Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
pasti sembuh mas


__ADS_3

sesampainya di rumah sakit,karena kondisinya yang sudah buruk,jalan satu-satunya adalah operasi untuk pengangkatan rahim.


pak Hartono pun langsung menyetujui tindakan medis itu, sedang di depan ruangan UGD terlihat Della sedang duduk santai sambil bermain ponsel.


Rina dan Riya merasa sangat canggung,karena dulu wanita itu adalah adik ipar mereka.


tapi kini mereka harus memanggil bagaimana, karena Della sudah naik jabatan menjadi ibu tiri mereka.


"terima kasih sudah membela ayah dan membuat pria busuk itu dapat balasannya, tapi aku bingung mau memanggil mu apa," kata Rina yang membuat Della menoleh dan tersenyum.


"bagaimana dengan memanggilku mama, itu lebih modern, ha-ha-ha," kata Della membuat kaget Rina dan Riya.


"aku malu dengan panggilan itu,"kata Riya yang menoleh ke arah lain.


Della pun tertawa mendengarnya, "sudahlah panggil seenaknya saja, maaf kami menikah tanpa persetujuan siapapun, karena aku tak bisa menyembunyikan cinta ku pada ayah mertua ku, bagaimana tidak hanya dia satu-satunya orang yang selalu mendukung ku,di saat aku di buang oleh keluarga ku," kata Della yang tersenyum kecut.


"sudah tak usah di pikirkan, kesalahan kami yang sempat marah dan membenci mu, padahal kamu melakukan itu tak sengaja di tambah Rasyid yang memang sangat biadab," kata Riya sebagai anak tertua.


"terima kasih,dan bagaimana keluarga kalian,apa semuanya baik?" tanya Della.


"Alhamdulillah, semuanya baik dan terima kasih..." kata Rina yang sangat berterima kasih karena berkat Della suaminya itu kini tak bermain dengan wanita lain lagi.


"baguslah, kalau masih nakal bilang saja, nanti biar aku yang akan membuatnya menjadi Kasim jika perlu," kata Della melirik Syam.


"jangan dong,nanti aku tak punya mainan lagi dong, terima kasih," kata Rina yang memeluk Della.


pak Hartono yang keluar dari ruang administrasi pun tersenyum senang, setidaknya salah satu dari putrinya sudah menerima Della.


"sayang, aku akan menemui abdi dulu,kasihan dia," kata pak Hartono yang di angguki oleh Della.


dia menyuruh abdi pulang karena kasihan Hardi yang dari tadi di dalam mobil.


akhirnya mereka menunggu operasi Rike yang sedang di lakukan,karena kondisi wanita itu sudah sangat buruk.


setelah menunggu tiga jam, akhirnya operasi pun bisa di lakukan dengan berhasil tanpa kendala.

__ADS_1


dan kini Rike sudah di pindahkan ke ruang ICU untuk pemantauan pasca operasi.


pak Hartono dan Della pun pamit pulang,dia menyuruh seorang wanita dari desanya yang memang terkenal sering menjaga para tetangga yang sakit di rumah sakit.


karena dia tau akan sulit mencari waktu, di saat semua orang sibuk,dan nanti Riya, Rina dan Della bisa bergantian menjaga wanita itu.


sesampainya di rumah,keduanya bergilir untuk mandi, "sayang kata Abdi, biarkan Hardi menginap di rumah mbok Sarni,karena kamu juga baru pulang,"


"iya mas," jawab Della yang tidur di samping pak Hartono.


tapi kemudian wanita itu meletakkan kepalanya di dada suaminya itu, "kamu sedih atau merasa apa?"


"seharusnya pertanyaan itu untuk mu mas," kata Della.


"entahlah, aku marah iya, kasihan dan sedih juga iya, jika ingat tingkah mereka saat kamu di penjara, dan ketamakan mereka saat di hasut untuk menguasai harta saat aku sendiri koma," kata pak Hartono.


"sudah mas, sekarang yang terpenting kita sudah bersama, jadi bagaimana jika kita mulai semuanya dari awal," kata Della.


"tentu sayang, tapi yang pertama, aku harus buka puasa kan," kata pak Hartono yang langsung mencium bibir istrinya itu


berbagai gaya di peragakan, bahkan suara des***n dari Della membuat pak Hartono sangat bersemangat.


bagaimana tidak, mereka sudah tidak melakukan itu cukup lama,bahkan rasanya seperti perawan lagi.


setelah puas, keduanya pun berpelukan dan merasa senang, "kita akan bersama ya sayang,"


"iya mas,"


keesokan harinya, Rina sudah ke rumah sakit, dan dia juga tak lupa menitipkan anaknya pada mertuanya.


karena Syam ada pekerjaan yang tak bisa di tinggalkan, pria itu tak menyangka akan melihat sosok Della yang sedang berbelanja di toko miliknya.


"selamat datang ibu mertua," sapa Syam yang sudah di beritahu segalanya oleh istrinya.


"halo menantu yang penurut, aku mau membeli semua yang ada di daftar itu, dan tenang saja aku tak akan berniat membuat mu rugi," kata Della yang tersenyum saja

__ADS_1


"baiklah, anda bisa menunggu di depan, saya akan meminta orang untuk menyiapkannya." kata Syam


Della duduk dan memesan bubur kacang hijau di depan toko itu, setelah itu dia melihat sekeliling tempat itu.


dia bahkan memilih pura-pura tak melihat, saat ada ibu dan juga kakaknya yang sedang ke pasar bersama.


dia juga tak ingin menyapa mereka,karena akan terjadi masalah jik ayahnya melihat dirinya.


ibu Della yang mengenali putrinya itu,ingin menyapa Della tapi sosok putrinya itu langsung pergi begitu saja.


Syam pun memanggil Della untuk melakukan pembayaran, dan dia orang membantu wanita itu membawa belanjaan ke mobilnya.


setelah itu dia segera bergegas pergi karena tak ingin berlama-lama melihat keduanya.


sesampainya di rumah, dia kaget melihat pak Hartono sudah di rumah, "loh mas, sudah di rumah?" tanya Della.


"maaf aku tiba-tiba ingin melakukan sesuatu dengan mu," bisik pak Hartono yang menarik istrinya itu ke dalam kamar.


Della tak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini, dan kenapa suaminya itu malah sekarang jadi doyan.


setelah selesai, pak Hartono ketiduran, sedang dia baru selesai mandi dan mulai membereskan belanjaan yang di tinggalkan begitu saja tadi.


setelah merapikan semuanya, tak terasa sudah jam dua siang, dan ponsel suaminya yang berada di ruang tamu terus berdering.


Della pun menjawabnya saat tau yang menelpon adalah Abdi, "halo.."


"halo Bu juragan,itu juragan kemana,yaelah di tinggal mengawasi panen sebentar malah hilang, padahal ini sudah waktunya muat,"


"aku di rumah,sedang bersama istriku, kamu muat sendiri jangan manja, kamu tak tau jika kami ini pengantin baru ketemu," kata pak Hartono yang membuat Della terkejut.


bahkan dia tak bisa menahan tangan suaminya yang begitu nakal, "baiklah aku pasrah,tapi nanti gajian kasih lebih ya,"


"gampang, sekarang kamu panen dulu sana," usir pak Hartono yang mengambil ponsel karena Della terduduk dengan terengah-engah.


pak Hartono mematikan ponselnya dan mengunci pintu depan, dan pintu dapur, dan tersenyum mengusap bibir istrinya.

__ADS_1


"sekarang manjakan suami mu ini sayang," bisik pak Hartono yang membuat Della mengangguk patuh.


__ADS_2