
pak Hartono pulang dan sudah di tunggu oleh putranya itu, terlihat Hardi sudah mandi.
"tumben sudah mandi jam segini sayang, mana mama?" tanya pak Hartono pada putranya itu
"mama... andi,"
"baiklah sekarang kita masuk dan Hardi mau makan kue,"
"au yah," jawab bocah itu dengan semangat.
pak Hartono pun masuk kedalam rumah,dan melihat jika rumah tetap bersih.
Della kaget melihat suaminya yang sedang berdiri di depan kamar mandi.
"aduh bikin jantungan saja, ada spa mas?"
"tidak kok, aku cuma mau pipis, lah kamu kunci jadi gak bisa masuk," kata pak Hartono.
"kalau gak di kunci dan mas masuk, nanti judulnya tidak hanya pipis, tapi bisa melakukan hal lain, sudah aku mau masuk dulu," kata Della yang langsung masuk kedalam kamar.
pak Hartono mandi dan Della yang sekarang mengawasi putranya itu, dan malam ini mereka akan gatang ke acara sedekah desa
meski sudah tak jadi warga di desa itu, tapi pak Hartono ini termasuk jajaran orang penting, itulah kenapa pria itu dapat undangan.
Hardi sudah di pakaikan jaket dan celana panjang,bahkan bocah itu sudah memakai sepatu dan kupluk.
dan penampilan Hardi sama persis dengan pak Hartono, sedang Della juga memakai celana jeans dan Hoodie berwarna hijau botol.
mereka datang bersama dengan Abdi dan Jalu, saat sampai di parkiran mobil.
pak lurah sudah menyambut kedatangan dari pak Hartono yang terlihat begitu modis.
dan saat pak lurah akan mendekat untuk menyapa, dia kaget melihat seorang wanita yang turun bersama seorang bocah di gendongannya.
pak Hartono mengendong bocah itu, dan berjalan mengandeng tangan Della di depan semua warga desa.
"selamat datang pak Hartono, lama tak bertemu," sapa pak lurah yang begitu sopan.
"terima kasih, maaf aku datang bersama istri dan putra ku, terakhir kali aku ingat kejadian buruk yang hampir menimpa ku, membuat ku hampir membuat mu dalam masalah," kata pak Hartono.
__ADS_1
"tidak apa-apa pak, Monggo ke dalam semua susah menunggu," kata pak lurah dengan sopan.
pak Hartono pun berjalan menuju ke tempat acara yang ternyata di adakan pertunjukan wayang dan campursari.
mereka berlima di arahkan ke tempat VIP karena tamu yang memiliki pengaruh besar.
Della duduk di sebelah suami dan anaknya, Hardi pun rutin dan melepaskan kupluk yang di kenakan.
semua orang tak menyangka jika bocah kecil itu sama persis dengan pak Hartono.
Syam dan Rina yang sebenarnya datang untuk menonton kaget dengan aia yang mereka lihat.
berarti ucapan dari pak Hartono dan Della benar-benar harus di jaga, karena umur seseorang tidak ada yang tau sampai kapan.
acara pun berjalan cukup lama, semakin malam semakin ramai, dan Hardi sudah tidur di pangkuan sang mama.
Bu Hartini baru datang bersama sebab tadi mereka sedang bermesraan dulu.
Sueb dan Bu Hartini kaget melihat ada sosok pak Hartono dan Della yang duduk bersama tamu istimewa.
"kenapa mantan Narapidana bisa duduk di sana, memang lurah beni ini goblok kayaknya,masak gitu aja gak tau," mata Bu Hartini.
"tutup mulut mu, dia itu tetap pembunuh tau gak," marah Bu Hartini yang tak terima.
