
siang ini, Hardi sangat ceria saat di sekolah karena ada acara olahraga, bahkan Alfi yang menemaninya saja heran.
bagaimana bocah sekecil Hardi ini punya stamina yang sangat besar dan tak tau apa itu lelah.
karena bocah itu suka sekali lari-larian, bahkan saat tadi ada guru karate yang mengajari anak-anak melakukan gerakan karate dan taekwondo.
bocah itu terlihat paling antusias, dan beruntung tadi Alfi sempat memvideokan jadi nanti Della bisa mengambil keputusan untuk putranya.
sedang Abdi menemui tim penyidik karena dia penasaran, bagaimana bisa ada titik terang padahal sebelumnya polisi mengatakan jika tak ada satu pun petunjuk.
"ayolah pak, beri tahu aku siapa saksi mata itu, aku mohon..." kata Abdi pada penyidik itu.
"pulang saja, aku sudah tak bisa memberikan mu apapun karena aku sudah terikat janji dengan orang itu, di tambah kamu di takutkan akan melukai saksi mata," kata polisi
"tidak aku bersumpah, tidak akan melakukan hal buruk apapun tapi kasih tau aku pak ..." bujuk Abdi yang benar-benar penasaran.
"aku tak bisa menjawabnya, kamu bisa bertanya pada satu orang, yaitu ibu Adelia Riyanti dia adalah orang yang mengirimkan pengajuan dan video itu pada kami," jawab polisi itu yang tak punya pilihan lain.
karena mereka yakin jika Abdi tak mungkin akan melukai Della, terlebih wanita itu adalah istri dari pak Hartono.
__ADS_1
mendengar itu, Abdi langsung lari pulang untuk bertanya pada Della. karena dia ingin tau siapa wanita itu.
di sisi lain, Hardi baru pulang bersama Alfi, terlihat bocah itu sudah sangat kucel dan kotor.
"ya Tuhan nak, kamu ini main apa main karate atau main pasir kenapa baju karate putih mu sampai coklat kotor begini?"
"itu mbak, tadi Hardi mainnya sambil guling-guling di suruh guru karatenya, kata gurunya jika Hardi sangat berbakat di bidang itu, jadi berharap dia mau belajar karate dan bisa menjadi atlet yang membanggakan," terang Alfi.
"baiklah nanti mama bilang pada ayah, sekarang Hardi mandi dulu sama mbak Alfi ya, setelah itu tolong berikan Snack ya Al, karena sudah jam camilan untuk Hardi,"
"baik mbak, ayo Hardi," kata Alfi yang mengajak bocah itu masuk kedalam rumah.
Della bangkit sambil mengendong Vina, "selamat siang Bu juragan," kata Abdi yang tampak ngos-ngosan.
"siang, ada apa ke sini cak, ada yang perlu di bicarakan, bukannya mencari suamiku?" tanya Della yang sudah menebak buat apa pria itu datang.
"tidak Bu juragan, saya datang kesini untuk bertanya, sebenarnya siapa orang yang sudah memberikan bukti pada anda, dan siapa saksi itu, dan kenapa dia tak menolongnya tapi malah hanya merekam kemudian pergi begitu saja," tanya Abdi dengan berondongan pertanyaan yang membuatnya tak bisa tidur semalaman.
"aku tak bisa menjawab pertanyaan itu, sesuai dengan apa yang diterangkan oleh gadis itu, Wulan memang awalnya tampak melawan, tapi karena terakhirnya wanita itu menikmatinya, bukankah itu bukan pemaksaan lagi, dan dia bisa saja menolongnya, tapi apa anda punya jaminan jika Jalu tak melukai dirinya, dan kenapa anda begitu ingin melihat dan mengetahui siapa dia, apa anda ingin balas dendam, bukankah itu terlalu sadis karena dia sudah ketakutan sebelum mengungkapkan ini semua," kata Della yang membuat Abdi terdiam.
__ADS_1
"ah sepertinya aku terlalu bodoh ya, aku ingin bertanya padanya, kenapa dia tak menolong Wulan, kenapa dia setelah mengambil video itu malah lati dan tak meminta pertolongan warga,"
"maafkan aku, tapi apa mungkin ada yang percaya jika aku yang mengatakannya, mungkin mas abdi juga tak akan mempercayaimu, terlebih jika aku ini mantan anak dukun palsu yang di masa oleh warga, bahkan aku hidup di desa ini saja sudah salah," kata Alfi yang memberanikan diri untuk keluar.
Abdi tak percaya dengan apa yang dia dengar, "tapi setidaknya kamu menolongnya!!" teriak Abdi yang mendengar ucapan Alfi.
"apa kamu tidak melihat tubuh ku yang sekecil ini, kamu meminta ku melawan mas Hadi yang tubuhnya lebih tinggi besar dariku, bahkan mbak Wulan saja hanya bisa menikmati pemaksaan itu," kata Alfi yang membuat Abdi terjatuh lemah.
dia kembali.mensngos meratapi nasibnya yang ternyata begitu buruk dan bodoh, "sepertinya memang dia bukan wanita baik-baik, apa aku salah menilainya, tapi kenapa dia harus sampai di bunuh,"
"di lihat dari bagaimana sikap Jalu, tidak ada yang boleh memiliki apa yang dia inginkan, jadi lebih baik itu menghilang, ingat bagaimana dia menabrakkan mobil yang jadi rebutan kalian, karena suamiku tidak akan membahasnya lebih baik dia diam mengetahui sikap buruk anak buahnya," kata Della yang menyadari sikap posesif dan psikopat dari pria itu.
Alfi pun hanya bisa berlutut di depan abdi, "aku minta maaf mas, jika mas ingin menghukum ku dengan pukulan silahkan aku terima, tapi tolong lihatlah dari sisiku, apa ada warga yang percaya pada gadis buangan di desa ini," kata Alfi yang membuat Abdi terenyuh.
"ah sepertinya aku memang harus melupakan wanita itu, maaf sudah membentak mu, dan terima kasih sudah mengungkap semuanya," kata Abdi yang mulai sadar.
akhirnya siang itu semuanya berakhir dengan baik, dan Abdi akan kembali menata hidupnya agar bisa menjalani semuanya dengan normal lagi tanpa ada yang membuatnya berat.
dan dia harus fokus bekerja untuk meningkatkan taraf hidupnya dan tentu saja untuk membahagiakan orang tua satu-satunya.
__ADS_1