Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
hadiah tak terduga


__ADS_3

Della pun meninggalkan putranya itu dengan mbok Sarni yang sedang tidur siang di ruang tengah.


sedang dia pergi untuk membeli alat tes kehamilan untuk memastikan jika hamil atau tidak.


sedang tadi pak Hartono sudah berangkat ke sawah dengan mobil dan pamit akan pulang malam.


dia pun sampai di apotik terdekat, "permisi mbak, boleh beli tes kehamilan tiga, sama vitamin b kompleks ya satu botol," kata Della


"iya Bu, tunggu terlebih dahulu ya," kata pegawai apotik itu.


Della pun duduk karena dia merasa jika tubuhnya sekarang mudah lelah, terlebih suaminya itu sering tak memberinya istirahat yang cukup, ya mau bagaimana lagi pak Hartono ini memang pria yang sangat buas.


pesanan Della pun sudah di ambilkan dan setelah membayar dia pun pulang, tapi sayangnya di dalam perjalannya dia malah mampir dulu beli bubur kacang hijau.


"pak kumis,bungkus tiga ya," kata Della yang duduk di kursi kayu panjang yang di sediakan.


"iya mbak Della, kok baru kelihatan,selama ini kemana saja?" tanya pria itu.


"saya sibuk pak, ini baru pulang juga," jawab Della.


saat menunggu pesanannya,Della duduk sambil bermain ponsel, bahkan dia tak melepaskan masker yang dia kenakan.


saat Bu Hartini dan Sueb datang dengan bergandengan tangan mesra,bahkan mereka berdua ini sama sekali tak malu.


dan Sueb memang memilih tinggal dengan Bu Hartini,karena istrinya sudah tak berguna dan sekarang dia menikmati waktu bersama selingkuhannya.


"pak makan di sini dua ya," kata Bu Hartini yang terlihat lebih kurus begitupun dengan Sueb.


tapi itu bukan urusan Della, jadi dia santai saja saat menunggu bubur pesanannya.


"ini mbak buburnya," kata putri penjual bubur itu.


"jadi berapa mbak?"


"tiga puluh enam ribu mbak," kata gadis itu.


"kembaliannya untuk mu ya, saya duluan ya," kata Della yang pamit meninggalkan tempat itu.


sedang sueb seperti mengenali suara wanita itu tapi dia tak ingin memikirkannya.


setelah pesanan mereka jadi, keduanya pun menikmati dengan sangat santai.

__ADS_1


bahkan keduanya ini, sempat mengobrol dengan beberapa pengunjung yang ada di sana.


Della sampai di rumah dan langsung memilih mandi untuk membersihkan dirinya.


entahlah dia sangat tak nyaman, setelah itu dia memasak bubur itu sebelum memakannya.


sedang dua bubur lain di taruh di dalam kulkas karena mbok Sarni masih tidur.


dia tadi sudah melakukan tes kehamilan dan sedang menunggu hasil dari alat itu.


setelah selesai makan, dia pun bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi dan melihat hasil tesnya.


betapa terkejutnya Della melihat dua garis merah yang begitu jelas tertera di alat itu.


"ya Tuhan ..."


Della pun menaruh alat itu di meja rias dan keluar untuk melihat putranya yang ternyata sudah bangun.


"halo Hardi, kamu bangun nak, sekarang mau makan bubur kacang ijo?" tanya Della yang memang membagi bubur miliknya.


"mamam,"


Della begitu senang mengikuti putranya itu yang sedang bermain di halaman depan rumah.


mbok Sarni bangun dan mulai membereskan rumah, dan tak lupa memasak nasi untuk kedua bos-nya makan malam.


"mbak Della, mbok pamit ya, semuanya sudah mbok masak nanti tinggal di hangatkan lagi ya," pamit wanita sepuh itu yang memang sudah di jemput.


"iya mbok, tunggu sebentar l," kata Della yang masuk kedalam rumah.


sedang Hardi memeluk mbok Sarni sambil tersenyum ceria, "mbok ulang..."


"iya den,mbok pulang, besok kesini lagi ya,"kata wanita itu


Hardi pun mencium tangan wanita itu,dan Della memberikan sebuah bingkisan pada mbok Sarni.


"aduh mbak Della ini apa, kok di kasih sembako juga,"


"tidak apa-apa mbok kan suami saya sedang panen raya, jadi semua pegawai dapat bagian," kata Della yang kemudian memeluk mbok Sarni


"terima kasih mbak kalau begitu, sekarang mbok pamit pulang ya," kata wanita itu

__ADS_1


Hardi dan Della pun melanjutkan bermain di teras rumah, setelah sore keduanya sudah selesai mandi.


saat ini Hardi sedang tiduran sambil menikmati susu miliknya dan mengoceh bersama tontonan yang dia lihat


sedang Della masih menghitung pembukuan untuk melakukan pembayaran kerja oleh para pegawai yang sedang memperbesar pengilingan gabah dan kolam ikan.


ya itu adalah investasi yang akan di berikan pada Hardi, karena jika dalam hukum.


Hardi tak akan menerima sepeserpun uang dari harta ayahnya,itulah kenapa Della menyiapkan semua untuk putranya itu.


bahkan tanpa di ketahui Della, pak Hartono juga membelikan setidaknya dua sawah dan dua tanah untuk Putranya Hardi.


karena dia tak ingin jika terjadi sesuatu nantinya,dia akan meninggalkan Hardi dalam kemalangan jika putri-putrinya nanti melakukan hal gila.


"sudah juragan, apa perlu kita bereskan untuk pembelian travel juga," tanya Abdi yang tau maksud bos-nya itu.


"lusa saja, sekarang aku harus pulang karena ini sudah sangat terlambat," jawab pak Hartono yang tak mau jika dia pulang putranya itu sudah tidur.


mobil berwarna hitam itu berhenti di depan rumah, dan Hardi langsung lari dan tersenyum di pintu karena dia tak bisa keluar karena ada pintu teralis yang di pasang setengah badan orang dewasa.


"yah ... yah ..ulang," teriak bocah itu semangat


"iya Hardi, ayah pulang," kata pak Hartono yang memeluk putranya itu setelah cuci tangan dan kaki


Della pun juga mendekat dan menyapa suaminya itu dengan ramah, "mas sudah pulang, bagaimana semua pekerjaannya?".


"Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar, kalian sedang apa kok kamu kayaknya sibuk banget?" tanya pak Hartono melihat istrinya yang sedikit cemong.


"maaf deh, aku sedang belajar membuat cookies untuk putra mu yang sangat sulit makan sayur,"


"aduh mama yang perhatian, ya sudah Hardi melanjutkan nonton, ayah mau mandi ya, karena badan ayah lengket semua," kata pak Hartono.


Della pun tersenyum dan mengambil kue yang sudah dia buat, karena sudah selesai urusan di dapur.


dan beruntunglah putranya itu suka, jadi dia memang sekarang harus pandai-pandai menyiasati makanan yang masuk kedalam tubuh putranya.


pak Hartono sedang menyisir rambutnya yang sedikit mulai panjang, dan besok dia akan potong rambut bersama putranya itu.


tapi saat meletakkan sisir, dia kaget dengan alat tes yang ada di meja rias, bagaimana tidak, alat tes itu menunjukkan hasil dua garis merah yang artinya hamil.


pak Hartono membawa benda pipih itu ke luar kamar, "apa ini sayang, kenapa di meja rias?"

__ADS_1


"itu tes kehamilan, dan sepertinya kita mendapatkan hadiah tak terduga mas," kata Della dengan senyum mengembang


__ADS_2