"sebaik-baik orang jika terus di siksa pasti akan balas dendam, dan mulai sekarang aku tak mau punya ibu memalukan seperti mu lagi,kita putus hubungan,"kata Rina yang memilih pergi karena tak mau melihat wajah ibunya lagi.
di sisi lain, Della mulai kelelahan mengendong putranya yang tidur, akhirnya Hardi kini tiduran di pangkuan oleh pak Hartono.
dan saat para tamu mulai naik ke atas panggung, pak hartono tidak bisa karena putranya itu tak mau lepas.
dan itu menjadi alasan yang baik untuk tidak melakukan saweran di tambah Della juga ada di sampingnya.
pukul sebelas malam pak Hartono dan rombongan pamit pulang, tanpa di duga mereka sudah di tunggu oleh Bu hartini dan sueb di parkiran mobil.
"wah akhirnya yang di tunggu pulang juga, sekarang aku ingin meminta hak ku sebagai mantan istrimu, kamu itu bajingan karena menahan semua harta yang harusnya jadi milikku," marah Bu Hartini.
"kamu itu tak mengaca dan sadar diri ya, selama menjadi istri ku, kamu itu tukang selingkuh, di tambah lagi kamu itu bisa-bisanya mengakui anak pria lain sebagai milikku," marah pak Hartono dengan suara tinggi.
bahkan dia lupa jika ada Putranya yang sedang tidur di pelukan abdi, mendengar itu abdi langsung menyingkir sedikit menjauh dari para Ireng itu.
__ADS_1
"kamu!!"
"sudahlah Hartini, kamu sudah bersama selingkuhan mu, apa tangis yang kamu inginkan, masih belum puas, bahkan kamu membiarkan putri ku itu sakit dan kamu ini WAN tak bahkan rasa kasihan pun tampaknya kamu tak memilikinya," kata pak Hartono.
Sueb ingin menyerang pak Hartono, tapi tanpa terduga Jalu menendang pria itu tepat di dadanya.
hingga membuat pria itu terpental dan merasa kesakitan, della pun langsung naik ke dalam mobil.
sedang pak Hartono juga masuk dan mengendong anaknya itu, di sisi lain Bu Hartini tak menyangka jika pak Hartono begitu kasar.
sesampainya di rumah, mereka pun turun dan langsung istirahat, tanpa terduga, Della langsung memeluk pak Hartono.
"tenang sayang, kamu ini kenapa?" tanya pak Hartono yang kaget melihat tingkah istrinya itu.
"aku ingi mas menyentuh ku, buat aku berteriak dan buat aku lemas mas," kata Della yang benar-benar ingin di sentuh malam ini.
mendengar itu, pak Hartono memastikan putranya itu tidur dengan nyenyak.
dan menaruh botol susu di samping Hardi di dalam kamar, dia pun mengajak Della ke ruang tengah.
mereka pun bercumbu di ruangan itu, dan Della benar-benar di buat lemas oleh suaminya
bagaimana tidak, pria itu terus bergerak dan membuatnya tanpa bisa berhenti untuk istirahat.
setelah puas pun, mereka hanya mengenakan selimut untuk menutupi tubuh mereka dan tidur bersama
di sisi lain, Syam tak mengira jika dari semua anak mertuanya,hanya Rina dan bocah yang bersama pak Hartono yang memiliki kesamaan DNA.
itu berarti selana ini kedua kakak iparnya itu tak berhak mewarisi harta pak Hartono.
dan sekarang dia tau kenapa pak Hartono semakin menunjukkan kasih sayangnya pada istri dan keluarganya.
ternyata ini sebabnya, "mas jika suatu saat ayah kenapa-kenapa, dia menitipkan anak-anaknya pada kita, apa mas mau membantu ku menjaga mereka?"
"tentu saja sayang, tapi melihat ayah yang sekarang, aku percaya ayah semakin bisa hidup lama, dan lagi aku sangat berterima kasih, seandainya dulu Della tak membuatku sadar dan mulai setia padamu, mungkin sekarang kita tak akan bahagia seperti ini,"
"iya mas, aku juga tak menyangka jika Della melakukan semua itu demi diriku," jawab Rina yang baru tau semuanya.
dan meski awalnya dia kecewa tapi dia sadar jika yang di lakukan Della menunjukkan siapa yang pantas di pertahankan.
__ADS_1