Aku Juga Bisa, Balas Dendam

Aku Juga Bisa, Balas Dendam
mengemis 3


__ADS_3

sesampainya di rumah, pak Dirman tampak begitu murung,dan membuat istrinya itu khawatir.


"ayah bagaimana, apa Hartono mau membantu kita dengan semua jaminan yang baik tawarkan?" tanya Bu Desi.


"menurut mu, kau kira Hartono akan memberikan bantuan sebanyak itu, tapi ya aku malah harus bertemu dengan putri sial mu itu, dan yang parah, sekarang dia adalah istri dari hartono, benar-benar anak tak tau diri, setelah membunuh putra Hartono sekarang dia menggoda ayah mertuanya itu dan menjebaknya dengan pernikahan," kata pak dirman yang malah menyimpulkan semuanya seenaknya.


"apa ... Della menikah dengan Hartono," kaget Bu Desi.


dia tak menyangka akan hal itu, pria yang sangat sulit tergoda saat muda, kenapa malah menyukai putrinya yang sangat kacau itu.


"ayah sudah pulang, aku memang tak bisa memberikan bantuan, tapi aku punya dua puluh juta, ayah bisa mengunakan uang ini dulu sebelum bantuan kita dapatkan," kata Dewi.


"terima kasih putriku, kamu memang satu-satunya putri yang bisa aku andalkan,tapi bagaimana dengan suamimu, mungkin dia akan marah saat kamu membantu ayah seperti ini," kata pak dirman.


"tidak apa-apa pak,aku yakin pada suamiku tak akan marah,lagi pula dia sedang berlayar," jawab wanita itu yang selalu di utamakan.


Della mengambil semua tabungannya, ya meski dia harus mengorbankan tabungan untuk putranya.


tapi ini bantuan terakhir kalinya untuk keluarganya itu, dan melihat istrinya yang sedih.


pak Hartono mengenggam tangan wanita cantik di sampingnya itu, "jangan sedih, semua sudah aku siapkan untuk masa depan putra kita dan adik-adiknya, jadi sekarang fokuslah hanya untuk menjadi istri yang memanjakan suamimu," kata pak Hartono.


"iya mas, maaf... aku selalu membuat mu terbebani selama ini,"


"kamu bicara apa, kita itu memang harus seperti ini,karena aku tak ingin kalau kamu sedih dan sudah, jadi tolong manfaatkan suamimu ini selagi bisa," kata pak Hartono yang berhasil membuat istrinya itu tertawa.


"baiklah kalau mas bilang begitu, mohon jangan marah saat aku memanfaatkan mu ya sayang," kata Della yang memancing pria itu tersenyum juga.


mereka berdua sampai di rumah keluarga Della, tapi langkah kaki mereka sangat berat.


bagaimana tidak, Della harus datang lagi setelah pengusiran yang di sebut pernikahan.


tapi pak Hartono membukakan pintu mobil untuk istrinya itu, "tenang sayang, aku akan selalu melindungi mu dan tak akan ku biarkan mulut jahat dirman mengutuk mu," kata pak Hartono.


Della pun turun dengan yakin karena di sampingnya sekarang ada orang yang bisa menjadi perlindungan.


keduanya pun sudah di sambut oleh keluarga itu, dan terlihat pak dirman sangar tak suka melihat dengan apa yang di lihatnya.

__ADS_1


pasalnya Della berjalan di samping pak Hartono dengan bergandeng tangan.


"selamat pagi keluarga, aku mau menyebut kalian berdua mertua tapi terasa tak enak, karena kita seumuran, tapi aku datang kesini tidak dengan sendirinya, karena aku hanya ingin mengantarkan istri tercinta ku ini," kata pak Hartono.


"buat apa kamu datang kesini, kalian tak di butuhkan!" suara pak dirman mulai meninggi.


"hentikan omong kosong mu Dornan, yakin kamu tak butuh uang tiga ratus juta ini, tenang saja itu bukan uang ku, tapi uang pribadi putri mu, dan jika sekarang kamu berani menghina istriku, maka kamu akan habis di tangan ku, jadi boleh kita masuk," jata pak Hartono.


Bu Desi melihat putrinya itu sangat tenang merasa jika sekarang Della sudah berubah menjadi pribadi lebih baik, mungkin hukuman di penjara telah membuatnya sadar.


"aku tak akan lama di sini, ini adalah uang yang aku miliki terakhir dan setelah ini jangan mengemis pertolongan siapapun, dan didik putra kalian yang tak berguna itu agar menjadi orang yang berguna, bukan jadi olok-olokan keluarga, setidaknya buat dia berguna seperti ku, dengan mencarikan wanita yang bisa menghidupinya," jata Della yang langsung membuat pak dirman tersinggung.


