Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
memohon ampun


__ADS_3

Riya terdiam, begitupun dengan semua orang, pak Hartono pun merasa lega melihat ketegasan dari Della akhirnya


"mulai saat ini jangan pernah menyentuh ku lagi, aku memang istri mu mas, tapi aku jijik setiap kali kamu menyentuh ku, terlebih saat aku ingat bagaimana kamu setelah celup sana sini,maaf sebelum kamu merubah kebiasaan buruk mu, aku tak mau kamu mendekatiku," kata Della yang meninggalkan rumah mertuanya.


"kadang aku juga heran, aku tak pernah begitu lenjeh pada wanita, dan selalu setia, sebenarnya sifat buruk siapa yang menurun pada ku Rasyid, atau jangan-jangan itu sifat seseorang," kata pak Hartono yang membuat Bu Hartini kaget.


wanita itu tampak berkeringat mendengar ucapan suaminya, sedang Sueb ini santai karena dia tak takut juga


"apa yang ayah katakan, mungkin Rasyid hanya nakal, sudah tolong ampuni dia," mohon Bu Hartini yang berusaha membujuk suaminya.


saat semua sedang mulai kondusif, tiba-tiba Della merasa jika tubuhnya mengalami sedikit perubahan.


dia meras ada yang aneh karena dia yang biasanya paling tak suka makan yang manis-manis.


kini malah suka makan yang manis dan asam, dia pun juga baru sadar jika sudah telat menstruasi.


"sialan..." maki Della yang melihat kalender.


dia pun segera bergegas membeli tes kehamilan di apotik, padahal sudah tiga bulan ini dia tak melakukan hubungan dengan Rasyid.


tapi dia tetap melakukannya dengan ayah mertuanya, ya karena dia tak tahan jika tak di sentuh oleh pria itu.


dia menunggu hasil tes kehamilan itu dan ternyata benar garis dua yang berarti dia tak mandul tapi anak di kandungannya itu milik ayah mertuanya.


tapi di sisi lain, kegilaan Dati Rasyid lebih berani, siang itu dia berani dan sengaja pulang membawa Lia wanita selingkuhannya.


Della keluar dari kamar mandi dan menatapnya dingin, "kamu ingin membuat tempat pelacuran mu sendiri di rumah, kenapa membawa gadis juragan ini kesini," katanya dengan dingin.


"terserah aku, aku tak perlu meminta persetujuan mu, kan ini rumah ku," kata Rasyid dengan nada bicara mengejek.


"ha-ha-ha rumah mu kamu bilang, kamu yakin coba tanya pada ayah mu, setahuku semua rumah yang dia berikan pasti atas nama istri, jadi aku tak menerima wanita ini ke rumah, pergi!!" teriak della mengusir Lia.


"kenapa kamu mengusirnya," marah Rasyid menampar Della.

__ADS_1


mendapatkan tamparan, Della semakin marah, dia mengambil alat pemukul kasur saat di jemur dan langsung memukulkan pada Rasyid.


"dasar pria tak berguna, beraninya kamu membawa hadis murahan ini, dia bahkan sering di gilir oleh semua pegawai pria di warung, dan kamu mau menjadikannya pelacur ku, apa kamu gila hah!!" marah Della yang memukuli pria itu tanpa ampun.


"apa... apa yang jamu katakan!!" marah Rasyid menangkap tangan Della dan mencengkram erat dagu wanita itu.


"dia itu pelacur memang, karena dia sudah di cicipi oleh semua pria yang bekerja di tempat ku, mau bukti aku punya buktinya, mereka tidak tau jika sekarang warung milikku memiliki CCTV, jadi aku bisa memantau semuanya secara detail," kata Della menertawakan suaminya itu.


dia pun melindungi perutnya karena sudah ada janin di dalamnya, karena jika ini memang Rasyid.


pria itu akan menendang bagian perut untuk melampiaskan kemarahannya.


