
tanpa terasa, satu setengah tahun terlewati dengan begitu cepat, bagaimana tidak pak Hartono yang selalu sibuk dengan putranya Hardi.
dan istri barunya yang selalu dapat kunjungan rutin dari dia dan Hardi juga melewati dengan bahagia.
hingga saat ini, seorang wanita keluar dari pintu besi lapas yang sudah beberapa tahun ini mengurungnya.
dia pun tersenyum dengan bahagianya saat melihat kedua sosok yang dia cintai datang menjemputnya.
"selamat atas kebebasan mu mama," kata pak Hartono memberikan buket bunga yang terbuat dari uang.
"aku mencintaimu..." kata Della memeluk suami dan putranya bersamaan.
"aku juga mencintaimu sayang, sekarang kita bisa bersama lagi dengan lengkap," kata pak Hartono.
Hardi pun di gendong oleh Della, dan mereka menuju ke rumah baru yang akan menjadi tempat tinggal mereka sekarang.
sesampainya di rumah ternyata sudah ada mbok Sarni dan Abdi yang menyambut Della.
"selamat datang Bu juragan," sapa Abdi dan mbok Sarni bersamaan.
Della terharu, dan langsung memeluk mbok Sarni yang sudah menjaga putranya, "terima kasih mbok sudah menjaga putra ku, jika tidak ada mbok mungkin aku akan membesarkan dia di dalam penjara,"
"saya sudah menganggap mbak Della seperti putri mbok sendiri," kata wanita sepuh itu dengan tangis yang tak bisa terbendung.
di sisi lain, Della merasa begitu bahagia karena memiliki mbok Sarni yang bahkan lebih peduli padanya di banding orang tuanya sendiri.
dia juga bersalaman dengan Abdi, kemudian mereka semua masuk kedalam rumah.
"wah sekarang aku bisa sedikit tenang nih, karena Bu juragan sudah pulang,"
"loh memang kenapa cak Abdi?" tanya Della bingung.
sedang pak Hartono sudah melotot ke arah karyawan kepercayaannya itu.
"ya setidaknya sekarang juragan sudah tak kelihatan lelah,kan setiap malam ada yang Nina boboin, benarkan juragan," kata Abdi yang langsung disambut gelak tawa.
"tentu," jawab pak Hartono yang membuat Della malu.
Della memutuskan untuk mandi dulu, setelah itu mereka pun berangkat ke tempat panti asuhan yang sudah di pilih.
mereka memberikan santunan dan juga membagikan bingkisan untuk para anak yang ada di sana.
pak Hartono terus berada di samping Della, bahkan keduanya seperti tak bisa berjauhan.
maklum mereka baru bersama setelah beberapa waktu terpisah dengan cara yang tak di inginkan siapapun
__ADS_1
"sekarang kita mau kemana mas?" tanya Della bingung karena mobil itu membawa mereka ke arah pemakaman desa.
"kita harus datang ke malam orang tua ku, setidaknya mereka harus melihat putra kandung ku dan istri yang begitu aku cintai," kata pak Hartono yang mengendong Hardi dan mengandeng tangan Della.
mereka pun masuk kedalam pemakaman umum itu,dan melewati malam Rasyid begitu saja.
ya pak Hartono hanya fokus pada tujuannya, keduanya berdoa di samping pusara dari kedua orang tua pak Hartono.
"sepertinya aku harus menunjukkan siapa suamiku pada orang tua ku juga," kata Della.
"tentu saja, kita buat mereka sadar jika tak baik mengabaikan dirimu seperti ini," kata pak Hartono.
keduanya pun kembali ke dalam mobil, tapi saat melewati jalan desa, mereka melihat ada mobil ambulans yang berhenti di rumah Rike.
"ada apa Abdi, kamu tak melaporkan apapun tentang ketiga putriku," tanya pak Hartono.
"saya akan lihat juragan,saya cuma tau jika mbak Rike sakit itu saja," jawab pria itu turun
"kenapa mas seperti ini, jika memang khawatir turun saja dan pastikan sendiri, mas... mereka hanya terhasut,"kata Della.
"baiklah sayang," jawab pak Hartono yang turun dan sebelum itu memberikan ciuman di kening Della.
Abdi kaget melihat sosok pak Hartono yang keluar mobil dan berjalan bersama dengannya.