"dasar anak kurang ajar!"


pak dirman yang sudah siap menampar pipi Della, tapi dengan cepat pak Hartono menangkap tangan temannya itu.


"berani melukai istriku, aku akan tunjukkan bagaimana kemarahan ku, karena bagiku dia adalah hidup ku, jadi ingat itu brengsek!"


"hentikan, baiklah kami janji akan mendidik putra kami, dan sebagai ganti uang ini tolong bawa sertifikat sawah ini, agar kami tak merasa sedih," kata Bu Desi yang tak ingin melihat keributan lagi


"simpan saja, bantu untuk putri dan putra mu itu, karena mereka yang lebih membutuhkan, dan asal kalian tau jika putri kesayangan kalian itu sekarang jadi simpanan seorang pejabat, dan suami yang dia banggakan itu sudah menceraikan dirinya satu tahun lalu, jadi selamat kalian sudah membesarkan para andk yang tak berguna, ayo mas kita pulang," kata Della yang mengandeng tangan pak Hartono.


keduanya pun meninggalkan rumah,dan pak dirman pun menatap putri pertamanya itu.


"apa itu benar Dewi!"


Dewi pun langsung bersujud dan meminta maaf, dia tak mengira jika putri yang dia banggakan kini melemparkan kotoran ke wajahnya.


pak Hartono pun mencium tangan Della, "sudah ya sayang, sekarang kamu harus ikut aku bekerja, mengerti," kata pak Hartono yang mengajak istrinya itu pergi


"tentu mas, aku akan pergi kemana pun kamu mengajak ku, bahkan jika harus mati, aku ingin kita bisa mati bersama, karena aku bisa gila jika harus kehilangan dirimu karena kamu adalah tujuan dalam hidup ku," kata Della.


"baiklah sayang,aku akan berdoa pada Tuhan,untuk selalu mempersatukan kita dalam cinta hingga nyawa yang memisahkan kita," jawab pak Hartono.


"amiin..."


mereka pun sampai di gudang milik pak Hartono yang sedang ada bongkar muatan dari kota tetangga.

__ADS_1


Della menunggu di ruangan khusus milik suaminya, dan tentu dia membantu pembukuan.


"kamu tak ingat ini tempat apa sayang, bagaimana dulu kita bermain di sini," bisik iak Hartono


"tentu saja ingat mas, tapi itu karena aku sudah tak tahan, tapi jika sekarang mas menginginkannya lagi, aku akan membantu mu," kata Della memberikan tatapan mesra dan menggoda suaminya itu.


pak Hartono pun memberikan ciuman mesra pada istrinya itu, "kita lakukan di rumah karena aku ingin menikmati waktu kita secara sempurna,bukan di tempat seperti ini,"


Della pun tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya begitupun dengan pak Hartono


di rumah, Hardi juga terlihat tenang di temani mbok Sarni yang menjaganya,bahkan bocah itu sangat aktif berlarian.


meski begitu, Hardi hanya main di dalam rumah dan tak mau keluar jika tidak bersama sang ibu.


"mama..."


"mama sedang kerja bersama ayah, Hardi bersama mbok tak apa-apa ya," kata mbok Sarni yang sudah sangat menyayangi bocah itu.


"mbok... aem," kata bocah itu yang memang sudah jam makan siang.


"maem siang ya, baiklah Hardi sekarang kita makan, tapi mau makan apa nak?"


"hahu... yayam," kata Hardi yang memang belum menguasai semua kosa kata.


"tahu ayam, kebetulan mama sudah buatkan makanan itu, tunggu kita masak dulu ya, ayo kamu juga harus mandi dan setelah makan tidur ya le,"


Hardi mengangguk karena dia punya jam tidur yang teratur, dan ternyata siang itu Della dan pak Hartono pulang ke rumah.


ya mereka ingin menghabiskan waktu siang bersama Hardi, dan nanti pak Hartono harus muat panen juga jadi kemungkinan pulang malam


itulah kenapa dia ingin putranya itu melihatnya dulu sebelum tidur, dan siang itu mereka berempat makan bersama.


setelah itu Hardi main bersama pak Hartono sebentar dan kemudian tidur, sedang Della yang berada di dalam kamar kaget melihat kalender di atas meja riasnya.


karena dia sudah telat menstruasi selama sepuluh hari. "apa aku hamil lagi, tapi kenapa secepat ini," gumamnya menutup wajahnya tak percaya.


karena dia baru saja keluar penjara, dan baru juga beberapa bulan memulai kehidupan normal dengan suami dan anaknya.

__ADS_1


kenapa tuhan memberikan kepercayaan secepat ini, padahal mereka tak merencanakan untuk dalam waktu dekat memiliki anak lagi.


tapi semuanya tak bisa di duga, jadi dia hanya bisa melakukan tes mandiri dulu untuk memastikan semuanya sebelum mengatakannya pada suaminya.


__ADS_2