Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
aku juga bisa


__ADS_3

Della sudah membersihkan diri, dia tak bisa melupakan bagaimana ekspresi wajah suaminya yang sedang menikmati wanita lain itu terlihat jelas di depan matanya.


Setelah selesai mandi dia keluar hanya mengunakan handuk dan hanya menutupi sekenanya saja.


Tak terduga pak Hartono masuk kedalam rumah karena ingin memberikan hadiah dari sepupu jauhnya.


"Della ini ada hadiah dari saudara ayah,kamu bisa membuat baju dengan ini untuk seragam acara pernikahan bulan depan," kata pak Hartono yang terpaku melihat pemandangan indah di depannya.


"Ayah mertua," kaget Della yang baru selesai mandi.


"Ah... maaf,ayah tidak tau jika kamu sudah bersih-bersih, kalau begitu ayah keluar dulu ya," kata pak Hartono yang bergegas pergi setelah menaruh hadiah itu.


Della pun memikirkan hal gila saat ini, bagaimana jika dia menggoda mertuanya yang begitu baik, apa itu dosa,ya anggap saja itu balasan untuk suaminya.


"Hentikan pikiran gila dan m*sum mu itu Della, kamu mau merusak hubungan baik mu," kata Della memukul dahinya dan bergegas masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian.


Sedang pak Hartono yang berada di luar rumah Rasyid pun merasakan panas dan tak nyaman.


Bahkan dia tak menyangka jika adiknya begitu bereaksi dengan apa yang batu saja dia lihat.


bahkan sekarang celananya terasa sesak, "ah bagaimana bisa ini terjadi, kenapa aku malah terpancing dengan menantu sendiri," gumam pak Hartono.


Dia merasa sangat tak berguna,jika biasanya melakukan dengan istrinya begitu sulit, ini kenapa malah bangkit di saat tidak ada yang memancing.


Terlebih itu tadi hanya sebuah ketidak sengajaan,tapi gambaran indah itu selalu terlihat jelas di otaknya.


Dia pun memutuskan untuk mandi agar melupakan semuanya, dan di jam sebelas malam pesta berakhir.


Para pembantu sedang membersihkan semua peralatan yang tadi di pakai sebelum pulang.


Terlihat Rasyid sudah mabuk dan terkapar di teras belakang rumahnya, bik jah yang melihat hal itu mengetuk pintu rumah.


"Mbak Della, itu mas Rasyid-nya tidur di luar, takutnya nanti masuk angin terus mertua mbak marah," kata bik jah.


"Iya baik sebentar," jawab Della yang keluar dengan daster selutut tanpa lengan.


Para pekerja pria pun di buat melotot melihat hal itu, bagaimana tidak kulit sawo matang Della membuatnya tampak sempurna.


"Turunkan pandangan mu,mau mbak Della marah," kata salah satu pembantu wanita.


"Ya Allah pria tak berguna ini merepotkan," kesal Della yang melihat suaminya itu

__ADS_1


Dia bergegas memapah Rasyid masuk dan menaruhnya di kasir depan tv.


Karena dia tak mau Rasyid masuk kedalam kamar, saat pria itu masih belum membersihkan diri dari wanita lain.


Della pun kebelakang dan memberikan bingkisan pada para pembantu yang di titipkan pada baik jah, itu ada makanan dan uang dari ayah mertuanya.


Semuanya merasa senang,karena selain para pak Hartono, Rina dan Rike yang baik, kini ada Della yang juga super baik.


Meskipun di keluarga itu ada Bu Hartono, Riya dan Rasyid yang terkenal sangat pelit dan kikir pada pekerja rumah.


Keesokan harinya, Della sudah bangun dari jam tiga pagi dan sudah sibuk memasak untuk jualan di warung.


Semua sudah siap tinggal bawa ke warung karena dia tidak bisa memasak di sana karena belum melakukan persiapan.


Pukul lima pagi,ada dua pekerja yang datang untuk mengambil makanan yang akan di jual, ternyata Della memasak untuk sepuluh jenis masakan.


"Mbak kalau begini,lauk yang lain bagaimana?" tanya pekerja itu.


"Nanti biar aku yang masak di sana, kdlian buka dulu dengan masakan ini dan nanti jika habis tutup saja, karna kita tidak akan masak lagi jadi bukanya sesuai persediaan makanan," kata Della yang di angguki kedua pegawai itu.


"Mau jualan adik ipar, yakin laku?" kata Riya kakak ipar nomor tiga.


