
Della pun melihat setiap kegiatan Putranya yang memang paling kecil di antara anak yang lain.
tapi kepintaran dari Hardi sudah tampak meski kosa kata bocah itu masih banyak yang cadel.
pukul sepuluh siang semua anak sudah selesai kelas di taman posyandu di perumahan.
"jadi kita berangkat, oh ya mbak Yanik tolong jangan cari bakso yang pinggir jalan ya," kata Della dengan senyum merekah.
"tentu saja tidak, tenang saja mbak," jawab Yanik dengan senyum yang membuat semua ibu-ibu mulai terbebani.
mereka pun berangkat menuju ke tempat bakso yang terkenal di daerah kecamatan.
itu adalah warung bakso yang di kenal sangat enak dan harganya cukup mahal untuk orang desa.
tapi Della tak keberatan toh itu juga tempat kesukaan dirinya dan suami, baru juga turun Della sudah di sambut oleh para karyawan.
"aduh adek ganteng, mbak Della, selamat datang!" kata para karyawan dengan antusias.
"iya, tolong meja untuk dua puluh empat orang ya," kata Della.
"sial mbak, wah... mbak Della bawa rombongan," jawab para karyawan senang.
ya delka ini di kenal dermawan karena sering bagi-bagi THR, bahkan mereka menyatukan meja menjadi panjang untuk Della dan para ibu muda lainnya.
"tak ku sangka,mbak Della terkenal ya," kata Bu Anita.
"tidak Bu, ini hanya tempat langganan saya dan suami, sudah ayo pesan semuanya, kali ini bebas mau pesan apa, dan anaknya juga harus di pesankan sendiri," kata Della.
tak terduga yang menghampiri mereka semua untuk mencatat makanan adalah penanggung jawab di warung bakso itu.
"selamat siang Bu, boleh saya mulai catat pesanannya," kata pria yang masih berusia muda itu.
"mas saya pesan bakso biasa ya untuk ku dan Hardi, Mbak Winda dan yang lain silahkan," kata Della.
semua pun mulai memesan apa yang di inginkan,ada yang pesan mie ayam juga.
sedang yanik memilih bakso termahal di warung itu yaitu jumbo daging.
para ibu yang lain hanya bisa geleng-geleng, sedang della tak merasa sedih toh itu juga tak seberapa.
sedang putranya Hardi sudah hilang di bawa para pelayan yang memang cukup banyak.
saat para mamah muda itu sedang mengobrol santai, satu persatu pelanggan berdagang.
__ADS_1
warung pun jadi ramai, Hardi sudah duduk di samping Della karena dia sengaja meminta untuk bakso anak-anak keluar dulu.
"mbak Della itu ponselnya bunyi," kata Bu Winda yang kebetulan berhadapan dengan Della.
"iya mbak,"
Della melihat siapa yang menelpon ternyata suaminya, "iya mas, ada apa? apa ada yang ketinggalan," tanya Della yang menjawab panggilan telpon itu
"tidak ada sayang, aku hanya merindukan mu, kamu sedang apa?" tanya pak Hartono yang terdengar sangat lemah.
"ada apa mas, kelihatan sangat lelah," tanya Della yang membuat pak Hartono terkejut.
dia tak menyangka jika istrinya itu bisa merasakan jika dia sedang dalam keadaan yang tak baik.
"nanti kita bicara di rumah,mana putra kesayangan ku," kata pak Hartono.
"ya.. yah... Aldi maem aco," kata bocah itu melihat layar ponsel mamanya yang baru mengalihkan panggilan suara itu menjadi video.
"loh kok gak tunggu ayah, nanti ayah di belikan ya, yang spesial,"
"ce... yah, Adi Aldi cekolah, anyak Eman yah," kata bocah itu terus mengoceh sambil di suapi bakso oleh Della.
"baiklah sayang, putra ayah harus jaga mama ya, ayah harus kerja bantu kalau pulang ayah bawakan brownies dan klappertaart kesukaan Hardi ya, ingat jaga mama ya kapten,"
"ciap," jawab Hardi dengan suara lucu.
"bagaimana pak sudah tenang?"
"iya Hans, maaf aku meminta waktu untuk menelpon, karena aku akan bisa tenang saat bicara dengan putra ku,meski dia bocah yang masih belum mengerti, entahlah aku selalu tenang jika bicara dengannya," kata pak Hartono.
