
Della berjalan santai menuju ke ruangan rawat suaminya, terlihat pak Hartono sedang berbincang dengan Abdi.
"jadi bagaimana sayang?" tanya pak Hartono.
"ya sepertinya kita akan punya anak lagi, sudah sebelas Minggu," jawab Della yang membuat syam dan Abdi tertawa
"wah ternyata juragan ini tok cer juga ya, bisa menghamili istrinya, padahal kemarin lalu baru saja melakukan KB loh," kata Abdi.
"tutup mulut mu, mending aku tau, kamu sendiri kapan nikah usah tua ingat umur," kesal pak Hartono
"gak ada wanita yang cocok," jawab Abdi.
"itu adik ku satu bukankah kalian sering jalan bareng, masak iya gak cocok?" tanya Della.
"sebenarnya bukan begitu, takut ibu tak setuju,karena jujur saja saya itu nyaman banget dengan Alfi," kata abdi jujur sambil malu-malu.
__ADS_1
"lah kamu tak tau, ibu mu itu sangat menyukai Alfi, sering loh dia telpon untuk menanyakan kabar gadis itu dan menyuruh main bareng anak-anak ke rumah mu, ya saat pulang sekolah tentunya," kata Della yang membuat pria itu tercengang.
sedang pak Hartono merasa jika anak buahnya itu sedikit bodoh karena tak menyadari apapun.
"kenapa bingung begitu, sudah besok kalau pulang dari sini langsung nikahin, toh dia juga tak punya siapa-siapa,"pesan pak Hartono
Hardi duduk di teras sambil membawa kitab untuk mendoakan sang ayah.
setelah itu dia belajar untuk menjadi juragan seperti ayahnya, bagaimana tidak, dia mempelajari semua pembukuan yang di buat oleh ibu dan ayahnya.
Hardi benar-benar akan jadi penerus yang sangat berhasil, terlebih bocah itu memiliki kepintaran di atas rata-rata.
"Tidak mengantuk mbak, lagi pula aku ingin belajar bagaimana cara ayah bekerja, dan tadi mama telpon, katanya mama sedang hamil adek ku, dan minta aku menjaga mbak Alfi untuk tidak mencari Suami," kata Hardi yang mengejutkan gadis itu.
"kamu ini ngomong apa, Alhamdulillah kalau Mbak Della hamil, tapi untuk aku nyari suami kayak tak mungkin, kamu kira mudah mencari pria yang tulus dengan mbak, toh dulu keluarga mbak itu di kenal buruk tau," kata Alfi.
__ADS_1
"begitu ya, kalau begitu bagaimana menunggu ku saja, tapi sebelum itu buatkan aku bihun goreng dong mbak," kata Hardi.
"kelamaan nunggu kamu bisa tua duluan mbak, ya mbak buatin ya," kata Alfi yang bergegas ke dapur.
sedang Rina menidurkan Vina dan putrinya, sedang Dimas sedang ada acara di sekolahnya.
dia kaget melihat Hardi sudah sibuk mengatur untuk gudang muat besok, karena pesanan tak bisa di pasrahkan siapapun.
"kamu besok libur,mau ke gudang?"
"iya bunda,aku mau mengurus semua pesanan, lagi pula aku juga sudah mengerti kok cara kerjanya," kata Hardi.
"aduh sayang,kamu itu seharusnya masih sibuk belajar saja, biar itu urusan bunda dan mbak Alfi,"
"tidak bunda, selama aku bisa, aku akan mengerjakannya sendiri,karena aku tak mau repotkan bunda, terlebih bunda sudah sibuk dengan toko esoknya, karena ayah kecil ikut ke Surabaya," kata Hardi yang membuat Rina tersenyum.
__ADS_1
dia tak menyangka jika adiknya yang masih SD itu, pemikirannya sudah sangat jauh,bahkan sudah mau membantu usaha milik keluarganya.
ya mau bagaimana lagi, semua sibuk di Surabaya demi kesembuhan psk Hartono.