Rina dan Riya yang melihat sosok ayah mereka terkejut, bagaimana tidak pria yang sudah menghilang satu tahunan lebih ini, akhirnya menunjukkan dirinya.
"ayah..."
kata keduanya yang langsung lari memeluk pak Hartono, Syam kaget karena dia mengingat ucapan dari Della.
jika suatu saat pak Hartono muncul itu berarti dia juga datang, dan itu membuatnya semakin pucat.
"ada apa, bukankah dia hanya sakit biasa saja," kata pak Hartono yang bertanya kepada anak-anaknya.
"tidak ayah, mbak Rike menderita kanker serviks stadium tiga, dan tadi dia jatuh dan pendarahan," kata Rina.
mendengar itu pak Hartono langsung masuk kedalam rumah dan masuk kedalam kamar.
betapa terkejutnya dia melihat sosok Rike yang terkenal begitu berisi, kini terlihat begitu kurus.
"ayah...." tangis wanita itu saat melihat sosok ayahnya.
"iya Rike,sekarang kita ke rumah sakit,ayah akan membuat mu sembuh ya nduk," kata pak Hartono yang mengendong putrinya itu.
pria itu bahkan tak bisa menahan tangisnya,karena melihat tempat yang di tiduri Rike ada darah yang bekas mengenang.
__ADS_1
"ayah tidak jijik, aku sudah tak sanggup lagi," kata Rike.
"tidak,kamu harus kuat untuk Rio dan Devi, sekarang kita ke rumah sakit," kata pak Hartono yang berjalan keluar dari rumahnya.
sedang di mobil, Della melihat sosok Sueb yang datang bersama dengan Bu Hartini.
"mbok tunggu di sini bersama Hardi,aku akan membantu suami ku," kata Della.
"kalian mau apa, siapa yang menyuruh memanggil ambulans," kata Sueb yang memang sengaja membiarkan istrinya itu agar segera mati.
"kamu gila mas, kondisi mbak Rike sudah begitu kritis," marah Rina.
"memang kalian punya uang, aku tak mau mengeluarkan uang untuk biaya kesehatan wanita itu," kata Sueb dengan sombong.
"kamu lupa jika ayahnya masih hidup," kata pak Hartono yang mengendong Rike keluar rumah.
"wah lihatlah pria tak bertanggung jawab ini datang," kata Sueb.
brak....
sebuah batu bata melayang dan menghantam kepala Sueb dengan sangat keras.
"maaf aku sengaja," kata Della yang mengejutkan semua orang.
bahkan Syam dan Hadi mundur saat melihat sosok wanita itu sedang tersenyum.
"menantu sialan,dasar wanita ****** pembunuh!!!" teriak Bu hartini yang ingin menyerang Della.
tapi wanita itu mencekik Bu Hartini dengan satu tangan, dan kemudian tersenyum seram
"aku tidak sengaja membunuh putra mu yang lemah itu, dan lagi dia yang bodoh dan tak berguna," kata Della.
"hentikan sayang, sekarang kita fokus pada kesembuhan Rike, setelah ini ku pastikan siapapun yang melukai ketiga putriku akan habis, terutama kamu Hartini," kata pak Hartono yang meletakkan Rike ke ranjang ambulans.
"tentu sayang," kata Della yang mendorong Bu Hartini hingga terjatuh.
"kalian pasangan selingkuh,dasar tak bermoral!"
"kami sudah menikah secara agama dan negara, dan aku menikahinya setelah menceraikan mu,jadi kami tidak melalui hal yang salah, dan kamu sendiri tak berperasaan dengan melakukan hubungan terlarang dengan menantu mu sendiri, itu pun dari mulai Sueb baru menjadi menantu mu,sekarang yang men-ji-jik-kan itu kamu atau Della, dan aku juga tak perlu persetujuan siapapun untuk bisa bahagia," kata pak Hartono.
mobil ambulans itu mulai pergi meninggalkan rumah,di ikuti oleh Rina dan Riya yang tak mempermasalahkan tentang pernikahan ayah mereka.
toh mereka juga tau siapa Della, dan dari cara Della melindungi keluarga itu dulu juga sudah membuktikan.
sedang Bu Hartini sudah sangat di buat malu,bahkan kini para tetangga pun mulai menggunjingkan dirinya.
__ADS_1