"saya mengerti, tapi sekarang apa yang akan anda hadapi dengan hasil tes DNA dari dua rumah sakit ini?" tanya pengacara Hans.
bagaimana tidak pusing pak Hartono, dari semua tes DNA yang di lakukan hanya ada satu orang yang benar-benar anaknya.
jadi selama ini dia telah salah,bahkan Bu Hartini sangat keterlaluan dengan semua yang terjadi.
bagaimana tidak empat anak hanya satu anak pak Hartono, dan di tambah dia baru tau saat ini.
"kalau begitu aku akan membagi dengan adil, Rina,Hardi dan calon adiknya," kata pak Hartono.
"apa? ya Tuhan selamat atas kehamilan istri anda, ah... ternyata tokcer ya, boleh tau rahasianya pak, karena saya ingin bisa memiliki anak secepatnya," kata pengacara Hans yang memang baru menikah satu tahun ini dan belum memilik anak.
"ya lakukan tes kesuburan dan kemudian coba hidup sehat, dan coba mengganti waktu berhubungan,"
__ADS_1
"baiklah nanti saya coba ya pak,dan lagi semua pembelian atas permintaan anda juga sudah selesai dan tinggal menunggu sertifikat selesai balik nama," kata pengacara Hans.
Della sudah selesai makan begitupun dengan para wanita itu, dan dia pun bangkit untuk membayar semua tagihan.
ternyata mereka semua habis hampir enam ratus Lina puluh ribu. itu membuat semua orang kaget dan merasa tak enak.
"mbak Della nanti kami ganti ya, itu sangat banyak loh," kata Wina yang juga tak enak
"tenang saja Bu,suami saya sudah mengizinkan dan ini tolong di ambil ya satu orang satu kresek, mbak tolong di bagikan," kata Della
semua pun tak menyangka jika Della sebaik ini, dan mereka pun akan mulai membela Della dan ini yang terakhir.
karena mulut tajam Bu yanik ini sangat merepotkan dan membuat mereka semua terlihat berteman hanya demi makanan
Della juga membungkus tiga bakso, ya meski tadi mbok Sarni izin pulang setengah hari karena ada acara keluarga.
Della pulang dengan mengendarai motor dan dia tak langsung pulang,karena harus membeli beberapa kebutuhan di supermarket.
terlihat Hardi begitu bahagia dia langsung lari untuk mengambil susu yang dia sukai.
dia hanya mengambil dua, dan coklat juga mengambil dua dan kemudian mengikuti Della belanja.
setelah membayar mereka pun pulang, dan Hardi sudah tidur karena kelelahan.
pak Hartono memutuskan untuk mampir ke rumah Rina,dan ternyata putrinya itu ada di rumah.
melihat sang ayah yang datang, Rina bangkit dan memeluk tubuh pria yang menjadi cinta pertamanya itu.
"ayah..."
"apa kabar, maaf ayah jarang datang, Dimas... ini ada kue dari Surabaya," kata pak Hartono pada dua cucunya itu.
setelah itu dia pun masuk kedalam rumah, dan memberikan hasil tes DNA.
"apa ini ayah,"
"tolong jaga rahasia ini, hanya kamu yang tau,dan sejujurnya ayah kesini ingin minta tolong, jika suatu saat nanti ada sesuatu dengan ayah,tolong jaga kedua adik mu ya Rina," kata pak Hartono dengan sedih.
"apa .... adik?"
"iya putra ayah dan Della, dan ada satu lagi yang masih di dalam kandungan,jadi tolong ya nduk karena hanya kamu yang bisa ayah percaya," kata pria itu dengan memohon.
Rina pun mengangguk, "iya ayah, seperti halnya Della yang bisa melakukan apapun demi aku,aku akan menjaga dua anak ayah," kata Rina yang memang sangat menerima keluarga baru ayahnya.
__ADS_1
meski dia sendiri kaget karena ayahnya sudah punya anak dengan Della.
tapi itu adalah kehidupan ayahnya jadi tak baik jika dia ikut campur, sedang untuk kedua kakaknya, ternyata ibunya itu benar-benar wanita yang tak setia dari dulu.