidak, dia melihat sosok Lia dan Rasyid yang sedang berciuman
dia juga tak peduli dan memilih untuk istirahat saja, di sisi lain Lia terkejut tapi tak masalah toh dia sekarang sedang libur.
"sudah jangan marah,aku sudah menemani mu kan, aku pulang dulu ya, takut dengan Bu Della," kata wanita itu yang buru-buru pergi.
sedang Della keluar dan membawa botol minum kosong, "jangan jadi tidak tau diri, bersihkan dulu kekacauan yang kamu buat tak peduli kamu mau bagaimana, asal tak menganggu ku aku juga tak akan mengusik mu,"
"buat apa, kamu itu istri jadi bersihkan saja sendiri,"
"jangan jadi tak tau malu, sudah menumpang banyak omong, bersihkan atau aku akan marah," kata Della yang sedang mengambil air.
Rasyid yang marah mendorong Della dan perkelahian pun terjadi, Lia menepi karena takut saat melihat betapa kuat Della melawan Rasyid.
tapi bagai mana pun tubuh Della kalah besar, hingga Rasyid membenturkan Della ke tembok hingga pingsan.
saat melihat Della yang pingsan, Lia ingin menolong Della tapi Rasyid malah kembali bermesraan dengan Lia tanpa memperdulikan istrinya.
saat Della tersadar, dia yang melihat Rasyid masih bermesraan dengan Lia marah dan mengambil vas bunga.
saat ingin memukul kepala Rasyid dengan vas bunga, tanpa terduga Rasyid berbalik dan mendorong Della.
bahkan Della di himpit di tembok ddn di cekik, tak puas dengan itu, Della menendang ******** Rasyid dan berusaha lari.
Tapi nyatanya tak bisa, karena dia terlebih dahulu di dorong oleh Rasyid dan di cekik lagi oleh suaminya itu .
Rasyid menindih tubuh Della yang sudah berada di lantai, Della pun berontak karena dia takut anaknya dalam masalah besar.
Dan dengan usaha terakhir, Della mengambil pecahan vas dan melukai leher suaminya itu.
__ADS_1
saat melihat Rasyid yang mundur dan kesakitan, Della mengambil meja kayu, dan Kemudian dia memukul keras kepala Rasyid dengan meja kayu yang membuat pria itu mati.
bahkan setelah melihat Rasyid terkapar bersimbah darah, Della mengambil potongan kayu itu dan menancapkan ke dada sebelah kiri tepat di jantung pria itu.
"mati!!!" teriaknya dengan marah.
Lia yang menyaksikan itu ketakutan, tapi Della tak tinggal diam, dia membuat wanita itu pingsan dengan memukul kepala Lia juga.
setelah menghabisi Rasyid dan Lia, Della yang masih berlumuran darah pun keluar rumah dan kondisi saat itu hujan deras.
Della merasakan rasa sakit yang luar biasa, bagaimana tidak setelah pertarungan tadi dia khawatir pada putranya.
dia sampai di rumah mbok Sarni dengan keadaan yang sangat lemah, "mbok... tolong!!" teriak Della dengan sisa kekuatan yang dia milikku.
"mbak Della!!"
wanita itu di ajak masuk, tapi tiba-tiba di antara kaki Della keluar air ketuban.
"mbok bantu aku melahirkan," mohon Della.
"apa.... sejak kapan mbak hamil,"
kaget wanita itu yang memang tak pernah tau jika Della sedang berbadan dua.
bahkan juga tak curiga, akhirnya tanpa banyak bicara lagi, mbok Sarni membantu Della melahirkan di rumahnya.
Della pun berusaha untuk tetap berjuang dengan sekuat tenaga agar putranya itu bisa lahir selamat.
hingga akhir dia bisa melahirkan bayinya dalam kondisi darurat, bahkan mbok Sarni juga mengubur janin itu.
Della sempat menyusui putranya itu dengan sangat baik, karena beberapa jam lagi dia harus ke kantor polisi untuk menyerahkan diri.
dan di malam hari yang hujan lebat itu juga, pak Hartono mengalami kecelakaan mobil yang ternyata itu di sengaja oleh Sueb.
ya karena tadi pria itu mengambil gambar di luar kota di bantu menantunya itu, dan dengan licik Sueb merusak truk yang membawa ayah mertuanya dan pegawai yang lain.
keesokan harinya,Della sudah pergi meninggalkan bayinya dan semua uang yang tadi sempat dia bawa.
dia juga meninggalkan sepucuk surat untuk mbok Sarni, "aku titip putra ku,beri dia nama Hardika Abimanyu Hartono, dia putra ku dan ayah mertua, tolong bagaimana pun jangan ada yang tau tentang kenyataan itu, dan aku harus ke kantor polisi karena sudah membunuh Rasyid, aku hanya percaya pada mu mbok, jadi tolong lindungi putra ku dan setiap bulan akan ada yang memberikan uang pada mu untuk kebutuhan kalian berdua, terima kasih atas semuanya dan maaf...." isi pesan Della
__ADS_1