Della mengambil meja kayu di sampingnya dan dia gunakan untuk menjadi tameng.


otomatis Rasyid kesakitan karena menendang meja kayu jati yang di gunakan oleh Della.


setelah meja itu hancur, Della mengambil satu kaki meja dan melemparkannya pada Lia dan membuat wanita itu pingsan.


"lihat kamu memilih seorang pelacur lagi untuk melayani mu, kamu memang di takdirkan untuk tidak pernah memiliki wanita yang hebat ya dalam ikatan cinta, bawa wanita busuk mu itu pergi jika tidak aku akan membunuhnya," kata Della yang membanting vas Bunga di samping tubuh Rasyid


pria itu tak percaya dengan apa yang dia saksikan, kenapa istrinya bisa berubah menjadi monster yang begitu mengerikan.


dulu Della hanya diam dan menurut meski perkataannya tetap pedas. tapi kali ini dia benar-benar bertindak.


Rasyid benar-benar harus ikut bertindak dan menunjukkan siapa bosnya di rumah.


dia tak boleh di injak-injak oleh delka, karena dia pria yang lebih pantas di takuti dan tak boleh takut saat Della mengertak dirinya.


tapi nyatanya,Rasyid malah beberapa kali tak berkutik saat Della menunjukkan siapa dirinya.


seperti saat siang itu, Rasyid ketahuan menyembunyikan gajinya dari pak Hartono karena sudah membantu.


Della tak perlu harus meminta atau memohon, dia mengabaikan semua tugasnya sebagai seorang istri bahkan tidak masak.

__ADS_1


tak hanya itu, dua sepeda motor juga di kuras habis isi bensinnya hingga tak bisa di gunakan.


belum lagi dia dengan santai menyembunyikan semuanya dari Rasyid.


"mana barang-barang ku, kenapa kamu menyembunyikannya?" kesel pria itu.


"mohon ampun karena kamu sudah membohongiku tentang gaji mu, sebab ayah bilang sebagian gaji mu itu milik ku seperti di pesannya tapi kamu malah tak memberikannya, aku beri waktu dua jam, jika tak kamu berikan dompet dan seluruh baju mu akan ku bakar, ingat ini bukan gertakan semata, kamu sudah tau bukan jika aku tak suka di ganggu," kata Della yang membuat Rasyid terkejut.


pasalnya Rasyid baru sadar jika sekarang Della makin cantik, "mau aku puaskan saja," tawar Rasyid.


"tidak perlu, mana uang ku dan urusan ku selesai," kata Della.


Rasyid terdiam karena uang yang di berikan ayahnya itu sudah dia berikan pada Lia.


tapi dia tak boleh bodoh, karena di dompetnya ada ATM dan KTP serta surat penting lainnya.


dia segera pergi ke rumah Lia untuk mengambil uang itu, dan langsung membawanya pergi pada Della.


ya meski hubungan mereka tak baik, tapi di mata hukum dia dan Rasyid tetaplah sah menjadi suami istri.


Della sedang tersenyum cerah, tak seperti biasanya, itu membuat Vani, Dio dan Mak Jo heran.


"eh tuh si bos kenapa senyum-senyum gitu Wak, apa dia habis menang lotre?"


"lah Mak Jo bercanda nih, ya kali kita bisa beli lotre, mungkin habis dapat warisan, kan ayah mertuanya sangat sayang pada pak bos," kata Vani.


"eh bos kok seneng banget sih, memang habis dapat apaan?" tanya Dio yang membuat Vani dan Mak Jo kaget.


"aduh mulut si goblok main tanya saja, sudah tau Bu bos ini sensitif," kesal mereka berdua.


"aku bahagia, karena akan ada yang mengirimkan kue ke sini," terang Della.


pasalnya pak Hartono berjanji hal itu,dan jika sudah baik dan sudah normal dalam berjalan,dia akan mengunjungi Della.

__ADS_1


__ADS_2