"Bismillahirrahmanirrahim iya mbak pasti laki, karena rezeki sudah di atur Allah, kita hanya perlu berusaha, dan tidak hanya duduk sambil ngomel," jawab Della.


"Tidak mbak,aku ngomongin suamiku,yang bahkan belum bangun jam segini," kata Della mengalihkan pembicaraan.


"Biarkan saja, toh kamu juga tak akan kesulitan karena tetap dapat uang bulanan," kata Riya ketus.


"Selamat pagi," sapa tiba yang keluar dengan baju dengan leher tertutup tapi tanpa lengan dan rok panjang.


"Pagi dari mana mbak Tina," sapa Riya sopan.


"Ini mbak dari warung beli susu, biar makin kuat untuk menghadapi hati yang sepi," kata wanita itu dengan ramah.


"Aduh yakin nih sepi, orang yang masuk semalem banyak gitu, lima orang masak iya masih sepi, awas tuh kena penyakit menular baru tau rasa," kata Della pedas.


"Kamu ini ngomong apa sih," kata Riya bingung


"Itu loh mbak ku yang cantik, orang semalam mbak Tina kan ikut pesta, takutnya ketularan pilek, itu kan penyakit menular,benar kan mbak Tina, kenapa takut gitu," kata Della.


Riya juga heran kenapa wajah Tina ketakutan karena mendengar ucapan Della yang aneh.

__ADS_1


"Sudah ya mbak, saya pulang dulu," kata wanita itu ketakutan.


Pasalnya dia tak menyangka akan mendengar perkataan Della yang hampir membuatnya mati berdiri.


Karena dia takut jika kegiatannya semalam di ketahui oleh Della, pasalnya setelah dengan Rasyid dan teman-temannya.


Tina harus melayani satu orang lagi yang bahkan tak di sangka-sangka karena terlihat alim di luar, tapi nyatanya orang gila s***.


Tapi dia tak mau lagi karena tubuhnya terasa begitu lemas dan tak berdaya sekarang.


Della membangunkan suaminya, dan bersiap untuk pergi ke warung karena sudah jam setengah enam.


"Mas aku berangkat jualan, dan ingat jika kamu berani macam-macam aku potong burung mu," kata Della pura-pura bodoh saja.


"Aduh tapi kepala ku pusing, tunda saja dan kamu belum memberikan apa yang kamu janjikan padaku,"


"Tidak mau, aku kecewa padamu, kita sudah janji mau melakukannya semalam, tapi kamu pulang mabuk dan tak sadarkan diri,itu sudah ku buatkan minuman jeruk madu, dan sarapan juga ada di sana, dan siang nanti aku juga akan pulang, dan jika kamu mau bisa datang ke warung," kata Della yang bersiap untuk pergi.


"Tunggu, kamu beneran mau buka warung,"


"Iya mas, sudah nanti aku telat, dan tolong bicara pada ayah, dia tadi mencari mu," kata Della yang membuat nyawa suaminya yang awalnya belum kumpul.


Tiba-tiba langsung sadar seratus persen dan bergegas mandi,sedang Della tersenyum saja.


Dia keluar dari pintu samping ternyata sudah ada pak Hartono yang akan masuk kedalam rumah


"Selamat pagi ayah mertua," sapa Della yang mencium tangan pria itu


Tiba-tiba pak Hartono memalingkan wajah karena ingat kejadian di depan kamar mandi semalam


Della yang mengerti pun punya pikiran jahat, "ayah mertua semalam mas Rasyid pulang tak sadarkan diri, aku tau ini salah, tapi tolong nasehati ya,"


"Baiklah itu urusan ayah,dan sekarang kamu berangkat saja ke warung,dan semoga dagangan mu laris ya," kata pria itu berusaha memalingkan wajahnya.


"baik ayah mertua,permisi aku berangkat, ah...."kata Della terpleset keset yang ada di depan pintu.


dan bibirnya serta bibir pak Hartono pun menyatu, pria matang itu bahkan bisa mencium aroma parfum dari menantunya yang begitu wangi itu.


Della pun menarik tubuhnya menjauh,"ah maaf, siapa yang menaruh keset ini di sini, padahal ini keset tak berguna, maaf ayah.. saya pergi," kata Della yang meninggalkan pak Hartono yang makin tak bisa menguasai dirinya.


dia menyentuh bibirnya,karena tadi dia merasakan bibir lembut, kenyal dan segar bersamaan.

__ADS_1


"Aku benar-benar bisa gila jika terus seperti ini!!!" teriak batin dari pak Hartono.


__ADS_2